Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Family Gathering LA 1


__ADS_3

Vian pun mengecek fasilitas yang ada di bus tersebut, lily mencoba tiduran di kasur bersama de qinar.


" gimana pak hasilnya bagus enggak." kata pak dede


" bagus pak de, saya puas," kata vian


" ini mewah banget pak de, jadi diperjalanan kita akan levih nyaman nih, bisa dipakai ke pangandaran besok kan." kata lily


" bisa bu, itu juga buat sopir dan kondektur bisa merokok pak, jadi bapak kalau mau merokok bisa di depan, jangan lagi di belakang ini." kata pak dede


" tapi ini buat pemanas air dan kulkasnya serta microwave belim ada pak, apa pindahkan dulu dari minubus atau bagaimana." lanjut pak dede


" beli saja dulu jangan pakai yang sudah ada, nanti minibus juga akan di pakai kok," kata vian


" kulkasnya yang besaran pak de ya, sama beli juga peralatan makannya sekalian, ditambah dispenser kecil aja untuk cadangan kalau air minum kemasan habis." kata lily


" baik kalau begitu pak, berarti saya bawa dulu ke bengkel L-Trans ya." kata pak dede


" iya sudah pokoknya pak dede atur saja semuanya, kaya peralatan makan, minum, cangkir untuk kopi atau teh. Sama perhatikan kekuatan accunya juga kalau bisa tambah ya tambah saja jangan sampai ada kendala selama perjalanan." kata vian


" baik pak kalau begitu," kata pak dede


" a berarti yang minibus bisa kita pake dong ya kalau kita mau ke pabrik." kata ika


" iya pakai aja, koordinasi sama pak dede aja," kata vian


" ini memang luar biasa, kita bisa keliling pulau jawa nih liburannya." kata bu retno


mereka pun turun dari bus, pak dede dan kak heri pun membawa bus ke kantor L-Trans.


" a, bisa enggak catering di pindah malam ini aja, soalnya malam besok khawatir kita keburu buru kan mau pergi ke pangandaran." kata ika


" jadi kamu mau merayakan ulang tahunnya malam ini." kata vian


" iya a, takut kalau malam besok kita kecapaian, dan ika juga mau izin teman teman ika nanti menginap di mess." kata ika


" iya sudah kalau begitu, nanti kakak telepon cateringnya buat mkan malam sekarang sama besok sarapan." kata lily

__ADS_1


" terimakasih iya kak, kakak cantiilik deh." kata ika


" ada maunya aja bilang cantik." kata lily


" kakak memang cantik kok." kata ika lalu memeluk kakak iparnya itu.


" pah kita belanja biat di bus yu, soalnya khawatir besok kita enggak keburu." kata lily


" iya udah kita jalan sekarang, kita beli selimut, handuk, makanan kecil, dan minuman." kata vian


vian dan lily serta shinta pun pamitan pergi ke mall di antar pak edi. Di perjalanan lily menelepon catering supaya malam ini menambah porsi dan untuk sarapan, makan siang dan makan malam besok juga masih tetap karena ada tamu juga tapi porsinya lebih sedikit.


Vian pun sampai di mall, mereka pun pergi ke toko yang menjual selimut, lily membeli untuk di bus karena di minibus sudah ada


" pah mau beli berapa banyak selimut dan handuknya serta bantal, oh iya pah beli peralatan makan dan minum sama masak biar kita saja, kasih tau ke pak dede." kata lily


" 40 aja mah, kalau pun lebih kan bisa buat cadangan, iya sudah kalau begitu papah telepon pak dede." kata vian, dia pun menelepon ke pak dede supaya jangan membeli peralatan makan dan minum. Selesai membeli selimut dan handuk vian menyuruh haris untuk mengantarkan dulu ke mobil, setelah itu vian, lily dan shinta pergi ke toko peralatan makan lalu pergi membeli makanan dan minuman untuk di rumah dan di bus serta untuk keperluan selama acara family gathering LA di pangandaran.


" papah, mamah lapar kita makan dulu ya ke restoran biasa, tadi mamah enggak makan loh." kata lily


setelah belanja disana vian pun pergi ke restoran yang biasa mereka suka makan. Sampai di restoran vian duduk di kursi untuk bisa merokok.


