
Waktu sudah mau magrib, vian mengajak devan dan shinta masuk ke villa, vian mengajak devan untuk sholat magrib bersama, devan pun mengikuti gerakan vian. Selesai sholat vian duduk di sofa sambil bermain sama devan setelah itu mereka makan bersama di saung. Devan pun disuapi shinta, selesai makan vian pindah posisi dia mau merokok bersama pak dede.
" aa bobo sama lilis ya." kata lilis
" enggak ah, aa bobo sama papah dan mamah aja." kata devan
" bolehkan mah." lanjut devan
" tentu boleh dong sayang." kata shinta
" aa kan jarang bobo sama papah dan mamah." kata devan
" iya, nanti bobo sama papah dan mamah." kata shinta
" pak, pak de, mau dibuatkan kopi atau susu." kata opik
" saya kopi aja pik sama bakar jagung juga, makasih ya." kata vian
" sama pik kopi." kata pak dede
" ibu shinta, aa, lilis mau dibuatkan susu." kata opik
" boleh pak opik makasih ya." kata shinta
" iya aa juga mau susu sama jagung juga kaya papah." kata devan
" boleh pak, terimakasih." kata lilis, opik pun pergi membuatkan kopi dan susu dan mau mengambil jagung
" pak de siapkan pembakarannya ya." kata opik sambil jalan
" siap pak direktur." kata pak dede, tak lama opik dan karyawan LA datang kesana membawa kopi, susu dan jagung
Malam itu mereka menikmati suasana malam di villa LA sambil menikmati jagung bakar. Karena devan sudah mengantuk shinta pun membawa dia ke villa, lilis pun masuk ke kamarnya.
" pik untuk pengembangan Usaha LA gimana yang pengolahan air minum." kata vian
__ADS_1
" sekarang sedang membuat bendungan di mata airnya dan pemasangan pipa yang direkomendasikan tim kesehatan, tim L-Pro yang mengerjakannya bersama tim dari LA, pak daryat juga sudah mengukur lahan sesuai design yang kita buat dan perlukan, dan hari ini sudah ada pengerjaan penggalian tanahnya." kata opik
" lahan yang dibelakang udah jadi dibeli." kata vian
" sudah pak, malahan kita membeli 4 lokasi kurang lebih 7 hektar semuanya, karena disini buat nambah untuk villa dan kolam ikan." kata opik
" iya sudah kalau kamu sudah atur, supaya nanti juga enggak banyak perubahan lagi," kata vian
" iya pak, kita juga memang membutuhkan lahan untuk penambahan lahan peternakan ayam petelur dan ayam potong, terutama ayam petelur, kalau sapi kayanya sudah cukup karena ada tambahan pasokan dari daerah L dan daerah P." kata opik
" iya udah untuk pengolahan air minum, besok kita bahas ricinya." kata vian, vian pun menghisap rokoknya lalu meminum kopi.
" kalau bus gimana pak de." kata vian
" lagi proses di karoseri pak," kata pak dede
" untuk penambahan mobil box dan truk kita lagi cari yang lelangan dan masih bagus." lanjut pak dede
" pak dede dan tim L-Trans harus melihat jiga perkembangan usaha livi lainnya." kata vian
karena sudah malam mereka pun bubar, vian pun membawa sisa kopinya ke villa, lalu duduk di sofa lalu menyalakan rokoknya, shinta pun datang menghampiri vian
" si aa udah tidur, rewel enggak." kata vian
" udah pah, enggak kok tadi minta di usap usap aja, dia langsung bobo." kata shinta sambil merebahkan tubuhnya di tubuh vian.
" ayo kita bobo juga pah, aku pengen di peluk papah dan pengen di......." kata shinta lalu mengelus pusaka vian dan miencium pipi vian.
" sebentar ya, habisin dulu rokok." kata vian, vian pun mematikan rokoknya lalu masuk ke kamar. Pemanasan pun dimulai sambil berdiri mereka berciuman, mereka pun membuka pakaian masing masing tinggal pakaian dalam saja, vian menciumi shinta dari bibir turun ke leher lalu ke bukit kembarnya, shinta yang sudah terangsang pun mengambil alih permainan dengan memainkan pusaka vian lalu memberikan mahkotanya. " pah aku enggak tahan mau keluar." desah shinta. Dia pun mengarahkan pusaka vian ke mahkotanya, vian memainkan tangannya untuk meremas bukit kembar shinta," pah, aku keluar lagi." lirih shinta lalu ambruk diatas tubuh vian, vian pun mengambil alih permainan dan mempercepatnya, " enak banget pah, aku sellau ketagihan ini." kata shinta. vian semakin mempercepatnya. " ah. Pah aku mau sampai lagi." desah shinta. Disaat tubuh shinta menggelinjang vian pun mencapai puncaknya. Viqn pun mengecup kening shinta lalu memeluknya dan mereka pun tertidur.
