
Pak Bambang memberi tau vian bahwa sore ini pak menteri akan main ke rumah, karena sekarang beliau masih ada acara. Vian mengajak semuanya untuk kembali ke rumah, dan menyuruh lily untuk memesan catering. Pak walikota F dan keluarganya juga ikut ke rumah vian.
Jam 2.47 menit vian dan yang lainnya sampai di rumah, vian memberikan kunci kamar kepada pak walikota F untuk istirahat terlebih dahulu. Vian, lily, astrid dan dilla pun masuk ke kamarnya. Astrid dan dilla langaung tiduran di kasur. Srdangkan vian dan lily duduk di sofa
" pah beneran mau datang menteri ke rumah kita ini." kata lily
" iya, tadi pak bambang bilang, kenapa memangnya." kata vian
" apa kita enggak beres beres dulu, atau membuat penyambutan gitu." kata lily
" enggak usah sayank, kita tampilkan apa adanya saja, kalau beliau tidak berkenan ya palingan dia langsung pulang," kata vian
" kayanya kita harus bangun lagi kamar tamu ya pah, soalnya enggak enak juga kalau mereka berbarengan datang kesini. Masa di suruh di mess." kata lily
" iya nanti papah suruh bangun lagi di atas bangunan yang sekarang, pak daryat memang sudah membuat pondasinya untuk 3 lantai." kata vian
" awas aja kalau papah tertarik terjun ke politik." kata lily, sambil memeluk vian
" untuk saat ini papah enggak tertarik sayank, waktu papah buat usaha saja masih keteteran." kata vian
" apa perlu mengambil jagung dan daging di supermarket pah." kata lily
" boleh deh sayank, takut kehabisan, makasih ya, maaf kamu jadi repot." kata vian
" enggak dong, lagian bukan mamah yang ambil." kata lily, lalu menelepon mirna supaya mengambil jagung dan daging ke supermarket, lily pun masih memeluk vian
" mbak sama papah ini romantis romantisan depan kita." kata astrid
" biarin sama suaminya ini." kata lily
" aku juga kan isterinya." kata astrid lalu dia bangun dan pergi ke sofa lalu memeluk vian dan mencium vian
" mbak kan lagi datang bulan jadi jangan ikutan ya." kata dilla
" enak aja, aku udah selesai weeee, kalian aja yang enggak boleh, ganggu aja kalian ini." kata lily
" kalian ini ya, kalau udah becanda kaya anak kecil." kata vian
__ADS_1
" oh iya kapan kalian mau cek kehamilan lagi." lanjut vian
" udah pah kemarin, alhamdulillah baik baik aja." kata astrid
" habisnya papah sibuk sih, jadi enggak bisa antar kita." kata dilla
" maaf ya, papah harus beresin kerjaan dulu sebelum kita pergi umroh." kata vian
" iya enggak apa apa pah." kata astrid dan dilla
" papah mandi dulu ya." kata vian
" aku ikutan ah pah, udah lama enggak mandi bareng sama papah." kata lily
" modus tuh, kalau pengen bilang aja mbak." kata astrid
" emang aku lagi pengen." kata lily lalu mencium vian, dan mengajak vian ke kasur, sore itu pun mereka melakukan hubungan badan. Setelah istirahat vian pergi mandi, sedangkan lily, astrid dan dilla masih tiduran di kasur, mendengar vian sudah selesai mandi, dilla bangun lalu menyiapkan pakaian vian, setelah itu dia mandi disusul lily dan astrid. Vian pun pamitan untuk pergi ke gazebo.
Di gazebo vian membuat kopi lalu menyalakan rokoknya, setelah itu membuka handphone, ada pesan dari opik memberitahukan bahwa ada undangan hari selasa untuk pereamian sekolah SMK di kecamatan C, vian pun memberitahukan shinta untuk dibuatkan jadwal. Setelah itu vian menelepon pak daryat memberitahukan bahwa perlu membangun lagi kamar tamu. setelah selesai vian memanggil indra untuk memasang kursi kursi di tenda dan membuat bara untuk membakar jagung
Pak gubernur D, pak gubernur B, Pak walikota B dan pak walikota F datang ke gazebo, vian menawarkan minum, vian meminta ke bi narsih untuk dibuatkan susu panas untuk 5 orang, tak lama pak bambang datang kesana dari rumahnya.
