
Selesai makan, mereka pulang ke rumah, lily membawa de qinar, astrid membawa de avin dan dilla membawa de alea, sedangkan vian membawa devan, setelah menidurkan anak anak mereka ngobrol di kamar.
" pah besok rencana masih sama kan enggak berubah, jam 8an kita ke makam ayahnya atrid, lalu ke acara di rumah astrid." kata lily
" iya sayank, sesuai rencana aja, nanti jam 3an kita ke pabrik LCI." kata vian
" terus mah, acara di rumah kamu itu gimana persiapannya." kata vian
" udah di atur sama ibu pah, kata ibu semuanya diatur sama pakdhe dani, kemarin aja ibu mesan makanan tambahan karena takut kekurangan." kata astrid
" nanti beli buah buahan aja pah di toko buah dillas." kata lily
" iya besok sebelum pergi kita beli buah dulu." kata vian, vian menelepon shinta menanyakan kondisi dia. Setelah selesai menelepon vian dan yang lainnya pun tidur karena kecapean.
Pagi hari setelah melaksanakan sholat, vian pamitan ke gazebo sebelumnya dia membuat kopi lalu pergi ke gazebo. Vian minum kopi lalu menyalakan rokoknya. Tak lama pak wahyudi datang.
" assalamualaikum, selamat pagi pak." kata pak wahyudi
" waalaikumsalam, pagi juga pak yudi, buat sendiri aja ya kopinya." kata vian
" iya pak, terimakasih." kata pak wahyudi. Dia pun menyalakan rokoknya
" gimana pak yudi perkembangan Dillas." kata vian
__ADS_1
" alhamdulillah pak, permintaan dari pasar tradisional dan supermarket ada peningkatan, termasuk permintaan dari livi resort pun meningkat. Saya sudah menyuruh tim dillas untuk mencari supply baru di daerah provinsi ini. Saya juga sudah memindahkan bagian penjulan produk LA dan PBN ke toko buah dillas supaya mereka mengalami peningkatan penjualan untuk menutup operasional mereka karena kalau hanya mengandalkan toko buah, saya rasa tidak akan meningkat meningkat. Itu semua sudah saya laporkan ke bapak juga" kata pak wahyudi
" bagus pak yudi, bapak sudah bisa beradaptasi dengan cepat dan mengelola usaha disini." kata vian
" ini semuanya berkat kepercayaan bapak yang diberikan kepada saya." kata pak wahyudi
" saya baca laporan bahwa waktu itu dillas membutuhkan tempat, gimana perkembangannya, saya juga audah suruh untuk mencari tempat yang lebih luas lagi kan." kata vian
" betul pak, maaf hal itu belum saya laporkan, mengingat bapak mau kesini jadi saya akan laporkan pas bapak kesini. Saya sama tim dari dillas sudah mendapatkan lokasinya 2 hari kemarin, dari rumah ini 4 km, sebelum masuk perumahan ini, untuk akses kendaraan sangat mudah karena mobil besar pun bisa masuk. Lahan tersebut bekas gudang luas tanahnya 1.400 meter, luas bangunannya 700 meter. Harga awal 2,4 milyar setelah kita negosiasi jatuhnya di 2,2 milyar. transaksinya sudah dilakukan sekarang sedang proses balik nama ke pt.dillas,." kata pak wahyudi
" bagus kalau begitu, terus kan kemarin juga beli ruko itu mau dipergunakan atau di jual." kata vian
" disana ada 3 ruko, yang 1 ruko dijadikan gudang untuk produk LA dan PBN yang akan dipasarkan oleh karyawan toko buah dillas sebagai bentuk pengembangan, yang 2 ruko itu saya akan jadikan kantor pusat dillas, direksi, manajemen, pemasaran di ruko karena itu saya fikir pondasi dillas pak, sedangkan untuk lahan baru ini kita akan jadikan tempat produksi dan gudang." kata pak wahyudi
" tetimakasih pak atas kepercayaan yang diberikan, satu hal lagi pak, direksi, manajemen dan karyawan dillas ingin bertemu dengan bapak, karena ada beberapa hal yang ingin mereka sampaikan." kata pak wahyudi
" iya sudah besok deh, karena hari ini waktunya full, enggak mungkin kan malam." kata vian
" iya pak saya akan sampaikan ke direksi, manajemen dan karyawan." kata pak wahyudi. Tak lama lily, astrid dan dilla datang.
