Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Syukuran Shinta 2


__ADS_3

Vian dan lily serta devan pun pergi ke ruko naik motor


" asyiiik, aa naik motor." kata devan begitu gembira


" a, mamh cantik enggak pakai kerudung begini." kata lily


" cantik banget mah," kata devan


" kalau mamah pakai terus gimana." kata lily


" bagus itu mah, aa setuju." kata devan


mereka pun sampai di ATM, vian mengambil uang, setelah itu kembali ke rumah, akan tetapi devan mau berkeliling dulu pakai sepada motor.


Sehabis sholat magrib mereka makan malam bersama


" terimakasih banyak ya, kalian sudah mengajak nenek untuk pergi umroh." kata ibu julaeha


" sama sama nek, ini semua sudah kewajiban kita, alhamdulillah kalau memang nenek senang dan bahagia." kata vian


" senang banget, akhirnya nenek bisa menginjakan kaki di tanh suci, maaf membuat kalian repot, dan sekalian nenek dan rina mau pamitan pulang karena saudara dan tetangga sudah menunggu." kata ibu julaeha


" iya nek, hati hati di jalan ya, kabari kalau sudah sampai." kata lily


" iya nanti bi rina kabari, terimakasih sudah membawa kami pergi umroh, maaf jika kami merepotkan kalian disini." kata bi rina


" enggak kok bi, kita senang malahan, nanti nenek dan bi rina enggak usah mikirin biaya perjalanan, vian sudah menyiapkan itu semua untuk nenek," kata lily


" iya cu, terimakasih banyak." kata ibu julaeha


Jam 8.37 menit nenek lily dan bi rina serta suaminya siap siap, barang bawaan sudah di masukan ke bagasi mobil. Vian memberi uang ke nenek lily dan bi rina. Vian juga memebrikan kepada pak Kosasih dan Agung untuk biaya di perjalanan. Nenek lily dan bi rina pun pamitan lalu mereka pun pergi dari rumah menuju ke Jogya.


setelah mengantar neneknya lily, vian, lily, astrid dan dilla sudah masuk ke kamar yang biasa di pakai tamu. Vian minum kopi yang tadi sia bawa dari rumah lalu duduk di teras luar kamar, dia pun menyalakan rokoknya, tak lama lily datang kesana menemui vian.


" pah enggak apa apa mobilnya di pakai untuk antar nenek ke jogja." kata lily, dia merasa enggak enak kepada vian

__ADS_1


" memangnya kenapa gitu, iya enggak apa apa, kalau pakai mobil mamah kan bakalan di pake ke kantor, kalau pakai mobil lain takut nenek enggak akan senyaman pakai mobil itu. Papah masih bisa pakai mobil lain kalau mau pergi, pakai motor aja enggak masalah." kata vian


" tapi mamah enggak enak sama papah." kata lily


" memangnya kenapa, terus kalau keluarga aku pakai mobil mamah, mamah akan melarangnya." kata vian


" iya enggak akan dong pah." kata lily


" jangan merasa enggak enak gitu, keluarga papah keluarga mamah juga begitu pula sebaliknya." kata vian


" iya pah, terimakasih ya." kata lily lalu memeluk vian dan menciumnya. Astrid dan dilla pun datang mereka melihat kemesraan vian dan lily


" duh yang enggak ajak ajak, berdua aja nih romantis romantisannya." kata astrid


" iya dong, kenapa sih ganggu, aku kan mau romantis romantisan sama suami aku." kata lily


" aku juga isterinya." kata astrid dan dilla


" oh iya ya, aku lupa kalian juga isterinya." kata lily


" awas aja ya, nanti kalau shinta udah ada papah tidak melirik kita lagi." kata astrid


" iya, apalagi sampai mengabaikan kita." kata dilla


" kalau itu dilakukan kita siksa dan kebiri aja." kata lily


" awas juga kalau cari sekretaris baru." lanjut lily


mereka pun masuk ke dalam kamar, lalu mereka pun melakukan hubungan suami isteri, setelah mendapatkan kepuasan mereka pun istirahat. Karena kasur disitu kecil, vian pun pindah ke kamar yang di tempati devan. Pagi hatri vian bangun lalu pergi mandi dan membangunkan isterinya untuk sholat syubuh.