" itu mess untuk anak anak dan tamu pak." kata vian
" messnya bukan sembarang mess, kamarnya kaya kamar hotel bintang 4, anak anak jadi betah deh." kata pak gubernur D
" anak anak saya jadi betah disini dibandingkan dirumah sendiri." kata pak bambang
" iya mess putri tinggal berapa kamar lagi." kata vian
" berarti harus bangun lagi pak." kata pak bambang
" iya pak, nanti sekalian bangun kamar tamu dan gedung untuk livi group." jawab vian
" banyak sekali ya yang tinggal disini." kata pak walikota F
" lebih dari 30 orang pak sama yang kerja di rumah," kata vian
__ADS_1
" tapi enak suasana rumahnya, lingkungannya dan rasa kekeluargaannya kental banget disini membuat nyaman." kata pak walikota F
" pak gub, saya baru terima komfirmasi dari opik katanya ada undangan peresmian sekolah SMK di kecamatan C, pak Gub. Akan hadir." kata vian
" kalau pak vian hadir, saya akan hadir kalau enggak saya akan suruh kepala dinas saja kesana." kata pak gubernur D
" insyaAllah pak saya kesana, mungkin dari sini hari Senin mau ke lokasi lahan pesawahan, lahan buat perumahan dan ke pabrik LNI baru ke pabrik LA." kata vian
" siap pak kalau begitu nanti kita kontak kontak saja, kemungkinan besar saya berangkat paginya karena senin besok saya ada rapat di kantor." kata pak gubernur D
tak lama bi narsih membawa susu panas kesana, dan indra pun sudah memulai membakar jagung.
" maaf ya pak wali disini hanya ada seperti ini." kata vian
" enggak masalah pak, saya yang minta maaf jadi merepotkan pak vian." kata pak walikota F
" malahan jagung dan susu ini yang membuat kita ketagihan." kata pak gubernur B
" ini jagung dari mana pak." kata pak walikota F
" ini dari perkebunan saya di KBB pak, makanya kalau ada hasil pertanian dari daerah pak wali, saya bisa mengambilnya, karena saya perlu untuk ke Bali." kata vian
" ke resort pak vian, disana jual jagung bakar juga." kata pak bambang
" betul pak, alhamdulillah pengunjung resort suka, ini jadi menu populer disana, sekarang dari hasil daerah M kekurangan bahkan kemarin kemarin dikirim dari KBB langsung." kata vian
" itu lah kalau ditangani sama ahlinya barang yang dianggap biasa bisa menjadi barang luar biasa dan kemungkinan harga pun akan berbeda ya pak." kata pak gubernur D
" iya pak, saya jual di cafe depan 15 ribu, di cafe surabaya juga sama antara 15 ribu sampai 20 ribu, sedangkan dibali saya jual 25 ribu sampai 35 ribu, sampai bule bule juga suka." kata vian
" itu luar biasa pak, saya rasa akan banyak orang yang meniru itu, bahkan petani juga banyak yang akan menanam kalau banyak yang cari." kata pak walikota F
" itu dia pak yang akan menjadi masalah, semakin banyak yang tanam maka akan banyak produk menumpuk akhirnya harga akan turun dan kedepannya mereka akan malas lagi untuk menanam, makanya kalau bisa kerjasama kita bisa mengatur pola tanam sehingga akan stabil dan produk lainnya di pasaran akan ada juga." kata vian
" itu hal yang bagus, boleh pak nanti kasih penyuluhan bareng dinas pertanian," kata pak walikota F
" siap, nanti dijadwalkan saja kapan waktunya. Kalau pola tanam sudah bisa dikelola maka tidak akan ada lagi kekurangan bahan pangan dan harga pasti akan stabil " kata vian
__ADS_1
" pak, pak menteri katanya sudah dekat." kata pak bambang, vian dan yang lainnya pun pergi ke depan untuk menyambut kedatangan menteri.