
Lily memberikan air minum ke vian dan devan
" papah mau dibuatin kopi." kata lily
" boleh mah, terimakasih." kata vian
" pak, mbak kalau gitu saya pulang dulu ya sudah sore." kata shinta
" iya udah, besok saya jemput kamu ya jam 8an karena jam 10 janjian sama pak gubernur disana." kata vian
" baik pak." kata shinta
" kamu naik apa." kata lily
" naik taxi aja mbak." kata shinta
" minta antar pak dede atau pak edi aja." kata lily
" enggak usaha mbak." kata shinta
" udah nurut, saya yang bicara sama mereka." kata lily, lalu memberikan kopi ke vian dan pamit mengantarkan shinta ke depan
" mamah kok pulang, nanti aa bobo sama siapa." kata devan
" kan ada mamah sayang." kata lily
" iya kan ada mamah astrid juga." kata astrid
" mamah dilla juga bisa temani aa bobo." kata dilla
" iya udah deh kalau begitu." kata devan, shinta pun pamitan lalu pergi bersama lily dan devan karena mau ikut mengantar juga. Ia pun ingin di gendong sama shinta
" duh yang lagi manja, sampai mau digendong." kata bu retno
" enggak apa apa, habis kalau nanti digendong nenek, neneknya bongkok lagi." kata devan
" memangnya nenek udah tua banget gitu." kata bu retno
" namanya juga nenek, pasti udah tua dong." kata devan, semua yang mendengarkan ketawa
" gimana tadi belanjanya udah semuanya." kata vian
" udah pah, tapi semuanya mbak yang bayar." kata astrid
" iya pah, kita jadi enggak enak loh, padahalkan untuk acara kita." kata dilla
" iya enggak apa apa, orang uang itu dari papah, dan itu memang buat kebutuhan rumah." kata vian
" kirain uang mbak." kata astrid
" iya mungkin ada juga uang dia yang ke pakai karena papah juga enggak tau pengeluaran berapa." kata vian
" pah untuk yang dibagikan ke anak yatim biar uang dari aku aja ya, aku juga kan pengen berbagi, lagian uang gajian aku enggak pernah kepakai apa apa." kata astrid
" iya pah, aku juga ya." kata dilla
__ADS_1
" ya sudah kalau itu kalian yang mau." kata vian
" nanti uangnya aku transfer ke papah ya." kata astrid
" iya sudah, nanti papah ambil di bank." kata vian
karena sore, vian, astrid dan dilla pun masuk ke rumah
" mah devan mana." kata vian
" iya ly si aa kemana tadi kan ikut sama kamu." kata ibu retno
" dia mau ikut sama shinta sampai nangis, iya udah dari pada nangis kejer di izinin aja, tapi shinta disuruh balik lagi kesini, jadi dia ngambil pakaian aja." kata lily
" makanya kamu harus lebih perhatian dong sama anaknya." kata bu retno
" iya bu." jawab lily, lily, astrid dan dilla masuk ke kamar sedangkan vian dan bapak bapak yang lain pergi ke mushola. Selesai sholat mereka berkumpul lagi di ruang makan, sambil menunggu devan pulang mereka pun makan, tak lama devan dan shinta datang, shinta membawa tas pakaian untuk ganti.
" shin kamu simpan dulu pakaian kamu di mess, kuncinya ada di meja." kata lily
" iya mbak, terimakasih." kata shinta, si aa pun mengintil terus ke shinta
" aa tunjukin ya kamarnya untuk cewek, kalau sudah kesini lagi kita makan malam bersama." kata lily
" oke mah." kata devan sambil berjalan membawa shinta ke mess. Tak lama mereka pun datang, lily menyuruh shinta untuk makan.
