
Tak lama vian menerima telepon dari pak bupati, memberitahukan bahwa beliau sedang menuju ke pabrik
" selamat siang pak vian, apa bapak sudah berada di pabrik." kata pak bupati
" sudah pak, saya bersama pak bambang dan pak gubernur B disini." jawab vian
" saya sekarang sedang menuju kesana dan katanya pak gubernur D juga sudah dijalan." kata pak bupati
" siap pak, kami tunggu kedatangannya." kata vian
" baik pak sampai bertemu disana." kata pak bupati, lalu mematikan teleponnya.
Pak bambang dan pak gubernur melanjutkan mancingnya, vian hanya menonton sambil minum kopi dan ngerokok.
" pak ayo mancing, enak buat menghilangkan kejenuhan kerja." kata pak gubernur
" saya belum dikasih suka pak, bapak saja lanjut, sebentar lagi pak bupati datang, dia bakalan ikutan gabung mancing." kata vian
Sedang santai vian didatangi ika, bella, silvy dan silvia.
" aa ada yang mau ika tanyain nih, sibuk gak." kata ika
" gak, ada apa." kata vian
" waktu tadi ngobrol sama tim LA, kita di tanya apa produk yang di produksi di LA apakah semuanya akan diambil SPI termasuk produk BSnya atau hanya produk yang lolos QC, kata mereka perhitungan harganya beda, apalagi barang BS tidak boleh di jual oleh LA." kata ika
" iya udah ngobrolnya di aula aja ya." kata vian, lalu mengajak mereka ke aula dan pamitan ke pak bambang dan pak gubernur, dia aula memang ada papan tulis dan layar infokus.
" selama ini kalian berhubungan dengan pihak supplier seperti apa." tanya vian
" kemarin ika bilang ke supplier kita pesan berapa, pihak supplier kirim sesuai pesanan kita." kata ika
" terus barang BS atau gagal produksi gimana." tanya vian
" kita akan ambil juga aa, tapi denhan harga berbeda tentunya." kata ika
__ADS_1
" pertanyaan pertama kamu itu sama sebenarnya. Karena pihak produkai juga gak mau rugi kalau pihak pembeli hanya akan mengambil barang bagusnya saja. Apalagi barang gagal atau BS tadi gak mau diambil dan barang tersebut tidak boleh di jual oleh supplier. Kenapa berbeda harga, karena kalau memang batang gahal itu gak diambil pihak pemesan itu akan menjadi beban, untuk itu pihak produksi akan membebankan barang tersebut ke barang bagus. sedangkan kalau barang BS diambil pembeli akan sedikit berkurang gaktor pembebanan biayanya. Setiap pabrik pasti akan ada toleransi barang gagal produksi." kata vian
" terus bagusnya kita ambil yang mana." kata ika
" bagusnya sih barang yang gagal produksi juga diambil supaya jangan sampai produk itu di jual kepasaran oleh supplier walaupun mereka bilang gak akan, kita harus jaga jaga juga dan mulai sekarang SPI harus punya prosedur pengendalian barang rusak tersebut karena nanti juga prosedur itu akan ditanyakan kalau SPI mengajukan sertifikat jaminan mutu atau yang lainnya, termasuk apa bukti SPI telah melakukan QC terhadap produk tersebut." kata vian
" kalau misal produk yang cacat itu kita jual gimana mas." kata bella
" toleransi cacat produk tersebut seperti apa, buat lah grade, misal cacatnya karena ada noda oli kecil masuk grade 1, kalau ada robek masuk grade 2, selebihnya di hancurkan. Nanti kemasan pun kalian harus dibedakan kemasannya supaya pembeli gak bingung dan gak merasa dirugikan, dan itu pasti ada pasarnya." kata vian
" om, apa dengan memasarkan produk cacat tidak akan mempengaruhi terhadap produk yang bagusnya, dan apakah brandnya juga beda." kata silvy
" dengan produk yang cacat tersebut kita yang kendalikan tidak akan mempengatuhi produk bagus, apalagi waktu kita jual kemasan dan brandnya berbeda, dan dikemasan itu kita kasih penjelasan bahwa barang ini adalah barang gagal produksi." kata vian
