
Karena sudah mau magrib mereka pun kembali ke rumah, mereka bersih bersih dan mengambil air wudhu supaya bisa sholat berjamaah, selesai sholat mereka makan malam bersama.
" besok saya akan pergi ke KBB, melihat perkembangan pabrik LA, dan mau pesan barang barang untuk Aqiqah de Avin dan De Alea di PBN." kata vian
" aku ikut ya pah." kata shinta
" bukannya kamu selalu ikut." kata lily
" takut aja papah enggak ajak aku." kata shinta
" mamah juga mau ikut tapi besok ada yang mau jadi agen dari luar, jadi enggak bisa menemani papah." kata lily
" papah juga enggak akan lama kok palingan 1 malam aja, papah juga mau ke kampung, mau ziarah." kata vian
" kalau begitu siap siap de Alea bakalan punya adik." kata lily
" aamiin." kata shinta dan yang lainnya
" ibu sama bapak mau ikut pulang kampung." kata vian
" enggak lah, lagian disini perlu persiapan untuk aqiqahan." kata bu ningsih
" iya sudah kalau begitu, saya sama shinta besok pergi kesana." kata vian.
selesai makan malam vian pergi ke gazebo, vian menyalakan rokoknya lalu menelepon pak dede supaya besok jam 7an siap siap di rumah untuk pergi ke KBB. Vian pun pergi masuk ke rumah lalu istirahat di kamar, astrid dan dilla sedang memberikan ASI kepada de Avin dan De Alea, lily pun sama sedang menidurkan de qinar. Shinta sedang menyiapkan pakaian untuk pergi ke KBB
Keesokan paginya setelah sarapan vian dan shinta pamitan untuk pergi ke KBB. Vian pun mengajak putra supaya ikut menemaninya. Di perjalanan shinta menyandarkan kepalanya ke bahu vian.
" pak mau berhenti dulu di rest area atau langsung aja." kata pak dede
" istirahat dulu aja, saya belum ngopi juga." kata vian
" papah banyak ngopi ih." kata shinta
" makanya papah olahraga dan banyak minum air putih." kata vian
__ADS_1
jam 8.47 menit mereka sampai di rest area
" kamu mau makan lagi sayang." kata vian
" aku minum aja deh pah." kata shinta, shinta pun emmesan jus sedangkan vian, pak dede dan putra memesan kopi, vian menyalakan rokoknya.
" nanti kita ke pabrik LA dulu bawa jagung bakar lalu kita pergi ke kampungnya, nginap disana aj." kata vian
" siap pak, memang dingin dingin makan jagung bakar sama kopi." kata putra
" ingetin juga beli sembako untuk bapak aki ya." kata vian
" iya pah, makan siangnya di tempat biasa itu ya pah." kata shinta
" iya gimana kamu aja sayang." kata vian. Sehabis ngopi mereka pun melanjutkan perjalanan. Jam 11.17 menit mereka sampai di pabrik LA.
" kamu mau ikut ke PBN dulu enggak, papah mau pesan beras untuk acara aqiqah de avin dan de alea dulu." kata vian
" iya aku ikut." kata shinta, lalu mereka pun pergi ke perusahaan PBN, vian langsung menemui pak andi dan memesan beras kemasan 2 Kg, minyak goreng, mie instant. vian baru ingat kenapa harus beli sembako di supermarket di PBN sudah ada, jadi dia pun memesannya dan memasukan ke mobil. Setelah itu kembali ke pabrik LA.
" pik saya mau ke kampung, siapkan jagung dan arang untuk membakarnya ya sama udang sekalian untuk makan malam." kata vian
" iya nanti aku masakin deh." kata shinta
" masak air aja gosong, gimana masak makanan." kata pak dede
" enak aja, awas aja kalau minta dimasakin lagi." kata shinta
opik pun menyiapkan barang yang diminta termasuk bumbu bumbu. Setelah itu vian pamitan ke opik karena mau makan siang terlebih dahulu.
