Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Pengembangan Produk LNI 1


__ADS_3

setelah menempuh perjalanan satu setengah jam vian, shinta, dan andriyani tiba di kantor LNI. sebelumnya mereka makan siang dulu.


andriyani dan shinta langsung masuk ke ruangan mereka, vian mengajak pak dede ke kantin untuk ngopi. sampai di kantin vian memesan kopi. lalu dia menyalakan rokok.


"alhamdulillah pak de, semoga lancar ya. oh iya saya mau mengadakan family gathering buat LIVI group kira kira kemana ya." tanya vian


"ke pantai saja pak." jawab pak dede


"sama harus memikirkan penginapannya juga karena kan banyak orang, kurang lebih 400 orang ditambah keluarganya. saya pengen keluarganya juga merasakan kebahagiaan." kata vian


" wah itu bisa sampai 3 hotel tuh pak." jawab pak dede.


"saya berharap dengan di gabungnya acara itu semua karyawan di bawah livi group bisa saling mengenal, satu sama lain." kata vian


setelah kopi habis, vian masuk ke kantor


"shin kamu ke ruangan saya ya, sama panggil pak aga ke sini." perintah vian


"baik pak, saya panggil dulu pak aganya." jawab shinta


tok...tok......tok


"iya masuk, silahkan duduk, begini pak aga saya berencana mau mengadakan familly gathering seluruh karyawan dibawah LIVI group, kira kira kemana ya yang bisa menampung seluruh karyawan " kata vian


"berarti karyawan LNI, BLS, LA ya pak. nanti saya tanyakan ke HRD mereka untuk koordinasi data." jawab aga


"iya dari OB sampai Direksi tapi direksi terserah mereka mau ikut atau gak. untuk LA hanya yang ada di kantor dan pabrik saja. yang dilahan gak usah nanti mereka dikasih konvensasi saja. untuk tempat shin kamu koordinasi dengan bu murti di BLS ya" kata vian


" baik pak. nanti saya koordinasi sama bu murti." jawab shinta


"ya sudah kalian koordinasikan saja dengan perusahaan lain, kalo ada informasi sampaikan saja ke saya ya shin." kata vian


"baik pak." jawab shinta


ya sudah pertemuan ini sampai disini, kalian koordinasikan dengan bagian bagian lain masalah waktu biar semua karyawan bisa ikut semua. kalo begitu saya permisi pulang duluan.


1 jam kemudian vian sampai di rumah, vian langsung pergi ke kamar untuk bersih bersih.


"papah udah pulang, mau dibuatkan apa?" tanya lily


"buatkan jus aja yank, papah mandi dulu ya." jawab vian


"iya pah. aku suruh evi buatkan jus."jawab lily


setelah selesai mandi vian pergi ke balkon, disana sudah ada jus, vian pun menyalakan rokok. tak lama lily menghampiri.


"pah gimana tadi urusan pabriknya." tanya lily


"alhamdulillah sayank, sudah kita beli, sekarang lagi di urus perizinannya untuk berganti nama, mudah mudahan bulan depan sudah beroperasi dengan nama perusahaan baru." jawab vian

__ADS_1


"syukur kalo begitu." jawab lily.


" oh iya sayank, papah berencana mengadakan family gathering buat LIVI Group, kira kira dimana ya." kata vian


"di pantai aja pah, anak anak kan suka main di pantai. tapi dimana yang bisa menampung jumlah karyawan segitu ya." jawab lily


"oke berarti cari pantai yang memiliki penginapan yang gak berjauhan setidaknya 5 hotel yang memiliki kamar hotel minimal 80 kamar." kata vian


"kenapa mau di gabung kan pah family gatheringnya." tanya lily


"tadinya biar semua karyawan livi group saling mengenal, jadi mereka bisa saling bantu, dan biar kita bisa menghadirinya sekaligus." jawab vian


"kalo mah fikir sih gak apa apa masing masing perusahaan mengadakan family gathering juga. kita juga bisa sekalian liburan. nah papah tinggal menentukan lokasinya. misal kita mau ke jogya.. pah pilih aja perusahaan mana." kata lily


"iya juga ya enakan gitu jadi gak pusing untuk hotelnya. ya sudah besok pah suruh tiap HRD menanyakan ke karyawannya mau kemana" jawab vian.


"pah udah mau magrib, papah gak ke musholla" tanya lily.


"iya udah papah kesana ya. nanti ketemu di meja makan aja." kata vian.


vian pun pergi ke musholla untuk berjamaah sholat magrib. habis dari musholla vian, pak adi, dan pak bowo ke ruangan makan.


