Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Mengenang Kejadian Itu


__ADS_3

Selesai sholat mereka berkumpul di ruangan keluarga, setelah berkumpul semua mereka naik ke Minibus lalu pergi ke Restoran W, lily menyuruh pak edi ikut dan membawa mobil. sebelumnya lily sudah reservasi tempat jadi mereka langsung mendapatkan tempat duduk, sebenarnya vian tidak biasa makan di restoran seperti ini, tapi karena untuk membahagiakan keluarga dan supaya mereka bisa mencoba bagi yang belum pernah datang kesana. setelah memesan vian pergi ke tempat pak edi, pak dede, haris, dan putra lalu menyalakan rokoknya.


" pak de, pesankan tiket ya buat besok ke surabaya." kata vian


" siapa aja pak, atau bapak sendiri." jawab pak dede


" yang jelas saya, lily, astrid, dan dilla sama devan, de qinar, lilis sama evi, yang lainnya saya tanyakan." kata vian


" baik pak." jawab pak dede


setelah selesai merokok vian kembali ke meja keluarganya.


" besok saya, lily, astrid dan dilla akan pergi ke surabaya, ada yang mau ikut." kata vian


" bapak gak apa apa gak datang juga kan vian." kata pak bowo


" gak apa apa pak, ini hanya peresmian pabrik aja." kata vian


" iya sudah kalau begitu bapak gak kesana, bapak pengen istirahat." kata pak bowo


" kalau bapak mau disini dulu." tanya vian ke pak wanto


" bapak, ibu sama bimo besok ikut pulang karena bimo harus sekolah." kata pak wanto


" ibu sama ari juga besok ikut pulang." kata bu asti


" kalau kamu bell." tanya vian


" aku disini dulu aja mas, kan mau pembukaan SPI, paling aku pulang minggu depan karena mau sidang." kata bella


" berapa lama emang kalian disana." kata ibu retno


" belum tau berapa harinya bu." jawab lily


" jadi aa sama de qinar dibawa." kata bu retno


" iya lah bu soalnya menginep disananya." kata lily


" iya sudah kalau begitu saya mau pesan tiketnya." kata vian


tak lama pelayan membawa kue ulang tahun ke sana yang memang sudah dipersiapkan lily


mereka menyanyikan lagu selamat ulang tahun, lagi lagi devan datang mau meniup lilinnya.


" sebentar aa sayang tiup lilinnya bareng sama mamah dilla ya." kata lily, dilla dan devan pun meniup lilin, setelah itu baru makanan datang, merka pun menyantap makanan yang mereka pesan masing masing.


selesai makan vian pergi ke meja pak dede lagi lalu memberikan daftar nama nama yang besok pergi.

__ADS_1


" oh iya sama pak wahyudi ya." kata vian lalu menyalakan rokoknya


" siap pak, nanti saya suruh pak yudi untuk ikut bapak." kata pak dede


" kak jadi ke salon." kata ika


" jadi dong, makanya pak edi bawa mobil juga." kata lily


" ibu ibunya gak di ajak nih." kata bu retno


" iya udah sekalian aja ikut, ika kan bawa mobil juga." kata lily


" iya bu cukup kok." kata ika


selesai makan vian dan bapak bapak pulang ke rumah naik minibus sedangkan ibu ibu pergi ke salon, vian memberikan kartu ke lily untuk keperluan.


sampai di rumah vian pergi ke gazebo dengan membawa laptop, disana vian membuat kopi dan menyalakan rokok. vian mencari ruko dekat dillas cafe, rumah buat pak wahyudi dan mobil buat di surabaya. sedang asyik browsing teleponnya berbunyi, setelah melihat siapa yang menelepon vian mengangkatnya.


" selamat sore pak bambang, apa kabarnya." kata vian


" sore pak vian, alhamdulillah baik, bapak sendiri gimana?, sudah lama nih kita gak bertemu." kata pak bambang


" alhamdulillah baik pak, lagi dimana nih pak." kata vian


" saya lagi di jakarta, bapak lagi dimana." kata pak bambang


" saya telepon bapak mau memastikan posisi bapak, karena takut lagi di luar kota, saya pengen ngobrol sama bapak udah lama kangen nih. istri saya juga ngajak terus untuk main ke rumah bapak." kata pak bambang


" iya sudah saya tunggu di rumah kita bakar jagung sama BBQ disini." ajak vian


" boleh pak, nanti saya habis magrib kesana." kata pak bambang


" oke kalau begitu saya tunggu di rumah pak." kata vian


setelah telepon di tutup vian mengirimkan pesan ke lily bahwa pak bambang mau ke rumah, vian minta supaya lily memesan makanan.


