Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Melihat Perumahan LAD's Residence 1


__ADS_3

Vian, pak gubernur dan pak walikota mengobrol, begitu pula bu nurul dan bu wulan mereka begitu akrab seperti saudara sendiri.


" pak vian, saya mohon izin nih, sekalian saya ada disini barangkali dari bapak dan ibu ada yang mau disampaikan kepada saya selaku gubernur ataupun ke pak walikota." kata pak gubernur


" silahkan aja pak, lagian acara kita juga santai hanya silaturahmi saja untuk saling mengenal antar saudara." kata vian


" maaf pak walikota, kebetulan kita bisa bertemu dan bersilaturahmi disini, ini adalah moment yang susah kita jumpai, perihal tadi yang disampaikan mengenai warga yang ingin mendapatkan pelatihan, pendampingan usaha, syaratnya apa saja pak, karena ada beberapa warga yang menanyakan hal tersebut. Terimakasih." kata pak lurah


" silahkan saja datang ke dinas UMKM dengan membawa surat keterangan usaha yang dikeluarkan kelurahan dan kartu identitas kesana, nanti kita akan jadwalkan pelatihannya, yang sudah berjalan itu langsung dari Bank BLS, kenapa Bank BLS karena selain memberikan pinjaman modal bank BLS ini yang melakukan pendampingan pelaku usaha UMKM supaya maju, mengapa sampai sebegitunya Bank BLS melakukan hal tersebut, karena bank BLS akan mendapatkan keuntungan jika kreditur atau peminjam usahanya berkembang, kalau usaha peminjam tersebut tidak memperoleh keuntungan maka BLS hanya mempetoleh pengembalian modal pinjaman saja, jadi sistemnya itu bagi hasil dari keuntungan usaha. Saya bisa menjelaskan ini karena saya juga menanyakan kepada pelaku usaha yang sudah meminjam disana, saya juga tidak ingin menjerumuskan warga saya." kata pak walikota


" terimakasih waktunya pak gubernur, pak walikota, saya berasal dari daerah P, apakah kami petani disana bisa bekerjasama dengan perusahaan dillas, bagaimana caranya supaya bisa bekerjasama. Terimakasih." kata pak panji


" mungkin yang akan menjawab ini pak vian langsung, pak saya persilahkan." kata pak gubernur


" terimakasih pak gubernur, siapapun boleh bekerjasama, syaratnya jelas harus memiliki lahan pertanian sendiri atau sebagai pengurus kelompok tani di daerahnya, jadi bapak diharapkan membentuk kelompok tani sendiri supaya kami bisa langsung bertemu dengan beberapa petani disana tidak satu satu, pendirian kelompok tani bisa bapak ajukan ke RT, RW dan kelurahan atau desa masing masing supaya terdata, setelah itu bapak bisa menghubungi perusahaan dillas, saya kasih nomor kontaknya sekarang, jadi siapapun boleh bekerjasama dengan perusahaan dillas tau oun perusahaan LA yng bergerak di bidang agrobisnis." kata vian, lalu memanggil pak wahyudi dan meminta kartu nama dia, lalu memberikannya ke pak panji. Vian juga memberitahukan lokasi perusahaan dillas.

__ADS_1


" maaf pak vian kalau boleh tau perusahaan apa saja yang ada dibawah livi group seperti disampaikan pak walikota tadi." kata pak anto