" papah mau makan juga kan." kata lily


" iya mah, papah juga lapar, pesankan yang biasa saja ya." kata vian


" iya pah." jawab lily lalu memesan makanan, vian duduk disana bersama haris dan pak edi. setelah makanan tiba vian dan yang lainnya pun makan. Selesai makan mereka pun kembali ke rumah, sampai di rumah pak edi, haris, putra dan yang lainnya pun menurunkan barang belanjaan. Vian, lily dan shinta pun pergi ke kamar yang baru saja di renovasi. Mereka pun mandi dan berganti pakaian, vian pun pergi ke gazebo, disana sudah ada pak adi, pak bowo dan pak wanto. Vian membuat kopi dan menyalakan rokoknya, mereka pun mengobrol


" kalian habis dari mana." kata pak adi


" beli peralatan makan dan minum serta perlengkapan untuk di bus pak." kata vian


" kamu juga beli bus lainnya." kata pak bowo


" iya pak untuk nanti di sekolah kalau mengadakan study tour dan disewakan juga untuk travel." kata vian sambil menghisap rokoknya


" itu busnya mewah banget loh nak, bapak baru melihatnya." kata pak wanto

__ADS_1


" iya pak, supaya kita nyaman selama perjalanan kalau kita mau liburan jauh. Dan sekarang kalau kemana mana pasti banyak yang mau ikut, kalau masing masing bawa kendaraan enggak enak juga." kata vian


karena sudah masuk waktu magrib mereka pun pergi ke musholla, setelah sholat mereka pun makan malam bersama.


Jam 7.37 menit ika dan yang lainnya datang kesana tak lama teman teman ika pun mulai pada datang, mereka pun makan malam sesi kedua. Pak bambang, pak gubernur. Pak menteri UMKM pun datang bersama isteri dan anaknya, vian pun menyuruh mereka untuk makan, vian menyuruh indra untuk membuat pembakaran jagung dan BBQ dan menyuruh marni untuk membuat susu panas, vian pun menyetel music.


" gimana kamu kakak sama adek setelah melihat lihat di perusahaan SPI." kata pak menteri UMKM


" aku senang pak, kak ika sama kak bella dan yang lainnya jago jago usahanya. Baik dari perencanaannya sampai ke exsekusi produk luar biasa jadi aku betah deh." kata anisa


" iya pak aku juga senang, boleh ya aku gabung sama mereka." kata amira


" katanya kalian mau berkarir di luar negeri aja." kata pak menteri UMKM


" enggak ah pak disini aja, lagian kedepannya SPI mau export juga kan ilmu aku juga bisa kepake." kata anisa


" dulu aja kalian ngotot mau berkarir di luar, sekarang kenapa berubah." kata pak menteri UMKM


" dulu kan aku enggak ada teman disini pak, sekarang kan banyak dan bisa diajak diskusi lagi, boleh ya kita gabung sama kak ika dan kak bella di SPI, bapak beli saham SPI ya untuk kita." kata anisa


" iya pak, kaya kak silvy, kak febby, kak nirmala 5% aja." kata amira


" dari berapa 5% tuh, bapak juga kan baru beli saham di PBN. Memangnya saham siapa uang kamu mau beli." kata pak menteri UMKM


" 25 milyar om, kemungkinan saham aa, dan kita juga mengalami delusi saham karena kemarin aa menambah modal buat SPI." kata ika


" iya sudah kalau begitu, nanti saya setor ke pak vian deh." kata pak menteri UMKM


" terimakasih pak, bapak baik banget." kata anisa dan amira


" terus silvia enggak dibelikan saham." kata pak menteri UMKM


" aku beli di rumah sakit livi om, karena aku kan ngambilnya kedokteran." kata silvia


" pak vian benar benar ya, bisa menampung semua anak anak kita ini," kata pak menteri UMKM


mereka pun mengobrol sambil menikmati makan malam, ada juga yang enghak makan nasi tapi makan jagung bakar dan BBQ.

__ADS_1


__ADS_2