Di pagi hari vian bangun lalu pergi mandi setelah itu membangunkan shinta untuk mandi dan sholat syubuh bersama. Vian duduk di sofa sedangkan shinta setelah membuatkan susu panas pamit mau tidur bersama devan. Vian menikmati pagi dengan minum susu dan rokoknya. Lalu membuka laporan harian perusahaan.
Jam 7 devan bangun melihat shinta tidur bersamanya dia pun mencium shinta " makasih ya mah." kata devan, shinta pun terbangun.
" aa udah bangun sayang." kata shinta
__ADS_1
" udah mah ini kan udah pagi, papah dimana mah." kata devan
" tadi di sofa nonton." kata shinta, mereka pun menuju sofa, tak lama opik mengajak sarapan. Mereka pun sarapan di saung.
" aa nanti sama lilis dulu ya, papah sama mamah mau rapat dulu disana." kata vian sambil menunjuk ruangan rapat LA
" iya pah, aa juga mau main sama mocha dan mochi kok." kata devan
Jam 8 vian pergi ke ruang rapat bersama shinta dan opik.
" assalmualaikum, terimakasih semuanya yang telah meluangkan waktu. Dalam kesempatan ini saya ingin mendengarkan sejauh mana proses untuk pengembangan usaha LA ini dalam hal ini pengolahan air minum." kata vian
" kita sedang membangun bendungan di mata air, dan pemasangan pipa untuk menyalurkan air dari bendungan tersebut ke pabrik sekarang sudah 7 KMan dari 11 KM, untuk pabrik sedang pengerjaan pengerukan lahan," kata Dwi ketua tim
" bagaimana untuk kandungan airnya." kata vian
" kandungan air disana bagus pak PHnya 6 lebih, kami juga sudah menyarankan pipa yang dipergunakan untuk penyaluran air tersebut." kata dr. Aini
" untuk masalah mesin pengolahan sedang dalam perjalanan, untuk kemasannya pun sedang dibuat. Ini designnya." kata Eko bagian produksi memperlihatkan di layar infokus
" untuk masalah harga jual kita tentukan setelah ada sample supaya tau berapa biaya produksinya," kata ibu Vira bagian keuangan LA
" kalian juga buat kemasan air untuk merk DQ itu untuk air alkaline jadi merk ini yang bagusnya, nanti tolong patentkan juga merk tersebut dan yang livi juga kalian cek sekalian jangan sampai merk livi untuk kelas air minum dalam kemasan tidak terdaftar." kata vian
" baik pak, saya sekarang cek." kata vera bagian hukum LA
" berarti kita harus buka lowongan juga untuk bagian produksi dan pemasaran, staf akunting, staf keuangan, nanti kalian bicarakan saja sama tim masalah kebutuhan karyawan tersebut." kata vian
" baik pak, nanti kita bahas berapa kebutuhan karyawan." kata Ferdian bagian HRD
" saya raya untuk masalah pengembangan usaha LA cukup, sekarang saya juga ingin memberitahukan kepada teman teman semua perihal Family Gathering, waktu di jakarta saya sama pak opik sudah membicarakan hal ini, silahkan tentukan mau kemana, untuk acara ini paling lama 3 hari 2 malam berangkat jum'at pulang minggu supaya operasional pabrik tidak terganggu dan nanti bagian operasional juga harus mengatur siapa saja yang berangkat dan tidak, bagi harus bekerja akan ada waktu lainnya jadi acara family gathering ini akan ada 2 kali, karyawan yang sudah menikah boleh membawa suami atau isterinya serta anaknya, bagi yang belum menikah boleh membawa orangtuanya., silahkan tanya kepada karyawan mereka mau pergi liburan kemana, acara ini kurang lebih 1 bulanan lagi." kata vian
" baik pak saya akan bicara sama karyawan." kata ferdian
mereka pun terus mengobrol membicarakan masalah perkembangan perusahaan LA.
__ADS_1