" perusahaan perusahaan dibawah livi group itu yang ada di kota ini, dillas awalnya hanya bergerak di restoran dan cafe serta toko buah buahan sekarang bergetak dibidang argobisnis terutama untuk hasil pertanian dari provinsi ini, perusahaan LCI bergerak dibidang kosmetik sekarang di tambah ke perlengkapan kebutuhan kamar mandi dan cuci pakaian, kantor cabang di kota ini ada bank BLS, L-Pro dibidang property disini baru perumahan LAD's Residence, dan klinik livi juga, di jakarta ada kantor LCI, SPI, LNI, BSL, rumah sakit livi, L-Trans, L-Pro, dan yayasan pendidikan Livi, di karawang ada pabrik LNI, di KBB ada LA, PBN dan pabrik SPI, di bali ada Livi Resort. Dillas saya dirikan untuk Dilla dan Astrid, LCI untuk semua isteri saya, oh iya ada 1 lagi perusahaan di bidang restoran yang dikelola sama ibu saya dan ibu mertua saya PT. BESAN BERKAH BERSAMA, perlu saya jelaskan juga disini menyinggung perusahaan BBB itu kenapa ibu asti dan ibu sri tidak tinggal disini karena beliau mengurus usaha tersebut apalagi kedepannya harua mengurus catering dan kantin sekolah di YPL pastinya akan sibuk, untuk ayah saya dan ayah mertua mengurus yayasan pendidikan Livi, dimana yayasan tersebut mengelola dari tingkat TK, SD, SMP, SMA, SMK dan universitas, oleh sebab itu pak wanto ayah mertua juga sama harus tinggal disana yangbtadinya mengurus di Dillas yang sekarang di ambil alih pak wahyudi untuk mengelolanya, saya jelaskan ini supaya tidak ada lagi prasangka, bagi bapak dan ibu saudara semuanya jika ingin bergabung menjadi agen produk PBN dan LA bisa hubungi juga Dillas selaku perwakilan di kota ini, produk LA ada air minum kemasan, snack, frozen food, dan sayuran serta buah buahan. PBN ada beras, minyak goreng, mie instan, tepung terigu, LNI produk pakaian anak dan perlengkapan bayi, SPI produk pakaian muslimah. jadi ini bisa menjadi peluang untuk bapak ibu saudara saudara semuanya menjadi distributor dan agen," kata vian.


" bapak ibu semuanya ada peluang untuk dijadikan usaha, kenapa saya mendukung hal ini karena ini akan membantu perekonomian bapak dan ibu semuanya, saya dengar bahwa ada distrubutor livi group yang omzetnya bisa 2 milyar sampai 4 milyar sebulan berasal dari kota ini, coba banyangkan jika keuntungan bersihnya 5% saja, dia dapat 100 juta sampai 200 juta sebulan. Ditambah bonus atau reward lainnya, kaya umroh, mobil, motor. Jadi jangan menganggap sepele, kalau kita mau fokus dan serius insyaAllah pasti bisa." kata pak walikota. Setelah melakukan tanya jawab dan berphoto saudara saudara astrid dan warga tetangga rumah mulai pamitan untuk pulang. Lily dan yang launnya pun memberikan bingkisan dari LCI.


" pak vian setelah ini ada rencana kemana." kata pak gubernur


" mau ke pabrik LCI pak sekalian saya juga mau melihat perumahan LAD's Residence." kata vian


" pak saya mau ikut sama bu lily ya, bapak pergi kerja lagi aja." kata bu nurul


" tapi memangnya muat kendaraannya." kata pak gubernur


" muat pak, ada 2 armada kok, kalau.memang ibu mau ikut." kata vian

__ADS_1


" tuh kan pak.." kata bu nurul


" iya deh, terserah ibu aja." kata pak gubernur


" mau gimana lagi, kalau memang ibu mau." kata pak walikota.


" maaf pak ya saya jadi merepotkan nih." kata pak gubernur


" enggak kok pak, lagian kan enggak usah di gendong gendong." jawab vian sambil ketawa


" nak ibu disini dulu ya sama bu ningsih, bu retno dan bu sri mau melepas kangen disini." kata bu asti


" iya sudah bu, jadi kalu begitu 1 mobil disini aja, nanti gimana gimananya kabari saja." kata vian


" iya nak, terimakasih ya." kata ibu asti

__ADS_1


" iya pak saya juga masih ada acara, jadi harus ke kantor nih, kalau begitu saya pamit dulu." kata pak gubernur


" sama saya juga pak, nitip isteri saja." kata pak walikota, mereka pun pergi ke kantornya. Vian meminum kopi lalu menyalakan rokoknya, vian mengobrol sama pak dani dan saudara lainnya.


__ADS_2