
Vian dan yang lain sampai di pabrik LA dan memebawa mereka ke aula untuk makan siang, lalu mengajak yang ada disana juga. Melihat vian datang lily langsung lari menemui.
" papah enggak apa apa kan, enggak ada yang luka kan." kata lily, lalu memeriksa badan vian, lily memeluk vian
" enggak sayank, papah enggak apa apa." kata vian sambil mengelus kepala lily.
" mamah khawatir pah kenapa kenapa," kata lily
" udah.. Papah enggak apa apa, kita makan siang ya. Oh iya ini kenalkan pak menteri tenaga kerja sama tim dari kementerian." kata vian
" eeeh.. Pak maaf... Salam kenal saya lily isterinya vian." kata lily
" bu... Masih ada yang mau loh jadi isteri pak vian." kata pak bambang
" iya bu..." kata pak menteri dan pak gubernur
" kompor aja nih.. Pak bambang sama pak gubernur aja yang mau... Papah jadi tumbalnya, hati hati bu, bapak sudah mulai mulai." kata vian
" awas aja ya... Disunat lagi nanti." kata bu sisil, bu athia hanya mengepalkan tangannya,
" enggak kok bu, ini bapak ada videonya kalau enggak percaya." kata pak bambang. vian mempersilahkan mereka untuk mengambil makanan. Tak lama astrid, dilla, shinta, orang tua dan mertua vian datang, terus anak anak SPI. Astrid, dilla, dan shinta pun mendatangi vian.
" papah enggak apa apa kan." kata shinta, dilla dan shinta, lalu mereka pun memeluk vian
" papah enggak kenapa kenapa kok, udah kalian makan ya... Oh iya sayang kenalkan ini pak menteri tenaga kerja sama tim dari kementerian, ini isteri isteri saya pak, astrid, dilla, dan shinta." kata vian. Astrid, dilla dan shinta memberikan salam kepada mereka. Vian juga mengenalkan orang tua dan mertuanya kepada pak menteri.
" jadi isteri pak vian ini, ibu lily, ibu astrid, ibu dilla, dan ibu shinta." kata pak menteri tenaga kerja
" betul pak, tadinya saya yang mau mengenalkan, pak vian sudah mendahuluinya." kata pak bambang
" terus ini anak anak muda ini siapa ya." kata pak menteri tenaga kerja
" mereka yang mengelola perusahaan SPI pak, ada adik saya ika dan adik ipar saya bella, adik ipar saya yang lain mereka enggak ikut karena persiapan kuliah katanya, nah untuk yang lainnya silahkan bapak bapaknya atau nangi kalian perkenalkan sendiri ya. tapi ada yang orang tuanya enggak disini saya perkenalkan ya febby, dia anaknya pak gubernur L." kata vian, ika, bella dan febby pun memberikan salam.
" itu ada anak saya silvi dan silvia, silvi di SPI kalau silvia di rumah sakit livi." kata pak bambang
" itu anak saya anisa sama amira, mereka mau gabung dan belajar bisnis di SPI." kata pak menteri UMKM
__ADS_1
" yang itu nazwa, anak saya pak, dia sedang praktek kerja di SPI." kata pak menteri pendidikan
" sama anak saya juga pak, resya, dia magang kerja di SPI." kata pak menteri Sosial
" kalau yang cantik itu anak saya nirmala, dia juga magang kerja di SPI, katanya selesai magang ini dia mau pulang ke rumah enggak mau balik lagi ke SPI." kata pak gubernur
" iiih bapak, siapa bilang, aku beneran enggak akan pulang pulang nih." kata nirmala
" bapak iseng aja sama anaknya." kata bu athia
" kalau yang itu anak saya lisa, sama dia dan temannya magang kerja di SPI." kata pak bupati
" kelihatannya mereka akrab banget seperti saudara, malahan lebih dari saudara kelihatannya." kata pak menteri tenaga kerja
" gimana enggak akrab pak, setiap hari mereka sama sama, dari tidur, kerja terus sama sama, orangtuanya udah enggak dianggap." kata pak bambang
" enggak gitu juga kali pak, orang setiap hari kita ketemu kok." kata silvi
" kok bisa sama sama gitu, memang dimana lokasi perusahaan livi." kata pak menteri tenaga kerja
" nanti pak menteri main ke rumah pak vian, dimana mereka tinggal." kata pak bambang
" terus produk apa yang dipasarkan perusahaan SPI ini, kemana saja dipasarkannya, dan berapa omzetnya. Betapa jumlah karyawannya." kata pak menteri tenaga kerja
" produk yang dipasarkan itu pakaian muslim dan muslimah, tapi yang utama muslimah, kita sudah hampir ke seluruh indonesia dan kita sedang mencoba ke negara tetangga. Alhamdulillah omzet kita sudah di 4,4 milyar per bulan pak, doakan ya pak supaya SPI ini bisa terus berkembang," kata silvi. Mereka pun mengaminkannya.
