
" ini ngomong ngomong para ibu apa gak mau pada pulang, biasanya sudah buru buru ngajak pulang." kata pak gubernur L
" kapan bapak kembali ke surabaya." kata vian
" besok pak, naik pesawat siang." kata pak gubernur L
" rencana menginap dimana pak." kata vian
" rencana di rumah keluarga." kata pak gubernur L
" iya sudah menginap disini saja." kata vian
" lihat saja isteri maunya gimana." kata pak gubernur L
" di rumah saya juga ada kamar kosong pak." kata pak bambang
" semoga aja rencana ini bisa berjalan." kata pak gubernur L
" Aamiin." jawab yang lain
" kita jadi ganggu istirahatnya pak vian nih." kata pak gubernur B
" gak apa apa pak, saya sudah biasa begadang." kata vian
" tentu begadang orang yang digarapnya 3." kata pak bambang. Mereka pun tertawa
" sekarang berapa jumlah karyawan bapak." kata pak gubernur L
" kurang lebih 2000 karyawan pak," jawab vian
" rencana di surabaya ada usaha apalagi pak." kata pak gubernur L
" saya sedang menunggu laporan, apakah sudah jadi transaksi pembelian lahan di sebelah pabrik LCI, rencananya untuk perumahan karyawan yang belum memiliki rumah, kantor cabang BLS, dan klinik." kata vian
" wah enak jadi karyawan pak vian ini, rumah disiapkan." kata pak gubernur L
" iya pak, disini sampai disiapkan antar jemput karyawan, sampai perusahaannya banyak diminati pencari kerja." kata pak gubernur B
" luar biasa pokoknya. Salut saya sampai memikirkan karyawan." kata pak bambang
" saya hanya membantu pak, kalau kebutuhan mereka sudah terpenuhi, insyaAllah kinerja mereka juga akan meningkat." kata vian
" benar itu pak. Saya setuju." kata pak bambang
" oh iya pak, kalau lokasi pembangunan sekolah dan kampus itu jauh dari sini." kata pak gubernur D
__ADS_1
" kurang lebih 47 menit dari sini pak, kalau mau cek lokasi besok kita bisa kesana." kata vian
" saya ingin sih ngecek kesana, lagian itu masuk ke wilayah saya kan. Saya tergantung ibu negara saja, kalau dia minta pulang malam ini saya gak bisa nolak." kata pak gubernur D
" betul pak masuk ke wilayah bapak." jawab vian
" saya juga ingin melihatnya, besok kira kira jam berapa kesana, nanti saya kesini." kata pak gubernur B
" iya sudah kalau begitu menginap saja disini." kata vian
" gimana ibu negara pak," kata pak gubernur B
tak lama para isteri gubernur datang bersama ibu sisil dan lily, astrid dan dilla sudah izin istirahat duluan.
" pak besok gak ada kegiatan lagi kan." kata ibu athia
" gak ada bu, memangnya ada apa." kata pak gubernur D
" ini... Ibu pengen nginep disini boleh kan." kata ibu athia
" iya sudah kalau memang ibu mau menginap, tapi memang boleh sama ibu lily gitu." kata pak gubernur D
" silahkan aja pak, masih ada beberapa kamar kosong kok." jawab lily
" ibu juga ya pak, nginap disini, tadi ibu sudah telepon ke rumah, jadi azka besok diantar sopir ke sekolahnya. Ibu masih pengen ngobrol soalnya." kata ibu zahra
" ibu juga masih betah pak disini, kapan lagi bisa ngobrol sama ibu ibu ini. Tadi sudah bilang ke ibu lily dan saudara kok." kata ibu nurul
" iya sudah kalau begitu, bapak gak bisa apa apa." kata pak gubernur L
" ibu jangan bilang mau nginap juga disini ya." kata pak bambang
" emang mau nginap disini, bapak aja pulang sendiri." kata ibu sisil
" rumah kita kan dekat bu." kata pak bambang
" ibu sudah suruh orang rumah antar baju kesini." kata ibu sisil
" iya deh gimana ibu saja." kata pak bambang
" iya sudah bapak dan ibu silahkan ke kamar dulu, berganti pakaian, mau lanjut ngobrol silahkan mau langsung istirahat silahkan. Mohon maaf kalau kamarnya tidak sebagus hotel." kata vian
" jadi merepotkan pak vian nih." kata pak gubernur B
" iya nih jadi merepotkan." kata pak gubernur L
__ADS_1
mereka pun akhirnya pergi masuk ke rumah, disana tinggal vian dan pak bambang saja. Vian meminum kopi lalu menyalakan rokoknya.