" hari jum'at minggu depan kita akan mengadakan peresmian sekolah, mohon doa dari semuanya semoga acara tersebut berjalan lancar dan sekolah yang kita bangun itu bisa menghasilkan siswa siswi berprestasi dan bertaqwa serta membawa keberkahan buat kita semuanya." kata vian
" aamiin." kata mereka
" aamiin." kata mereka lagi
" jadinya yang mau dibuka tahun ini sekolah apa aja." kata bu retno
" TK, SD, SMP, SMU, SMK bu." kata pak bowo
" terus guru gurunya sudah ada." kata bu retno
" sudah, tadi kita wawancara para calon guru dan staf besok juga sama akan dilakukan test dan wawancara" kata pak bowo
" aa mau sekolah enggak disana." kata bu retno
" mau dong, supaya tiap hari aa bisa main sama thunder." kata devan
" iya udah daftarin aa ya di TK Livi." kata bu retno
" iya boleh, lagian supaya aa ada aktivitas juga." kata lily
" berarti villa disana harus dilengkapi perlengkapannya kaya kasur, supaya aa kalau mau istirahat ada tempatnya." kata bu retno
" jadi kita juga sekalian bisa mantau restoran dan kantin, sama supermarketnya juga." kata bu ningsih
" asyik kita jadi ada aktivitas nih enggak terus di rumah." kata bu retno
" terus toko yang di depan itu mau kamu bikin apa a." kata bu ningsih
__ADS_1
" yang toko besarnya sudah disewakan untuk supermarket, nah yang 1 untuk gerai LCI dan SPI, tinggal 1 lagi kalau ibu mau pakai." kata vian
" gimana bu kalau kita buka toko kue aja." kata bu ningsih
" boleh tuh, nanti kue kuenya biar dari restoran aja yang kirim." kata bu retno
" kalau kampus kapan dimulainya pah." kata lily
" mudah mudahan tahun ini juga, dan tim sudah membuat brosurnya serta sudah dibuatkan iklan." kata vian
" wah kalau berjalan, disana akan semakin rame." kata lily
" makanya sebelum orang lain yang mendahului, kita harus bisa memanfaatkan terlebih dahulu." kata vian
" jangan sampe nanti lahan di livi residence jadi semberaut, harus bisa mengaturnya." kata lily
" itu papah udah serahkan ke pak agus dan dibantu kakek braja, bapak dan kakak hilda." kata vian
" harus bisa memprioritaskan warga sekitar dulu pah, supaya tidak terjadi bentrokan." kata lily
" makanya papah suruh agus juga, dia kan orang sana jadi lebih tau kondisinya." kata vian
" maaf pak stempel sudah jadi ada di tas saya." kata shinta,
" iya sudah nanti ambil kasih ke bapak aja ya." kata vian
" baik pak." kata shinta
" untuk surat undangan peresmian biar tim sekolahan aja ya yang buat, takut kamu enggak ke pegang juga." kata vian
" iya lah kasihan shinta, nanti bapak suruh mereka membuatnya." kata pak bowo
" ini pertaruhan kita, untuk biaya sekolahnya harus kita pergitungkan juga dengan cermat, supaya tidak membebani yayasan dan orang tua siswa juga." kata vian
" besok bapak akan bahas sama tim lainnya." kata pak bowo
" kita salah langkah awal ini aja, kedepannya bakalan susah." kata vian
" apa enggak terburu buru pah." kata lily
" kalau enggak di mulai sekarang kapan lagi, menunggu ajaran tahun depan takutnya malahan kelamaan." kata vian
" ajaran tahun ini tinggal 2 atau 3 bulanan lagi soalnya." kata vian
" iya juga sih, lagian kita kan mau berangkat umroh ya." kata lily
" kalau kita sudah semuanya siap untuk perlengkapan yang harus dibawa." kata vian
" udah pah, tadi kita udah beli, iya kalau masih ada yang kurang nanti kita beli aja disana ya." kata lily
" iya udah kalau begitu, kalau untuk acara 4 bulanan gimana." kata vian
" untuk bingkisan udah kita beli untuk 100 paket, nunggu goodybagnya aja, kata murti besok dikirim kesini." kata lily
" syukur kalau sudah, kamis bisa di masukan ke goodybag lagian sekarang udah banyak pasukan ini." kata vian.
__ADS_1
Selesai makan vian pamitan ke gazebo, disana vian minum kopi tadi sore lalu menyalakan rokoknya. Pak bowo, pak adi dan pak wanto pun menyusul kesana.