" untuk karyawan di jakarta sekitar 40an, kalau di pabrik ada 140an karyawan pak." kata amira
" luar biasa ya, anak muda berprestasi ini." kata pak menteri tenaga kerja
" berkat bimbingan om vian pak, dan ilmu yang kita dapat pun bisa berguna." kata anisa
" anak muda harus seperti ini, bisa melakuan terobosan dengan adanya inovasi bisnis, bisa menciptakan lapangan pekerjaan bukan mencari pekerjaan." kata pak menteri tenaga kerja
" kalau salva dimana sekarang." kata pak bambang
" aku masih kuliah om Jurusan Public Relations, semester besok aku juga mau mencari tempat magang, alhamdulillah kakak kakak mengajak saya di perusahaan SPI jadi enggak pusing lagi nyari om." kata salva
__ADS_1
" iya sudah disana aja, kelihatannya kamu juga akrab sama mereka." kata pak bambang
" iya om, kakak kakak semuanya baik, jadi aku enak mengobrolnya, semoga aja om vian enggak keberatan." kata salva
" saya senang saja kalau memang kamu kerasan sama mereka, alhamdulillah bulan besok nirmala, febby dan yang lainnya diwisuda, jadi om juga bisa percaya ke kalian bahwa kalian tidak mengabaikan tugas poko kalian untuk belajar." kata vian
" masih ada kamar kan pak, kalau enggak harus bangun lagi." kata pak bambang
" masih banyak pak, saya kan baru membangun kamar baru." kata vian
" om beneran aku boleh tinggal disana juga." kata salva
" silahkan aja, tapi maaf sebelumnya om tidak bisa memberikan fasilitas seperti di rumah kalian, harap maklum dan mau nerima apa yang ada disana." kata vian
" kata kakak kakak kamarnya bagus banget om. Trtimakasih banyak ya om." kata salva
" maksudnya gimana ini, kamu mau tinggal sama pak vian, kamu nanti merepotkan pak vian dan keluarga dong." kata pak menteri tenaga kerja
" karena aku udah dapat tempat magang, aku mau urus ke kampus pak, nanti biar enggak jauh aku tinggal sama kakak ini di rumah om vian." kata salva
" iya kan rumah kita juga masih di jakarta sayang, enggak harus sampai menginap gitu." kata pak menteri tenaga kerja
" itu anisa dan amira, mereka enggak mau pulang pak." kata pak menteri UMKM
" jangan kan yang jauh pak, saya sampai beli rumah disebelah rumahnya pak vian aja, anak anak tetap enggak mau pulang, isteri pun sama, jadi saya juga ikutan deh, masa harus cari isteri baru." kata pak bambang, bu sisil pun mencubit pak bambang
" bukan itu keinginanny pak." kata pak gubernur
" udah jangan kompor pak gub," kata pak bambang
" pak aku juga mau ikutan belajar usaha di LCI ya, biar ibu ada aktivitas seperti bu lily, bu astrid, bu dilla, bu shinta sama bu sisil." kata bu citra
" sama ibu juga ya pak." kata bu kayla
" kalau ibu sudah dapat izin kan pak." kata bu nurlaela
selesai makan obrolan di waktu makan siang pun berlanjut, vian pamitan dulu untuk merekok di saung.
__ADS_1