Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Aku Memang Suka


__ADS_3

Jam 5.17 menit silvia bangun, dia kaget karena ketiduran, melihat vian di depan dia pun lekas kesana.


" maaf ya om, aku tadi ketiduran, om kok enggak bangunin saya sih." kata silvia


" enggak apa apa, kamu kelihatan cape jadi om enggak berani bangunin kamu, iya udah kamu mandi sana, nangi makan malam disini aja ya, om pesan nasi goreng, kamu mau makan apa." kata vian


" iya udah sama aja om, kalau gitu aku mandi ya om." kata silvia, dia pun pergi ke kamar untuk mandi. Karena sudah magrib vian masuk lalu sholat magrib, setelah sholat dia duduk kembali di ruang keluarga. Silvia pun datang lalu duduk di sofa.


" oh iya jus kamu ada di kulkas, tadi om masukin kesana karena takut enggak dingin lagi." kata vian


" iya om, makasih ya." kata silvia, dia pun bangkit mengambil jusnya di kulkas. Vian dari tadi enggak melihat pak dede, mungkin dia ketiduran di kamar.


" om, apa tante lily, tante astrid, tante dilla dan tante shinta enggak akan marah kalau mereka tau kalau kita disini berdua." kata silvia


" kenapa memangnya, mereka tau kok, om tadi bilang." kata vian.


" kok om bilang sih, nanti kalau tante ketemu aku marah gimana." kata silvia


" iya terus mau kamu gimana, kamu mau tidur di villa lain." kata vian


" iiiih.. Enggak ah om.. Aku takut sendirian." kata silvia


" iya udah kamu jangan berfikir macam macam, tante enggak akan marah sama kamu kok.:" kata vian


" makasih ya om, jujur aku senang bisa dekat sama om, selama ini kan aku enggak pernah dekat seperti ini sama om." kata silvia


" jangan jangan kamu takut ketahuan sama pacar kamu ya." kata vian


" apaan sih om, siapa yang udah punya pacar, selama ini aku belum pernah loh dekat sama cowok sedekat ini." kata silvia


" terus kenapa kamu mau, om kan jauh lebih tua dari kamu dan km juga udah punya isteri." kata vian


" aku malahan merasa senang bisa kenal sama om apalagi bisa dekat kaya begini, aku mau kok....." kata silvia, dia enggak melanjutkan perkataannya.

__ADS_1


" mau apa ayo..." kata vian


" enggak ah aku malu..." kata silvia


" masa anak ketua dewan malu sih... kamu sih pasang persyaratan yang tinggi, jadi cowok mundur duluan." kata vian


" enggak kok om, karena aku enggak mau aja dekat sama cowok apalagi pacaran, aku enggak mau nangis karena cowok, aku melihat teman teman begitu soalnya." kata silvia


" jadi sekarang ada cowok yang kamu taksir, atau dekat sama kamu, terus om suruh ngomong sama bapak dan ibu kamu ya." kata vian


" sekarang memang aku dekat sama cowok, ini buktinya." kata silvia sambil mendekatkan tubuhnya ke vian, dia oun menyandarkan kepalanya ke bahu vian


" ayo om berani enggak bilang sama bapak sama ibu. Enggak apa apa ya om aku begini...." lanjut silvia, vian hanya mengangguk. Cuaca siang tadi memang panas, dan sore hari terlihat mendung, tak lama suara petir terdengar menggelegar sehingga membuat silvia kaget dan memeluk vian.


" om... Aku takut..." kata silvia, dia pun mengeratkan pelukannya ke tubuh vian, bau harum sabun dan shampoo pun masuk kehidung vian.


