
Vian mengajak pak menteri dan tim dari kementerian tenaga kerja untuk masuk ke dalam perusahaan dan pergi ke ruangan rapat.
" oh iya pak, bapak mau bertemu karyawan di ruangan atau kita datang menemui mereka." kata vian
" sepertinya lebih baik kita datangi mereka saja pak," kata pak menteri tenaga kerja
" sekalian kita bisa melihat situasi di pabrik ini pak." kata pak joko tim dari kementerian.
" untung aja bapak baru datang, tadi ada keributan kecil di depan pabrik ini, orang yang mau melakukan pemerasan dengan dalih lingkungan dia tercemar dan warga di sekitar takut. Padahal dia buakan orang daerah ini." kata pak menteri UMKM
" terus gimana pak, sudah selesai." kata pak menteri tenaga kerja
" sudah.. Tadi pak vian menjelaskannya dengan data dan fakta yang ada, tadi juga di undang warga sini, pak kadesnya, kepala dinas LH." kata pak menteri UMKM
" pak menteri, pak gubernur, dan pak bupati dengar sendiri pernyataan karyawan, kita aja enggak akan diperlakukan seperti itu oleh warga, tapi pak vian mereka rela mengorbankan nyawanya demi pak vian, dan saya dengar itu bukan disini aja." kata pak bambang
" iya pak waktu di karawang pun sama, mereka mati matian membela pak vian." kata pak gubernur
" iya pak, semalam aja di perumahan livi group, warga pada mengucapkan terimakasih, padahal kalau difikir fikir mereka membeli rumah itu pakai uang mereka, enggak di kasih. Tapi itu cara beliau ini bagaimana bisa mengambil hati mereka." kata endris
" kamu besar besarin aja... Kamu enggak dinas apa, makan gaji buta." kata vian
" tadi kan saya udah kerja bro, santai saja enggak ada latihan. kalau saya ajak isteri dan anak pulang sebelum kamu pulang bisa bisa saya tidur diluar." kata endris
" ternyata pak endris juga seperti kita." kata pak bambang
" iya pak dari siang isteri cemberut aja, sampai setiap jam tanya pak jadi enggak ketemu keluarga pak vian." kata pak bupati P
" jangan di dengarkan mereka ini pak, ayo kita langsung saja ketemu karyawan PBN. Mereka pun keluar ruang rapat menuju ke tempat produksi.
" boleh kami mengambil dokumentasi disini." kata pak joko
" oh silahkan saja pak." kata vian, vian membawa mereka ke tempat produksi minyak goreng.
" selamat siang pak." kata karyawan
" siang juga semuanya, maaf mengganggu kalian, kita kedatangan pak menteri tenaga kerja dan timnya, mereka akan melakukan audensi dengan kalian secara langsung, saya harap kalian bicara apa adanya, kalau memang jelek bilang jelek, kalau bagus bilang bagus, ini juga akan menjadi dasar untuk bahan evaluasi manajemen untuk melakukan perbaikan, jangan takut bilang jelek, saya jamin kalian enggak akan dipecat. Silahkan pak." kata vian
" gimana kalian kerja disini betah, apa ada perlakuan yang tidak menyenangkan dari manajemen perusahaan." kata pak menteri tenaga kerja
__ADS_1
" betah pak, kita diperlakukan dengan baik, kita bekerja sangat dihargai tenaga kita ini pak." kata endang karyawan
" dihargainya seperti apa." kata pak menteri tenaga kerja
" kita disini digaji di atas UMR, tidak pernah ditunda gajiannya, kalau lembur kita dibayar dengan sangat manusiawi diatas perhitungan pabrik pabrik lain, jam kerja sama dengan perusahaan lain, ada waktu istirahat, kalau sakit kita disuruh berobat. Kalau mencapai target kita dikasih bonus itu di erikan ke semua karyawan dengan porsinya masing masing." kata endang
" fasilitas apa yang diberikan perusahaan kepada kalian." kata pak menteri tenaga kerja
" fasilitas kesehatan itu mencakup keluarga kita, tunjangan hari tua kita sedang proses pak, karena kita baru juga, walaupun baru kita juga dikasih pilihan untuk mengambil rumah di perumahan livi regency dengan tanpa DP dan angsurannya pun tidak berat disesuaikan dengan penghasilan kita, kalau ada kebutuhan yang urgent pun dipermudah pak yang terpenting benar benar urgent." kata Solihin karyawan lain
" apa ada pelatihan untuk menambah skill atau kemampuan kalian dalam bekerja. Dan apa kalian ada rencana keluar dari sini." kata pak menteri tenaga kerja
" ada pak, setiap sebulan sekali kita ada pertemuan mengenai proses produksi, seperti mesin dan yang lainnya, berat pak kalau untuk keluar dari sini, kekeluargaan disini enak banget." kata endang.
" terimaksih ya.. Selamat bekerja." kata pak menteri tenaga kerja. Mereka pun melihat proses produksi lalu pindah ke produkai mie instant
" gimana kalian betah kerja disini." tanya pak menteri tenaga kerja
" betah banget pak, kita kerja sudah seperti keluarga baik manajemen maupun karyawan." kata Rara karyawan disana
" apa yang membuat kamu betah kerja disini." kata pak menteri tenaga kerja
" maaf ini kamu sudah bekeluarga." kata pak bambang
" belum pak, saya masih ingin membahagiakan orang tua dulu, dan belum ketemu jodohnya aja." kata rara
" kamu tau berapa isteri pak vian." kata pak bambang
" tau pak, waktu pembukaan pabrik kan dikenalkan." kata rara
" ini seandainya, jikalau, andaikata, pak vian mau sama kamu, kamu mau jadi isteri beliau." kata pak bambang
" mau banget pak, eh tapi isteri pak vian kan cantik cantik, mana mau sama saya." kata rara
" kan kalau jodoh siapa tau iya kan.." kata pak bambang
" iya pak. Maaf ya pak atas kelancangan saya." kata rara.