Sampai di tempat makan vian memesan makanan dan minuman lalu mengajak shinta untuk sholat dzuhur dulu, selesai sholat vian merokok sambil menunggu makanan jadi. setelah makanan dihidangkan mereka pun makan siang yang sedikit telat itu, mereka makan dengan lahapnya. Selesai makan vian melanjutkan perjalanan, sebelum sampai ke kampung vian meminta berhenti di supermarket untuk membeli makanan ringan dan minuman untuk nanti di villa serta membeli rokok untuk dia dan pak dede serta. Setelah itu melanjutkan perjalanan ke villa di kampung. Vian menelepon yang mengurus villa supaya membukakan pintu villa karena sebentar lagi akan tiba disana.
Sampai di villa vian dan shinta beristirahat dulu di kamar utama villa, vian juga menyuruh pak dede dan putra untuk istirahat dulu di kamar yang ada di villa sebelum ke rumah kakeknya vian. Di dalam kamar vian dan shinta pun bersih bersih lalu melakukan pertempuran karena shinta sedang bergairah habis datang bulannya selesai. Setelah melakukan pertempuran vian dan shinta istirahat lalu pergi mandi. Setelah siap vian mengajak shinta berjiarah ke makam kakek dan nenek dari pak adi yang enggak jauh, setelah itu pergi ke rumah kakek hadian.
" assalamualaikum, pak, emma." kata vian
__ADS_1
" waalaikumsalam, eh kamu, kapan datang kok enggak mengabari bapak dulu sih." kata kakek hadian
" baru sampai pak tadi ke pabrik dulu, ini shinta pengen menginap disini katanya." kata vian lalu mereka bersalaman dan saling merangkul, shinta pun menyalami kakek hadian, kakek hadian pun membawa masuk mereka. Pak dede dan putra menurunkan barang sembako yang sudah dipisahkan tadi.
" emma kemana pak." tanya vian
" lagi di kamar mandi kayanya mau sholat. Gimana kabarnya kamu. Katanya neng astrid sama neng dilla udah melahirkan." kata kakek hadian
" alhamdulillah pak, iya pak rabu besok mau mengadakan aqiqah di rumah, bapak sama emma mau kesana enggak." kata vian
" pengen sih pergi kesana, tapi bapak sama emma disini sedang nunggu panen dan kesehatan bapak juga kurang baik." kata kakek hadian. Tak lama neneknya vian datang., shinta langsung menyalami nenek vian itu. Disusul vian, pak dede dan putra
" kapan kamu datang, ini teh neng shinta ya, neng lily enggak ikut." kata neneknya vian
" enggak ma, mbak lily sedang sibuk, mbak astrid sama mbak dilla baru melahirkan jadi enggak bisa ikut, ibu sama bapak juga lagi sibuk menyiapkan aqiqah de avin sama de alea." kata shinta
" siapa nama uyut bapak itu." kata kakek hadian
" lavindra trivian permana sama aleandra dilvian permana pak." jawab vian
" terus neng shinta kapan menyusul nih." kata kakek hadian
" insyaAllah kek, diakan saja secepatnya ya." kata shinta
" aamiin, semoga kamu juga cepat memiliki keturunan ya, bapak sama emma sellau doakan yang terbaik untuk kalian." kata kakek hadian
" terimakasih kek." kata shinta
" oh iya pak itu vian bawa hasil produk pabrik baru itu, ada beras, mie instant, minyak goreng, dan terigu." kata vian
" udah jalan itu pabrik, alhamdulillah kalau begitu semiga usaha kamu terus lancar tanpa ada hambatan apapun ya." kata kakek hadian
" terimakasih pak aras doa doanya, sebwntar lagi pabrik pengolahan air minum dan makanan ringan juga akan mulai beroperasi, doakan juga semoga lancar segalanya." kata vian
" itu pasti, enggak perlu kamu minta, bapak dan emma selalu doakan kalian, semoga usaha kamu berkembang dan membawa manfaat dan keberkahan untuk semuanya, keluarga kamu selalu rukun, anak anak kamu sholeh dan sholehah, bapak bangga sama kamu, tapi ingat jangan sombong dengan apa yang telah kamu peroleh saat ini, kamu memiliki beban tanggung jawab yang besar selain keluarga, kamu juga harus bertanggung jawab kepada karyawan kamu." kata kakek hadian
__ADS_1
shinta membuatkan kopi untuk kakek, vian, pak dede dan putra, vian pun mengobrol di luar karena ingin merokok sambil menikmati suasana di kampung.