
Vian masuk ke villa utama lalu ganti baju. disana shinta dan bella sedang mengobrol dan menonton music di televisi.
" mas jadi mau dipijitin." kata bella
" boleh kalau kamu gak cape." jawab vian
" gak lah mas, kapan lagi bisa mijitin mas. Mas juga pasti lelah. Mau dimana dipijatnya." kata bella.
" disini aja, sambil nonton." kata vian, lalu vian duduk di sofa. Bella langsung memijat pundak dan kepala vian, shinta meminta tangan vian lalu memijatnya.
" shin gak usah, kamu istirahat aja." kata vian
" enggak pak, aku kan sudah janji mau mijit bapak." jawab shinta
" tapi saya gak enak, mempekerjakan kamu bukan untuk memijat saya." kata vian
" ini salah satu bentuk terimakasih saya ke bapak yang sudah banyak membantu saya." kata shinta
" wah pijitan kalian enak. jadi pengen tiduran." kata vian
" iya sudah kalau mas mau sambil tiduran, kita di kasur aja." kata bella
" iya pak biar saya bisa mijit kakinya enak." kata shinta. Vian menuruti keinginan mereka pergi ke kamar utama, vian berbaring di atas kasur lalu bella dan shinta memijit vian
" kalian jago banget mijitnya." kata vian
" iya kan waktu itu aku pernah mijit mas." kata bella
" pijatan ini baru ke bapak aja loh selain ibu aku, ini pijatan buat suami aku." kata shinta
" memangnya kak shinta suka ya sama mas." kata bella
" siapa yang gak suka sama pak vian pasti orang itu bohong, apalagi kalau udah tau kebaikan pak vian." kata shinta
" kak shinta ikut juga kan umroh." kata bella
" iya bell, aku ikut sama ibu, pak vian menyuruh aku ajak ibu juga." kata shinta
" kak shinta kan cantik, kok enggak punya cowok sih." kata bella
" belum dapat aja yang bisa terima aku dan keluarga. Kamu sendiri cantiik, kok belum punya cowok." kata shinta
" udah kok, ini yang lagi di pijit." kata bella, lalu menunduk dan mencium pipi vian, shinta hanya bengong
__ADS_1
" kamu ya, itu kan kakak ipar kamu." kata shinta
" itu kalau ada mbak, kalau gak ada aku isterinya." kata bella
" pak vian bohongin aku, katanya mau ngajak aku ke KUA." kata shinta
" memangnya kamu mau gitu, saya kan udah punya 3 istri." kata vian
" gak ke KUA juga gak apa apa pak, yang penting bapak serius dan bisa bertanggungjawab, aku bersedia kok pak. Bapak udah banyak bantu aku." kata shinta
" kalian tuh cantik cantik kenapa mau sama saya." kata vian
" aku juga gak tau kenapa pak, bapak lain dari yang lain pokoknya." kata shinta
" mas gitu deh, kenapa ngomong itu terus, aku kurang cantik di mata mas." kata bella
" iya gak gitu, mas gak mau merusak masa depan kamu." kata vian
" aku belum pernah sebahagia ini mas, aku belum pernah merasakan kehidupan seperti ini, mau beli barang aja dulu aku harus berfikir beberapa kali. Mas udah ngasih aku kebahagiaan ke kehidupan aku." kata bella
" iya pak, bapak udah merubah kehidupan aku, memperhatikan aku dan keluarga aku." kata shinta
" apa yang aku berikan ke mas itu belum cukup sebagai rasa sayang aku ke mas." kata bella
" kok aku gak di kasih pak ciuman juga." kata shinta entah dari mana keberanian itu dia ucapkan
" karena kamu manggil saya bapak jadi saya gak mau." kata vian
" kan gak enak pak, masa aku panggil sayang, aku juga belum tau bapak suka sama saya atau enggak, aku gak mau bertepuk sebelah tangan." kata shinta
" kalau di kantor dan acara resmi iya panggil bapak, kalau seperti ini panggil mas atau aa juga gak apa apa." kata vian