" memangnya berapa isteri pak vian pak." kata pak menteri tenaga kerja
__ADS_1
" nanti saya kenalin pak..." kata pak bambang
" kalau kamu dikeluarkan dari perusahaan ini, kamu akan bagaimana." kata pak menteri UMKM
" jangan dong pak, saya pasti terus meningkatkan kerja saya kok, saya juga suka promosiin produk PBN, saya juga jadi resellernya produk LA dan PBN." kata rara
" kenapa kamu jadi reseller produk LA dan PBN kan katanya gajinya diatas UMR." kata pak menteri UMKM
" iya untuk tambah tambah aja pak, kan kebutuhan kehidupan itu tidak selamanya stabil, saya juga ingin sukses kaya pak vian." kata rara.
" oke terimakasih ya, maaf ganggu kerja kalian." kata pak bambang, mereka pindah ke produksi beras.
" kamu kerja dibagian ini." kata endris
" iya pak saya kerja di penggilingan beras ini." kata burhan
" berapa gaji kamu kerja disini, kamu di bayar harian, mingguan, atau bulanan." kata pak menteri Tenaga kerja
" walaupun kerja di penggilingan pak, saya digaji diatas UMR mungkin beda dengan bagian lain, saya di gaji bulanan pak sama dengan karyawan lain." kata burhan
" maaf sebelumnya kamu sekolahnya lulusan apa." kata pak menteri pendidikan
" saya hanya lulusan SMP pak, karena bandel saya hanya disekolahin orang tua sampai SMP saja." jawab Burhan
" kamu menyesal." kata pak gubernur
" sangat pak, tapi itu sudah berlalu, saya bersyukur bisa diterima bekerja disini, walaupun saya cuma lulusan SMP, sampah masyarakat tapi gaji saya bisa sama dengan lulusan kuliahan di tempat lain, alhamdulillah orang tua bangga karena saya mau berubah dan mendapatkan kerjaan tetap tidak dijalanan lagi." kata burhan
" berapa umur kamu, kalau ada kesempatan kamu mau meneruskan sekolah." kata pak menteri pendidikan
" 27 tahun pak, mau banget pak, makanya saya lagi mengumpulkan uang untuk ikut sekolah persamaan." kata burhan
" kamu nanti cari informasi ke dinas pendidikan ya." kata pak menteri pendidikan
" siap pak." kata burhan
" tadi saya mendengar kamu dari daerah ini, terus kenapa kamu sampai mau mengorbankan nyawa kamu demi pak vian, sekarang beliau ada apa yang kamu mau sampaikan." kata pak bambang
" betul pak saya asli daerah ini, karena pak vian orang yang telah mengangkat saya dari sampah masyarakat menjadi orang yang berguna dan sekarang saya menjadi yang dibanggakan orang tua yang dulunya diabaikan, saya bersyukur bertemu orang baik yang mau merubah kehidupan saya tanpa melihat dulu saya seperti apa dan mmepekerjakan saya disini. Mengapa saya mau mengorbankan nyawa saya karena apa yamg saya katakan tadi pak vian tidak melihat siapa saya, saya masih ingat perkataan beliau, saya enggak mau tau kamu seperti apa dulunya, yang saya mau tau apa kamu mau merubah itu, mau memperbaiki itu, kalau mau silahkan kamu kerja disini dengan baik jangan membuat masalah, lihat kedepan, lihat bagaimana orang tua kamu membesarkan kamu, makanya hargai mereka, muliakan mereka, itu pun kalau kamu masih punya hati nurani. silahkan datang lagi kesini, setelah kamu meminta maaf ke orangtua kamu terutama ibu kamu, kalau perlu cuci kakinya, kamu boleh kerja disini. Jujur pak setelah itu saya merenung, apa saya akan terus seperti ini, setelah itu saya minta maaf ke ibu dan besoknya saya datang kesini dan langsung kerja, disitu saya tambah yakin ridho Allah adalah ridho orangtua. Saya mengucapkan terimakasih atas nasehat bapak kalau enggak mungkin saya masih di jalanan pak, makasih telah merubah kehidupan saya, saya masih bisa memberikan kebahagiaan pada orangtua, jadi sebagai rasa terimaksih saya kepada bapak kalau bapak ada yang mengancam atau ada masalah dengan siapapun dimanapun saya siap walapun nyawa saya taruhannya, ini udah jadi tekad saya buat orang yang telah merubah kehidupan saya. Kabari saja saya saya siap kapan pun bapak membutuhkan saya. Sekali terimakasih, semoga bapak dan keluarga selalu diberikan kesehatan dan kesuksesan serta jangan lelah pak untuk berbuat baik. Terimakasih." kata burhan
__ADS_1
" terimakasih pak burhan atas atensinya kepada saya, saya bukan orang baik. Makanya saya belajar untuk menjadi baik, saya harap pak burhan tetap semangat kerjanya dan tetap dalam kebaikan, jangan pernah dengerin apa kata orang, ada orang ngomongin jelek kita biarkan saja, selama kita dalam koridor kebenaran. Salam buat orang tua pak burhan. Semangat kerjanya, jaga usaha ini dengan baik karena ini bukan hanya usaha saya tapi ini juga tempat usaha pak burhan. Terimakasih banyak." kata vian. Vian dan yang lain pun pamitan, vian meminta pak andi untuk ke pabrik LA karena ada yang mau dibicarakan. Selesai dari PBN, vian mengajak mereka ke pabrik LA karena sudah siang waktunya makan siang.