" bapak harus buat kamar lagi kayanya, kalau banyak tamu seperti ini." kata pak bambang
" iya memang sedang buat mess di sebelah parkiran itu pak. Dan kemarin isteri juga bilang supaya buat kamar khusus tamu." kata vian
" benar benar pak vian dan keluarga sudah memikirkannya." kata pak bambang
" karena keluarga besar pak, saya harus menyiapkannya, ." kata vian
" betul itu pak, apalagi kalau ada acara kumpul keluarga dari luar kota, bisa hemat juga, lagian lahan bapak masih luas." kata pak bambang
" rencana saya mess ini juga gak asal, jadi kalau ada tamu bisa dipakai, sekarang saja ada 2 karyawan LCI dari surabaya untuk disign dan pengelolaan akun media sosial. Karena saya khawatir mereka juga akan segan kalau terus tinggal 1 rumah dengan saya." kata vian
Tak lama pak gubernur B, pak gubernur D, dan pak gubernur L datang kembali ke gazebo.
" terimakasih banyak nih pak sudah di jamu, saya jadi gak enak merepotkan bapak." kata pak gubernur D
" sama sama pak, tapi harap maklum saja kalau ada pelayanan kami tidak bisa memuaskan bapak bapak ini." kata vian
" ini sudah luar biasa pak, terimakasih." kata pak gubernur L
" saya yang malu jadinya, rumah dekat numpang tidur di rumah bapak." kata pak gubernur B
" sekali kali pejabat menginap di rumah warganya." kata vian.
" iya tuh isteri saya yang biasa diam, sekarang masih asyik ngobrol." kata pak gubernur L
" sambil di nikmati pak makanannya." kata vian
karena waktu sudah malam vian dan yang lainnya pergi istirahat, vian masuk ke kamar, melihat isteri isterinya sudah tidur pulas, vian tidur di sofa bed.
Pagi hari vian bangun terlebih dahulu, lalu membangunkan isteri isterinya untuk sholat berjamaah. Selesai sholat vian duduk di sofa, lily menghampiri vian dan duduk di pangkuannya.
" ayo dong pah, kita berbuat." kata lily sambil mencium bibir vian. Vian pun membalasnya lalu mengajak lily ke kasur. Astrid dan dilla pun ikutan, terjadilah hubungan suami isteri tersebut dengan diakhiri melepaskan puncaknya bersama lily. Mereka pun berpelukan, " terimakasih ya sayank." kata vian lalu mengecup kening ketiga isterinya tersebut. Lily, astrid dan dilla melanjutkan istirahat sedangkan vian bersih bersih, lalu pamit pergi ke gazebo membawa laptopnya
sampai di gazebo vian membuat teh, menhalakan rokoknya lalu membuka laptop dan membaca laporan. Vian menerima laporan dari pak daryat bahwa L-Pro sudah melakukan transaksi pembelian lahan di sebelah pabrik LCI. Lalu vian mengirim pesan ke pak daryat.
" pak sekarang posisi dimana." tanya vian
" saya masih di surabaya pak, hari ini saya kembali ke jakarta pakai pesawat pagi sebelum dzuhur sudah sampai." kata pak daryat
" iya sudah kalau begitu berkabar saja, soalnya ada yang harus kita diakusikan masalah lahan tersebut." kata vian
" baik pak." kata pak daryat
__ADS_1
vian juga mengirim pesan ke pak dede supaya jam 8an membawa minibus karena mau ke lokasi pembangunan sekolah, dan mengirim pesan ke pak edi supaya datang juga membawa mobil nantinya untuk mengantar pak gubernur L ke bandara.
Jam 8 mereka semua sarapan bersama di ruang makan, obrolan hangat sambil sarapan pun terjadi seperti keluarga dekat. Selesai sarapan mereka siap siap untuk pergi meninjau lokasi pembangunan sekolah dan kampus. Mereka semua ingin ikut, vian juga menjelaskan ke pak gubernur L, takut gak keburu pulang lagi ke rumah jadi bisa langsung pergi ke bandara dari sana.