"gimana vian proses akuisisi pabrik di karawang itu?" tanya pak bowo


"alhamdulillah pak berjalan lancar sekarang sedang proses pengurusan perizinan karena sama saya mau di ganti nama perusahaannya." jawab vian


"saya berfikir karena jarak antara PT. LNI dengan Pabrik berjauhan dan pengiriman ke distributor menggunakan jasa expedisi, saya akan buka usaha expedisi, setidaknya konsumen sudah jelas. dan uang akan berputar di LIVI group aja, jadi satu perusahaan dengan perusahaan lain bisa saling menguntungkan." jawab vian


"bagus itu ide cemerlang." jawab pak bowo


setelah makan selesai mereka pergi ke kamar masing masing


"pah besok mau kemana." tanya lily


"ke kantor LNI, mau bahas perencanaan produksi dan pemasarannya." jawab vian.


"emang mamah mau kemana gitu, kalo ada rencana gak apa apa pah cancel aja ke LNI nya." lanjut vian.


"mau beli persediaan makanan buat di rumah, makanan devan juga sedikit lagi." jawab lily


"gimana kalo mamah nanti ke LNI aja habis dzuhur, kita belanjanya bareng."tanya vian


"ya sudah kalo begitu, kalo gak ganggu papah."jawab lily.


"ya gak lah sayank masa kamu ganggu,"kata vian sambil memeluk lily, mencium dan mereka pun memadu kasih sampai tertidur berpelukan.


paginya mereka bangun, pergi mandi dan sholat berjamaah, lalu vian ke balkon membuka laptop dan menyalakan rokok, tak lama lily datang membawa secangkir teh.


"terima kasih sayank."kata vian sambil menarik lily duduk dipangkuannya

__ADS_1


"sama sama pah, papah lagi apa sih serius gitu." jawab lily


"papah lagi buat perencanaan pengembangan LNI dan apa saja yang akan di bahas nanti biar pembahasan gak kemana mana. biar cepat kan mau belanja sama mamah." jawab vian


"kok papah sampai begitunya sih kerja, kan udah ada karyawan."tanya lily


"papah gak mau nyusahin orang, kalo pah bisa kerjakan ya pah kerjakan. dulu waktu papah kerja di investama papah sampai gak pulang, gak ganti baju, tidur di kantor."jawab vian


"kapan itu.. tapi emang sih waktu itu ada bau gimana di ruangan." jawab lily sambil tersenyum. jadi itu papah toh.


"tapi suka kan."ledek vian


"tadinya mau aku usir." jawab lily


di tengah mereka becanda terdengar devan menangis, lily pun beranjak dari pangkuan vian menuju tempat tidur devan.


setelah sarapan vian pamit pergi ke kantor LNI,


"mah mau di jemput pak dede, atau diantar pak edi."kata vian


"di antar edi aja."jawab lily


ya udah papah pamit ya sayank. lily mencium tangan vian dan vian pun mencium kening lily


jam 9 vian sampai di kantor LNI


"selamat pagi pak." kata ully reseptionis


"pagi juga." jawab vian sambil tersenyum


vian masuk keruangannya dan memanggil shinta


tok...tok...tok


"iya masuk.. silahkan duduk shin, kamu panggil pak hendra, pak aga, pak abe, pak andi, pak raka, dan bu andriyani ke ruangan rapat ya. kita mulai 30 menit lagi. gimana kerja kamu ada kesulitan shin."tanya vian


"sampai saat ini belum pak, kalo begitu saya permisi mau memberitahukan ke pada mereka." jawab shinta


"oke silahkan. terima kasih." jawab vian


30 menit kemudian mereka sudah berkumpul di ruangan rapat. vian membuka rapat itu


"selamat siang semuanya, semoga kita selalu diberikan kesehatan, saya mau laporan dari pak andi, pak hendra dan pak raka yang kemarin di pabrik."kata vian


" dari sisi mesin saya lihat gak masalah pak, cuma kita harus melihat dari sisi supply bahan bakunya. dan karyawan yang mengerjakan produksi sudah di rumahkan." jawab hendra


"saya lihat alur produksi sudah bagus pak, tinggal membenahi dari sisi karyawan kita harus memberikan pengertian kepada mereka bahwa perusahaan itu sudah berubah. lalu kita harus membuat kemasan yang baru dengan merk kita." jawab andi


" dari sisi legal saya sudah koordinasi dengan legal mereka, dan kemarin mereka masih bingung apakah mereka masih menjadi karyawan atau gak. proses perubahan nama dan akta akta lain sedang saya urus. untuk merk itu sudah bisa dipakai karena waktu itu saya dan konsultan merk sudah mendaftarkannya tinggal nanti mengurus izin edar dan halal." jawab raka

__ADS_1


__ADS_2