
Astrid menikmati suasana berdua seperti itu
" kamu enggak tidur lagi sayang." kata vian
" aku mau bareng sama mas, manja manja sama mas bolehkan." kata astrid
" iya boleh dong sayang," kata vian
" terimakasih iya mas, mas udah ngasih aku kebahagiaan." kata astrid
" itu kan udah kewajiban mas, ngasih kamu kebahagiaan." kata vian sambil mengelus perut astrid
" mas minggu depan jadi ke surabaya." kata astrid
" lihat situasi aja sayang, kalau memang mas harus kesana ya mas kesana sekalian ngantar ibu ke imigrasi membuat pasport." kata vian
" makasih ya, mas mau ngajak keluarga aku pergi umroh, seandainya bapak masih ada dia pasti akan senang." kata astrid
" iya udah kita doakan saja, nanti kita badalkan aja umroh untuk bapak, kalau ada waktu mas juga mau ke kuburan bapak." kata vian
" iya nanti aku ajak kesana, kalau enggak nanti biar bella antar mas kesana." kata astrid
" boleh juga, biar sebelum kita pergi umroh kita jiarah dulu." kata vian
" aku mau ikut ya mas, aku udah lama juga enggak ke makam bapak." kata astrid
" boleh aja kalau kamu enggak cape, oh iya dokter silvy jadi ikutkan umroh." kata vian
" kata mbak sih oke dia mau ikut sama suster." kata astrid
" iya udah kalau begitu, mas jadi lebih tenang kalian udah kontrol lagi belum." kata vian
" udah mas, alhamdulillah dede bayinya sehat." kata astrid lalu dia tiduran di pangkuan vian. Vian pun mengelus rambut astrid
" makasih ya mas, aku bahagia banget bisa jadi isteri mas." kata astrid
" maafin mas kalau belum jadi suami yang baik untuk kalian, mas akan usahakan yang terbaik buat kalian." kata vian
" aku tau mas udah bekerja keras untuk kita, maaf juga kalau keluarga aku menyusahkan mas. " kata astrid, vian pun mencium keningnya
" mas, dede bayi pengen di tengok mas lagi." lanjut astrid manja, lalu dia bangkit dan duduk di pangkuan vian, lalu mencium bibir vian. Vian pun membalas ciumannya lalu menciumi lehernya membuat astrid mendesah, astrid membuka bajunya lalu membuka celana vian dan memainkan pusaka vian setelah cukup pemanasannya astrid mengarahkan mahkotanya ke pusaka vian. Astrid pun mulai memainkan aksinya diselingi dengan saling bercumbu. " mas, aku enggak mau keluar... Enak mas." lirih astrid, vian menidurkan astrid di sofa lalu dia mengambil alih permainan, akan tetapi vian menjaga ritmenya khawatir mengganggu bayi yang ada di rahim astrid. Disaat mau mencapai puncaknya vian mencabut pusakanya lalu menyiramkan air kental ke perut astrid.
" kok di luar sih mas, di dalam juga kan enggak apa apa." kata astrid
" kata dokter kan masih enggak boleh sayang." kata vian sambil mencium kening astrid. Setelah istirahat vian dan astrid pergi ke kamar mandi lalu mereka mabdi berdua. Setelah mandi vian pamit pergi ke gazebo, sedangkan astrid merapihkan kamar dan istirahat.
Di gazebo vian membuat kopi, lalu menyalakan rokoknya, vian pun membuka laporan harian di handphonenya. Sedang membaca lapotan devan datang kesana bersama lilis.
" papah, main bola yu sama aa." kata devan
__ADS_1
" boleh aa sayang, ayo main sama papah." kata vian langsung meninggalkan handphonenya lalu bermain sama devan.