" iya pak... Eh aa aja deh karena bapak kan orang sunda ya." kata shinta
" terserah kamu aja mau panggil saya apa." jawab vian
" kenapa kamu mau jadi istri saya, saya kan beda jauh umurnya sama kamu hampir 7 tahun." lanjut vian
" bapak punya pesona tersendiri, aku juga gak tau, bapak baik, perhatian, enggak pernah membeda bedakan bawahan." kata shinta
" saya pernah merasakan bagaimana rasanya ditindas, dihina, dibully, dicampakan, karena itu saya gak mau orang lain merasakan itu terutama keluarga dan orang orang yang saya sayangi." kata vian
" sama seperti kalian kalau dulu kalian kenal saya mungkin akan menjauh dari saya gak akan mau kenal sama saya, apalagi mau tidur sama saya." lanjut vian
__ADS_1
" jadi mas melakukan itu ke aku bukan karena sayang tapi bentuk balas dendam mas." kata bella sambil cemberut
" enggak lah, mas gak punya niatan untuk balas dendam, mas melakukan itu sebagai janji mas ke kamu dan kamunya juga mau kan." kata vian
" He.. He.. He... He.." bella hanya tersenyum
" mas bukan orang suci, dihadapkan situasi seperti itu ya sudah terjadi lah. Tapi kalau kamu merasa menyesal dan merasa tersakiti dan jika ada pria yang cocok dan terima kamu bilang aja ke mas, mas minta maaf." kata vian
" kenapa harus nyesel toh itu keinginan aku kok, kalau waktu itu aku juga bisa sekalian jadi isteri mas, aku gak akan kebereratan, aku gak akan peduli omongan orang ke aku. aku bahagia bisa memberikan itu ke mas, dan mas juga udah baik banget ke aku dan keluarga aku." kata bella, dari omongan tersebut shinta sudah menebak bahwa vian dan bella sudah melakukan hubungan intim, akhirnya shinta juga punya pemikiran bahwa dia pun bisa tidur melayani vian. Shinta dan bella pun terus memijit vian dan meminta vian terlentang supaya bisa memijit bagian depannya.
" bener bell, toh yang menjalankan kehidupan ini kita, dan kita juga gak bikin orang lain susah, mungkin hanya ibu aja yang merasa dihianati bapak." kata shinta
" memang kak shinta mau gitu jadi selirnya mas." kata bella
" kenapa enggak, kalau pak vian mau, aku juga akan kasih." kata shinta
" mas benar benar ya, kak shinta harus izin ke aku dulu kalau itu." kata bella
" kok ke kamu bell," kata shinta
" karena aku isterinya mas, dan aku di tugasin untuk jagain mas sama mbak." kata bella
" tapi kamu pagar makan tanaman." kata shinta, di ikuti ketawa.
" kak shinta bisa aja, aku seneng bisa kenal sama kak shinta, kalau gitu aku bolehin kakak kalau kakak mau." kata bella
" kamu aja mau, aku juga mau lah kalau diberi kesempatan dan aa mau itu juga." kata shinta
" itu akan jadi penbalaman yang tidak terlupakan." kata bella
" iya, aku akan merasa bahagia bisa memberikan itu ke orang yang aku sukai dan sayangi." kata shinta
" memang kamu mau memberikan apa gitu dan ke siapa orang itu." kata vian
" harta yang di jaga setiap perempuan. kalau aa mau aku akan kasih harta itu ke aa." kata shinta
" kalau aku mau, kamu enggak akan menyesal memberikan itu ke saya." kata vian
" seperti apa kata bella, kenapa harus menyesal kalau itu diberikan kepada orang yang kita sayangi dan kita juga udah tau orang tersebut benar benar sayang sama aku." kata shinta
" darimana kamu tau bahwa saya sayang sama kamu." kata vian
" mungkin aa gak merasa itu bentuk sayang, tapi buat aku perhatian aa ke aku dan keluarga aku itu udah aku anggap rasa sayang aa ke aku." kata shinta.
__ADS_1