Selesai sholat vian pamitan untuk berolahraga, setelah selesai bersepeda keliling komplek vian membuat kopi lalu duduk di teras, vian menyalakan rokoknya, tak lama orang tua teman temannya bella datang.


" pak maaf ganggu, nanti siang kami akan kembali ke surabaya, disana sudah ditunggu saudara saudara soalnya." kata bapaknya sella


" sudah beli tiketnya." kata vian

__ADS_1


" belum pak, kata sella dia belum bicara sama bapak." kata bapaknya sella


" iya sudah saya tanya dulu ke sella." kata vian, lalu dia menelepon sella supaya datang kesana.


" sell, kamu udah bilang pak dede belum beli tiket pesawat untuk orang tua kamu dan yang lainnya." kata vian


" belum pak, semalam saya mau bilang tapi enggak enak soalnya bapak masih sibuk mengurus pulangnya nenek ibu." kata sella


" iya sudah, saya kan sudah bilang kalau perlu apapun langsung bilang, kalau kalian bisa handle sendiri kalian lakukan saja, jadi siapa aja yang mau pulang, supaya saya pesankan tiket pesawatnya ke pak dede dan mengatur kendaraan yang akan mengantar ke bandara." kata vian


" oh iya pak boleh enggak saya dan selly pulang dulu, 3 hari nanti kami balik lagi kesini." kata sella


" iya sudah kalau begitu, kalian pulang saja dulu supaya bisa ketemu sama saudara saudara kalian, nanti kalau mau pulang kesini lagi kamu langsung aja hubungi pak dede untuk tiket pesawat dan penjemputannya." kata vian


" baik pak, terimakasih banyak." kata sella, vian pun mengirimkan pesan ke pak dede supaya membelikan tiket untuk teman teman bella dan orang tuanya termasuk sella dan selly. Vian juga bilang kalau ada dari mereka nanti yang mau ke jakarta tolong dibantu juga karena mereka akan menghungi pak dede langsung. Vian juga meminta supaya mengantar mereka pakai minibus supaya bisa sekalian semuanya. Mereka pun setelah tau mau pulang hari itu langsung bersiap siap.


Di rumah shinta sedang sibuk mempersiapkan syukuran, saudara saudara dari ibu anita pun sudah datang membantu acara tersebut, bu anita pun sudah memberitahukan kakaknya almarhum ayahnya shinta supaya besok datang untuk menjadi wali nikahnya shinta secara resmi karena waktu di medinah itu nikah secara agama saja, jadi perlu pernikahan ulang di depan KUA.


Keluarga shinta hanya mengundang saudara saudara dekat dan tetangga rumah aja. Untuk masalah cattering makanan mereka sudah memesan dari tempat biasa lily pesan dan sudah dibantu lily, mereka hanya menyiapkan tenda untuk tamu. Untuk acara pernikahan ini semuanya sudah diatur lily, astrid dan dilla bahkan bingkisan untuk para tamu pun dari LCI.


di pihak vian dia menerima telepon dari opik, bahwa mesin sudah datang dan sedang dilakukan perakitan.


" pak maaf ganggu waktunya saya mendapat kabar dari pak andi bahwa mesin sudah datang sekarang sedang dilakukan perakitan." kata opik


" oh terimakasih pik, oh iya pik, saya minta tolong suruh pak andi untuk datang hari ini ke rumah saya sekarang, jadi sore sudah sampai di rumah saya, untuk disana serahkan saja ke tim yang lainnya," kata vian


" baik pak saya akan sampaikan." kata opik


sehabis Ashar pak andi datang ke rumah vian, dia datang sendiri. Saat itu vian sedang melihat renovasi kamarnya bersama lily.


" pak maaf di depan ada pak andi, katanya beliau dari tim LA yang ditunjuk untuk mengurus pabrik." kata haris


" oh udah datang, bawa aja ke gazebo ya dan tawari minum." kata vian


" baik pak, kalau begitu saya permisi." kata haris, haris pun pamit lalu pergi kedepan dan membawa pak andi pergi ke gazebo

__ADS_1


__ADS_2