
Anak anak SPI selesai memeriksa dan koordinasi di pabrik, vian dan yang lainnya pun siap siap pulang, pak gubernur D, pak Bupati dan endris pun pamitan disana.
" terimakasih nak vian dan keluarga atas liburan dan oleh olehnya." kata ibunya pak gubernur D
" sama sama ibu, terimakasih juga, mohon maaf kalau ada yang tidak berkenan." kata vian
" saya sangat menikmati liburan ini, saya bahagia memiliki keluarga baru." kata ibunya pak gubernur D
" dek, kamu pulang ke rumah enggak." kata pak gubernur D
" enggak pak, aku kan lagi magang kerja." kata nirmala
" iya sudah kalau begitu, kami pamitan ya pak vian dan yang lainnya." kata pak gubernur D
" iya pak, terimakasih, sampai jumpa lagi." jawab vian
" pak vian dan keluarga serta yang lainnya, terimakasih banyak atas liburannya, kami juga pamitan." kata endris
" sama saya juga, masih ingin sama sama, tapi karena waktu dan besok harus aktivitas lagi, jadi kita harus berpisah, mudah mudahan lain waktu kita masih bisa bersilaturahmi." kata pak bupati
" sama sama pak bupati, sampai ketemu lagi." kata vian dan yang lainnya. Jam 4.27 menit vian dan yang lainnya naik bus untuk kembali ke jakarta, selama perjalanan anak anak SPI berkaraoke terkadang ibu ibu pejabat juga ikutan sambil makan snack dan minum produk LA. Vian pun membuat kopi lalu membawanya ke tempat pak dede dan pak heri, vian menyalakan rokoknya dan mengobrol dengan mereka, sedangkan bapak dan ibu pejabat sedang tidur di kursinya masing masing.
" terimakasih pak. Bapak telah menunjukan kepada saya bagaimana cara untuk mempererat hubungan persaudaraan, walaupun bukan saudara kandung tapi bapak memperlakukan orang lain seperti saudara kandung termasuk kepada karyawan bapak sendiri enggak membeda bedakan." kata pak heri
" enggak kebayang dan enggak pernah terbayang juga bisa duduk dan mengobrol dekat dengan para pejabat ya." kata pak dede
" jangankan pak dede saya aja enggak pernah terbayang bisa kenal sama para pejabat." kata vian
" saya lihat dan perhatikan mereka pun begitu senang dan akrab dengan bapak dan keluarga sehingga kami pun menjadi terbawa akrab." kata pak dede
" untung aja bapak udah ada bus ini ya, jadi kemana mana bisa barengan semuanya." kata pak heri
" iya alhamdulillah. Kita bisa barengan kemana mana tanpa harus saling menunggu dan konvoi." kata vian. Tak lama vian menerima telepon, vian pun mengangkat teleponnya.
__ADS_1
" selamat sore pak bupati, apa kabarnya nih, gimana pak ada yang bisa saya bantu." kata vian
" sore juga pak vian, sedang dimana nih pak sepertinya sedang di perjalanan, maaf kalau mengganggu," kata pak bupati P
" iya nih pak, saya sedang di jalan pulang ke rumah, baru dari pabrik LA, ini saya sedang bersama pak bambang, pak menteri UMKM, pak menteri pendidikan, pak menteri sosial, pak gubernur B, dan pak gubernur L, pak gubernur D sama pak bupati KBB langaung pulang ke rumahnya. pak bupati juga sepertinya sedang dijalan nih." kata vian
" oh begitu, habis ada acara apa pak." kata pak bupati P
" liburan aja pak, pak menteri ingin main ke pabrik LA dan PBN, katanya menghilangkan penat pekerjaan." kata vian
" iya nih saya juga di perjalanan menuju ke rumah bapak rencananya, soalnya si lisa kan waktu itu enggak jadi ikut sama bapak, dia merengek minta secepatnya ke tempat bapak, katanya mau magang. Tapi kalau bapak sibuk saya pulang lagi aja." kata pak bupati P
" iya sudah kalau begitu, saya kurang lebih 40 menitan lagi ini di TOL, bapak posisi dimana." kata vian
" ini saya di tol juga pak di daerah karawang." kata pak bupati P
" saya sudah masuk daerah cikarang nih pak pakai bus, ketemu di rumah saya saja ya, tau kan alamat sayanya." kata vian
" boleh saya kirimkan kalau begitu." kata vian lalu mengirim lokasi saat ini.