" papah jadi kiper ya, aa tendang." kata devan
" siap bos." kata vian. Mereka pun asyik bermain
" lis, persyaratan untuk membuat pasport udah kamu siapkan, besok kita sama sama ke kantor imigrasi." kata vian
" sudah pak, sudah kita siapkan." jawab lilis
" kasih tau evi, mirna, bi narsih juga ya." kata vian
" baik pak." kata lilis
" aa papah istirahat dulu ya, aa main sama lilis." kata vian
" iya pah, papah kemarin habis lihat mocha sama mochi ya." kata devan
" iya sayang, kemarin papah naik mocha tante bella naik mochi." kata vian
" oooh.. Kok aa enggak diajak sih pah kan aa juga mau ikut." kata devan
" kemarin papah ada kerjaan jadi pas papah berangkat aa masih bobo, nanti aa naik thunder aja ya." kata vian
" asyiiiik... Kapan pah, aa kangen thunder." kata devan
" oke pah, terimakasih ya pah." kata devan. Vian kembali ke gazebo lalu minum air putih, dan menyalakan lagi rokoknya
" aa kasih hadiah apa ke mamah lily, mamah lily kan ulang tahun." kata vian
" kasih hadiah apa ya. Oh iya mamah kan suka tas, aa belikan tas aja." kata devan
" memangnya aa ada uangnya." kata lilis
" ada.. Banyak di papah, iya kan pah." kata devan
" iya sayang, nanti kita beli ya." kata vian
" tapi mamah astrid sama mamah dilla juga dibelikan ya pah." kata devan
" iya boleh sayang, nanti kita sama sama belinya." jawab vian
" memangnya aa sayang sama mamah astrid dan mamah dilla." lanjut vian
" sayang dong pah, mamah astrid dan mamah dilla juga sayang sama aa soalnya. Kaya mamah lily." kata devan
" papah pergi kesana dulu ya, lihat yang lagi bangun rumah sana." kata vian, lalu pergi setelah meminum kopi. Di lokasi sudah ada pak daryat yang sedang mengecek pembangunan.
" wah rajin sekali nih pak, gimana ada yang salah." kata vian
__ADS_1
" enggak ada pak, saya hanya memastikan aja jangan sampai ada kesalahan jadi kalau ada yang salah bisa langsung dikerjakan." kata pak daryat
" oh iya pak, saya enggak mau ada kabel kabel diatas jadi tolong dibuatkan jalur di bawah tapi harus safety. Nanti juga di perumahan kita juga harus seperti itu jangan sampai banyak kabel yang semberaut di atas." kata vian
" iya pak, saya akan buat jaringan dalam tanah, di perumahan perumahan kita juga sudah saya suruh buat khususnya buat jaringan internet, tapi buat di sekolah dan kampus audah dibuatkan jalur khusus buat listrik juga." kata pak daryat.
" bagus kalau begitu. Oh iya di L-Pro ada tim design interior juga gak." kata vian
" sudah ada pak, nanti yang mengerjakan interior disini dari tim L-Pro pak." kata pak daryat
" oke bagus kalau begitu, jadi kita enggak harus cari dari tempat lain, untuk biaya pembangunan ini saya minta rinciannya pak daryat." kata vian
" sebentar pak, saya kirimkan kebapak yang terbaru." kata pak daryat lalu mengirimkan RAB ke vian.
" nanti saya transfer ke rekening L-Pro ya pak." kata vian
" baik pak." kata pak daryat
selesai melihat RAB, vian pun mentransfer uang ke rekening L-Pro lalu mengirimkan bukti transfer ke pak daryat. Karena sudah waktunya sarapan vian mengajak pak daryat untuk sarapan bersama. Lily, astrid, dilla dan yang lainnya sudah ada di ruang makan.
" mah makan siang kita mau dimana." kata vian
" iya nih yang ulang tahun harus traktir makan kita." kata bu retno
" kalian maunya dimana, tenang aja aku yang traktir iya kan pah." kata lily
" kok ke papah, katanya mamah yang mau traktir." kata vian
" papah kan suami aku, aku harus minta izin dan minta uangnya ke papah." kata lily sambil tersenyum.
" iya udah di restoran C aja gimana." kata vian
" boleh tuh, ibu pengen mencobanya." kata bu retno
" iya udah kalau begitu, mamah reservasi aja tempatnya ya." kata vian
" siap, cuma reservasi aja." kata lily
" oh iya mah, data yang mau berangkat umroh papah minta ya, nanti akan ada orang dari travel soalnya." kata vian
" ka, data yang mau ikut umroh udah dibuatkan." kata lily
" udah kak, tinggal di print aja." jawab ika
" iya udah nanti di kantor di print ya." kata vian
" iya a, nanti ika print." jawab ika
mereka pun sarapan bersama penuh dengan rasa kekeluargaan.
__ADS_1