" udah enggak usah takut.. Kan ada om disini." kata vian lalu mengelus kepala silvia


" terus selama ini kamu kalau ada petir gimana." kata vian


" aku suka berpelukan sama kak silvi aja kalau ada petir atau hujan besar, makanya aku enggak bisa sendirian om." kata silvia


" udah ya, petirnya juga udah enggak ada." kata vian. Tak lama terdengar suara opik, mengantarkan makanan. Vian melepaskan pelukan silvia lalu pergi kedepan


" pak ini makanannya, untuk pak dede sudah diantar ke kamarnya, dia ketiduran, dia bangun karena suara petir." kata opik


" pantesan dari tadi saya cari dia, makasih banyak ya pik, maaf saya merepotkan kamu aja." kata vian


" enggak apa apa pak, kalau begitu saya pamit mau pulang ke rumah, kalau perlu apa apa bapak hubungi aja OB kantor." kata opik


" iya pik, kayanya saya juga harus istirahat nih." kata vian, opik pun pergi meninggalkan vian setelah menyerahkan makanan. Vian membawa makanan itu lalu memberikannya ke silvia.


" ayo makan dulu, maaf ya seadanya." kata vian

__ADS_1


" ini juga udah banyak om, makasih ya om." kata silvia. Mereka pun makan malam berdua. Selesai makan vian menhalakan rokoknya, tak lama handphone berbunyi. Ada video call dari lily.


" papah lagi apa." tanya lily


" baru selesai makan, kaluan udah makan malam belum." kata vian


" sama, kita juga baru selesai makan, tuh lihat isteri papah baik baik kan." kata lily sambil menunjukan kameranya ke arah astrid yang sedang mengelus punggung shinta


" makasih ya sayank, besok pagi papah pulang." kata vian


" iya udah, papah istirahat ya, pasti cape banget apalagi kemarin shinta bilang papah kurang tidur." kata lily


" iya sayank, kalian juga istirahat ya. Met istirahat." kata vian lalu memberikan ciuman jarak jauhnya. Setelah itu menutup telepon.


" so sweet.. Mau dong aku juga di kiss." kata silvia.


" kamu ya, awas aja kalian melakukan hal hal yang enggak enggak di asrama kalian." kata vian. Suara petir terdengar lagi dan hujan pun turun dengan derasnya.. Membuat silvia langsung memeluk vian.


" om peluk aku... Aku takut om, jangan tinggalin aku ya om, kita tiduran dikamar aja om. Aku takut nih." kata silvia ketakutan, vian pun memeluk silvia,


" sini aja... Masa kita berdua tiduran di kamar sih." kata vian


" iya enggak apa apa om, lagian aku memang suka sama om, kebetulan hari ini aku bisa berdua sama om, aku bisa dekat sama om ini kebahagian aku om." lirih silvia yang enggak begitu terdengar karena suara hujan dan petir. Silvia pun meringkuk dipelukan vian, karena suara petir beberapa kali kencang membuat silvia pindah dari samping ke atas pangkuan vian. Mendapatkan perlakuan seperti ini vian sebagai pria normal apalagi tubuh silvia yang cantik, kulit putih ada diatas pangkuannya. Silvia pun mengangkat kepalanya dari pundak vian lalu mencium bibir vian, vian yang terbawa suasana pun membalas ciuman tersebut. Vian ******* bibir tipis silvia, silvia membalasnya juga.


" via ini enggak boleh, gimana kalau bapak dan ibu kamu tau." kata vian setelah melepaskan ciumananya


" ini ciumanan aku pertama om, aku berikan ke om sebagai bentuk terimakasih aku dan rasa sayang aku ke om, aku enggak akan menuntut apa apa kok om." kata silvia, lalu dia memberikan ciuman ke pipi vian dia pun menyandarkan kepalanya ke pundak vian


" om jangan marah ya ke aku dan aku enggak mau setelah ini om menghindar dari aku, aku hanya ingin merasakan disayangi cowok dan itu dari om." lanjut silvia


" iya sudah kamu tidur ya, kalau masih lapar ini masih ada martabak." kata vian


" iya om, makasih ya om, om udah baik sama aku, aku ingin tidur di pangkuan om." kata silvia. Dia lalu tiduran di pangkuan vian. Vian menyalakan rokoknya dan mengambil selimut terlebih dahulu, lalu menyelimuti silvia, silvia merasa ada kehangatan dari tindakan vian. Dia merasakan nyaman berada di sisi vian.

__ADS_1


__ADS_2