" pak bupati mana lagi nih pak." tanya pak dede
" pak bupati P, katanya mau mengantar anaknya mau magang kerja." kata vian
" nambah lagi penghuni mess ya, untung bapak membangun lagi beberapa kamar." kata pak dede
" saya juga enggak tau kenapa pengen aja, padahal rencana awal hanya kamar tamu aja, karena saya fikir kalau berbarengan tamu datang masa saya tolak kalau mereka mau menginap." kata vian
" InsyaAllah berkah pak, apalagi ini untuk memuliakan tamu." kata pak heri
" aamiin." jawab vian dan pak dede
" sepertinya itu deh pak di belakang kita pak bupati, soalnya memberikan lampu dan plat nomor mobilnya daerah P." kata pak heri
__ADS_1
" bapak pakai BUS plat nomor belakangny LAD ya." kata pak bupati P
" betul pak, ini sopir bus memberikan kabar juga katanya ada yang memberikan lampu dan plat nomornya dari daerah P." kata vian
" iya sudah saya ikuti bapak saja biar enggak nyasar kalau begitu." kata pak bupati P
Jam 7.47 menit mereka sampai di rumah vian di ikuti oleh pak bupati P di belakangnya.
" selamat malam pak bupati, ibu, selamat datang di rumah saya nih, maaf rumahnya seperti ini." kata vian menyambut pak bupati. Pak bupati dan isteri serta anaknya pun menyalami semuanya. Pak bupati juga memperkenalkan keluarga temannya lisa, Bianca dan Nabila yang akan magang juga.
" kok bisa bareng begini pak." kata pak menteri UMKM
"tadi di jalan TOL saya chatan sama pak vian, akhirnya mengikuti dari belakang." kata pak bupati P
" iya sudah pak bupati kita masuk kalau begitu." kata vian mengajak masuk pak bupati dan keluarganya. Sedangkan pak bambang dan yang lainnya pergi masuk ke kamar mereka, tak lupa para ibu membawa barang yang dibawa dari pabrik LA. Astrid, dilla dan shinta pamitan masuk ke kamar terlebih dahulu.
" kenapa enggak dari pagi atau kemarin ngasih kabarnya, jadi kita bisa liburan bareng." kata vian
" tadinya mau ngabarin kemarin tapi saya ada acara keluarga, jadi saya takut enggak keburu jadinya enggak jadi, tapi ini si lisa dari kemarin ngajak terus dan tadi habis acara ngajak sekarang aja." kata pak bupati P
" maaf loh pak dan keluarga, kami jadinya mepotkan." kata ibu komala
" terimakasih banyak pak, ibu sudah menerima kami, maaf merepotkan." kata ibunya Bianca
" enggak apa apa bu, kami malahan yang mohon maaf kalau kondisi di rumahnya seperti ini," kata lily
" iya sudah bapak santaikan enggak keburu buru, bapak dan ibu istirahat dulu saja di kamar, lisa juga nanti sama kak ika dan yang lainnya gabung aja, udah kenalkan waktu itu." kata vian
" iya om sudah." jawab lisa
" nanti kita makan malam bersama ya jam 8an di belakang sana, sekarang sepertinya masih disiapkan dulu soalnya, jadi bapak dan ibu istirahat aja dulu." kata lily
" baik bu terimakasih banyak, kita jadi merepotkan. Oh iya kami juga membawa oleh oleh dari tambak tuh." kata ibu komala, mereka pun pergi ke depan lagi, pak bupati menyuruh sopir menurunkan oleh oleh, vian memberikan kunci kamar ke pak bupati dan lisa, lalu memanggil ika supaya mengajak lisa, Bianca dan nabila ke kamarnya di mess. Setelah mengantar mereka vian dan lily pun masuk ke kamar, lalu pergi mandi berdua.
__ADS_1