" kalaupun gak pake brand baru lagi, tapi dibedakan dengan kemasan itu sudah cukup yang penting kita jangan sampai berbohong, kalau memang barang itu bagus bilang bagus, kalau cacat bilang cacat." lanjut vian
" apa barang tersebut kita tawarkan ke distributor atau kita langsung jual sendiri." kata ika
" kalau marketing kita sanggup untuk jual langsung itu jauh lebih bagus, karena kalau ditawarkan ke distributor mereka nantinya akan order barang yang BS itu karena harganya lebih murah. Buat akun lagi buat penjualan produk BS ini." kata vian
" kalian harus belajar juga cara mengenali produk kalian, apakah dari bahan, apa dari kemasan, karena nanti kalau produk kalian booming di pasaran, pasti ada yang menirunya, jadi pas ada yang komplain kalian bisa menjelaskannya, tanda itu hanya tim SPI yang tau mana yang asli dan palsu, karena hanya dari merk itu tidak cukup." lanjut vian
" teori bisa jago, akan tetapi dilapangan pasti akan berbeda, tapi kalian juga hatus bisa memahami teori juga." kata vian
" betul itu om." kata silvy
" kalian juga harus menetapkan berapa lama akan ada produk baru, tidak boleh terlalu cepat dan juga terlalu lama. Perhitungkan masa pengiriman barang sampai ke distributor, lama distributor menjual jangan sampai barang yang baru di pesan belum terjual, produk batu sudah muncul lagi, perhitungkan juga lama pengerjaan produk tersebut sampai siap jual." kata vian
" iya aa." kata ika
Tak lama terdengar ada mobil masuk ke pabrik, opik datang bersama pak bupati dan keluarganya.
" silahkan lanjut pak, maaf kalau saya ganggu." kata pak bupati
" gak kok pak, kita sedang ngobrol bertukar wawasan." jawab vian lalu bersalaman dan berpelukan, vian pun mengenalkan kembali ika, bella, silvy dan silvia
__ADS_1
" pantesan gak kedengaran suaranya ternyata pak bambang sama pak gubernur sedang konsentrasi." kata pak bupati
" mari pak bupati, kita mancing biar mencairkan kepenatan kita." kata pak gubernur
" iya pak tujuan saya kesini pengen manlcing, waktu itu sebentar." jawab pak bupati yang langsung pergi mengambil pancingan, sedangkan ibu siska bergabung dengan ibu ibu lainnya, akbar anaknya pak bupati langsung bermain bersama devan dan azka anaknya pak gubernur B.
Lily memperkenalkan kosmetik LAD's ke ibu siska.
" udah ada kuda sekarang, tambah betah aja si akbar kalau begitu." kata ibu siska
" itu hadiah buat devan dari bapaknya." kata liky
" iya tuh si azka dari tadi main terus sama devan." kata ibu Zahra isterinya pak gubernur
" devan itu punya daya tarik tersendiri memanh, si akbar aja bisa langsung nyetel, padahal sama keluarga aja gak langsung bisa bergaul." kata ibu siska
" iya benar bu, azka aja sama." kata ibu zahra
" ngomong ibu siska gak lagi hamilkan." kata lily
" ibu lily ini, kaya peramal aja. Memangnya kenapa bu." kata ibu siska
" soalnya kan waktu itu kita menginap di villanya vian dikampungnya itu, dulu saya pulang dari sana saya hamil devan, lalu de qinar, sekarang astrid sama dilla juga sama sedang mengandung." kata lily
" oh ibu astrid sama ibu dilla sedang hamil, selamat bu ya." kata ibu siska
" wah saya baru tahu, kalau begitu selamat ibu astrid dan ibu dilla." kata ibu zahra
" terimakasih bu." kata astrid dan dilla
" saya sih belum cek bu tapi memang sudah telat sih." kata ibu siska
" kalau beneran ibu siska hamil, villa vian harus dijadikan tempat buat orang yang ingin punya keturunan datang kesana." kata lily
" iya juga ya." kata ibu siska
__ADS_1
" emang ada apa bu disana." kata ibu zahra penasaran
" gak ada apa apa bu, tapi suasananya maaih alami dan dingin jadi pengen pelukan terus." kata ibu siska sambil ketawa, yang lainnya pun ikutan ketawa. Obrolan ibu ibu itu seperti audah mengenal satu sama lain gak ada kecanggungan diantara mereka diselingi dengan ketawa gembira.