" oke pah aku pesan sama buat makan malam kita juga, aku akan kasih tau ke bi narsih. jam berapa pak bambang mau datangnya dan sama siapa?." kata lily


" habis magrib sayank, katanya sama istrinya." jawab vian


" kita sebelum magrib udah di rumah, ini sebentar lagi selesai." kata lily


" oke. hati hati di jalannya." kata vian


" ly kamu chatan sama siapa kelihatan serius." kata bu retno


" dari vian bu masa sama orang lain, kata vian pak bambang mau datang ke rumah." kata lily

__ADS_1


" berarti kita dari sini langsung pulang aja ya, kamu udah pesan makanan." kata bu retno


" ini aku mau telepon catering biasa bu." jawab lily, dia pun langsung telepon catering.


" pak bambang itu siapa mbak." kata astrid


" beliau ketua dewan." jawab lily


" nak vian luas juga ya pertemanannya, kemarin bupati, sekarang ketua dewan." kata bu asti


" kenalan waktu peresmian pembangunan rusun bu, dan alhamdulillah kalau vian gak kenal sama beliau kita juga gak tau gimana waktu kejadian di bali." kata lily


" kuta terakhir ketemu waktu di bali aja ya." kata bu retno


" iya bu, kita juga belum sempat ngucapin terimakasih." kata lily


" memang kejadian apa di bali." kata bu asti


" waktu itu si aa lagi makan ice cream nabrak orang, baju orang itu kena ice cream aa, kita udah minta maaf eh dia malahan mau pukul si aa untung lilis menghadangnya, pas dia mau pukul lagi haris sama putra melawan, sampai bapak kena pukul juga. gak lama vian datang dan menghajar mereka. eh dia ngancam kita, kebetulan pak bambang lewat dia bawa pengawalnya dan menindak mereka," kata lily


" pantas aja kemarin waktu kejadian di bendungan si aa kelihatan takut banget." kata bu asti


" iya bu di masih trauma kayanya." jawab lily


" jadi haris sama putra sudah lama kerja dikeluarga ini." kata bu asti


" belum lama juga sih bu, semenjak kejadian vian di keroyok, jadi buat jaga jaga aja bukan untuk gaya gayaan." kata lily


" oh nak vian pernah dikeroyok toh." kata bu asti


" iya bu, yang parah tangannya kena golok di pabrik LA." kata lily


" usaha vian itu gak semulus apa yang orang lihat, terakhir vian sampai mau meninggal ada orang yang mau celakain dia pake ilmu mistis, untung di bantu sama kakek braja yang sekarang tinggal di dekat villa perumahan livi residence dan dibantu teman pak dede sama pak adi." kata bu retno


" ada aja ya yang syirik padahal nak vian orang baik, ngomong ngomong kakek braja itu siapa." kata bu asti penasaran


" iya begitu lah bu persaingan bisnis, kakek braja itu tadinya pemulung yang dibantu vian, sehingga vian membuat rumah di dekat villa itu, sedangkan tetangga kakek braja di tempatkan di rusun yang livi group bangun sama pemerintah." kata bu retno


" kalau mengenang kejadian itu saya gak tau gimana sekarang kalau vian benar benar gak ada, kita juga mungkin gak akan bertemu." kata lily


" o iya ly ibu jadi ingat kita belum ngasih lagi ke panti asuhan." kata ibu retno


" setau lily sih vian setiap bulan pasti kirim sembako dan uang bu kesana, tapi nanti lily kasih tau vian lagi takut dia juga lupa." kata lily


" kamu harus selalu ingetin dia, sebagai bentuk syukur kita." kata bu retno


" iya bu." jawab lily

__ADS_1


mereka pun telah selesai di salonnya lalu pulang ke rumah.


__ADS_2