" pah mau sarapan dimana." kata lily
" kita sarapannya sambil jalan saja ya. Biar sekali jalan." kata vian
__ADS_1
" iya udah pah kalau begitu, mamah sampaikan ke ibu sambil mau siap siap juga," kata lily
" iya udah sayank, oh iya bapak dan ibu gimana mau dijemput kesini atau ke tempat acara." kata vian
" kata ibu sih langsung aja ke tempat astrid pah, nanti mereka naik taxi aja." kata dilla
" jangan naik taxi, nanti tim Pak yudi yang menjemput." kata vian
" siap pak, nanti saya sampaikan ke sopir untuk menjemput bapak dan ibunya ibu dilla." kata pak wahyudi
" bilang aja ke bapak sama ibu ya." kata vian
" iya pah, aku bilang sekarang sama bapak dan ibu." kata dilla. Mereka pun kembali masuk untuk siap siap dan memberi kabar ke yang lain. Vian pun masuk untuk ganti pakaian dan siap siap pergi. Vian meminta pak wahyudi untuk membeli buah buahan di toko buah dillas.
Jam 7.17 menit mereka pun pergi ke pemakaman ayahnya astrid dimakamkan. Sebelum ke pemakaman mereka sarapan terlebih dahulu, selesai sarapan mereka melanjutkan perjalanan. jam 8.47 menit mereka tiba di pemakaman, vian membeli bunga dan air mawar yang dijual di komplek pemakaman.
" pah kita mau kemana ini, kok makam semua.. Aa takut." kata devan
" kita mau ke makam ayahnya mamah astrid sayang, enggak usah takut." kata vian, vian menyuruh de alea dan de qinar untuk tinggal di mobil saja, kalau de avin pastinya dibawa karena akan dikenalkan ke makam kakeknya. Waktu vian mengunjungi makam tersebut, vian meminta saudara dari ayahnya astrid mengganti batu nisan dan merawatnya. Bu asti pun membawa mereka ke tempat dimakamkan suaminya itu. Sesampainya di makam ayahnya astrid, vian memimpin doa.
" pak, aku datang lagi sama besan kita, menantu dan cucu kita, kita udah punya cucu pak, bapak tentunya bahagia melihat mereka, anak anak kita sudah dewasa pak, ari sekarang sudah kuliah, bella sudah bekerja, ibu juga tinggal bersama mereka di jakarta." kata bu asti sambil menaburkan bunga dan air mawar, bu asti pun menggendong de avin. " pak lihat cucu kita ini, ganteng ya pak, nanti kita akan selalu membawa dia kesini supaya melihat kakeknya." kata bu asti
" Pah aku datang, maaf aku baru bisa kesini, selarang aku datang dengan suami dan anak, cucu papah, ibu mertua juga datang kesini. bukan aku enggak ingat papah, tapi dulu aku harus kerja jauh, pulang ke rumah juga jarang, aku harus bisa menggantikan papah, tapi karena itu aku menemukan jodoh aku mas vian pah, dia orangnya baik banget sama aku, ibu, bella dan ari, aku juga enggak perlu cape cape lagi pah untuk mencari uang, aku bahagia punya suami mas vian. semoga papah senang disana, aku selalu mendoakan papah, aku akan membawa cucu papah kesini, oh iya nama cucu papah Lavindra Trivian Permana panggilannya de'avin, semoga dia bisa menjadi kebanggaan kita semua, jadi anak sholeh. Pah aku pamit ya, mau ada acara di rumah, ibu mau memperkenalkan cucunya sama saudara saudara. Sekarang saudara saudara tidak memandang rendah keluarga kita lagi pah, papah jangan khawatirkan ibu dan adik adik, mereka ikut sama aku dan mas vian. Pah aku pulang yaaaaa.," kata astrid sambil berdiri dan menghapus air matanya. Vian memapah astrid. Mereka pun pergi ke rumah astrid.
__ADS_1