
Pagi hari vian bangun lalu mandi setelah dia mandi lalu membangunkan isteri isterinya, mereka pun melaksanakan sholat shubuh bersama. vian pamitan pergi ke gazebo, disana vian membuat kopi lalu menyalakan rokoknya, vian mengecek laporan dari perusahaan perusahaannya termasuk dari LCI dan Dillas. Setelah itu vian melakukan olah raga ringan, setelah keluar keringat dia jalan sambil membawa kopi dan menyalakan rokoknya untuk mengecek pembangunan kamar tamu dan mess.
jam 7an pak daryat datang kesana, pak daryat memperlihatkan design kamar untuk vian dan gedung Livi group. Pak daryat mengirim gambar tersebut beserta estimasi anggaran pembangunan.
" menurut saya ini bagus, tapi saya tanyakan ke isteri dulu untuk masalah kamar pribadi, kalau untuk gedung livi group setelah kamar tamu dan mess ini saja baru dikerjakannya." kata vian
" jadi untuk gedung livi group sudah fix ya pak." kata pak daryat
" iya pak." kata vian, setelah itu vian mengajak pak daryat sarapan
" saya sudah sarapan di rumah, silahkan saja bapak." kata pak daryat. Vian pun masuk ke rumah lalu pergi masak nasi goreng karena semalam sudah janji, vian pun membuat udang goreng pesanan devan, setelah selesai dia pun menyajikannya di atas meja makan.
" ayo sarapan dulu." kata vian
" beneran kamu masak vian." kata bu retno
" iya dong bu, di coba dulu dong." kata vian. Bu retno dan bu ningsih pun mengambil sedikit di piringnya karena khawatir enggak enak. Tetapi setelah masuk ke mulut dan menelannya.
" ini nasi gorengnya enak banget," kata bu retno sambil nyendok lagi, sekarang dia mengambil banyakan. Tak lama lily, astrid dan dilla.
" apa sih bu, sampai heboh gitu." kata lily
" ini nasi goreng buatan suami kamu enak banget." kata bu retno
" pantesan papah enggak ada di kamar, ternyata papah masak ya." kata lily, lalu dia pun mengambil puring dan menyendok sedikit karena takut ibunya bohongin dia, tapi setelah memakannya dia langsung mengambil lagi, astrid dan dilla pun mengambil nasi goreng buatan vian.
" maknyuuuuuuus, ini enak banget pah." kata lily
" mantuuul pah, aku makan jadi berselera jauh dibandingkan makanan di restoran." kata astrid
" iya ini enak banget loh pah." kata dilla
" aa sini sayang, makan dulu, coba nasi goreng buatan papah, aa pasti suka." kata astrid
" udang gorengnya ada enggak pah." kata devan
" ada sayang, papah udah siapkan buat aa." kata vian. Devan pun duduk, lilis pun mengambil makanan untuk devan.
" pakai nasi ya aa makan udang gorengnya." kata lilis
" iya aa, coba nasi goreng buatan papah is the best." kata dilla, lilus pun menyuapi devan.
" ini nasi gorengnya enak, pasti papah yang buat, papah memang is the best." kata devan
" suapin aa lagi dong, nanti kehabisan sama mamah." lanjut devan
" ada apa ini pagi pagi heboh." kata pak bowo, datang bersama pak adi, kakek dan nenek vian pun datang
__ADS_1
" papah coba deh nasi gorengnya." kata bu retno
" memangnya kenapa, biasa kalau sarapan kita juga suka makan nasi goreng kan." kata pak bowo
" tapi kayanya memang beda, kecium bumbunya." kata pak adi, yang langsung mengambil piring dan menyendok nasi goreng, pak bowo juga sama.
" ini beda rasanya enak banget, siapa yang masak." kata pak bowo
" mantu aku dong. Is the best." kata bu retno
" ih.. Masakan suami aku bu." kaya lily
" kamu anak siapa, vian mantu siapa." kata bu retno
" iya anak ibu, mantu ibu juga." kata lily
" kalian ya ibi sama anak ribut aja, kalau ada nenek kamu pasti dimarahi." kata pak bowo
" aku masih mau tapi perut udah enggak muat nih." kata astrid
" iya aku juga." kata dilla
" jangan di paksakan, kalau kalian mau nanyi tinggal buat lagi." kata vian
" pah aa juga udah kenyang nih." kata devan
" aa kenapa duduknya gitu." kata ika
" aa kekenyangan makan nasi goreng dan udang goreng buatan papah bi ika." kata devan
" waduh bi ika ketinggalan sarapan dong." kata ika
" makanya jangan telat bangunnya, kelamaan dandan sih." kata devan. Ika, bella sama teman temannya pun mencoba nasi goreng buatan vian.
" ini enak banget a." kata ika
" iya nih, mas kok jago masak sih." kata bella, vian pun pamit pergi ke halaman depan, sampai disana vian pun menyalakan rokoknya. Disana Pak dede sudah datang. Vian menelepon dr. Chandra menanyakan pasportnya dan menyrurh mengantarkan pagi ini ke rumah. Vian juha menyuruh lily supaya menghubungi dr. Silvy untuk memberikan pasportnya. Pak daryat pun mendatangi vian.
" oh iya pak untuk perlengkapan kamar seperti televisi dan kulkas mau sekalian saya yang beli atau bapak saja." kata pak daryat
" udah urus saja sama tim L-Pro, saya tau jadi saja." kata vian
" baik kalau begitu pak." kata pak daryat
" saya kirimkan dananya ke pak daryat, sekalian pelunasan pembangunan ini." kata vian
" baik pak, terimakasih." kata pak daryat.
__ADS_1
Tak lama dr. Chandra datang kesana memberikan pasport dia dan isterinya, setelah mengobrol dia pamit pulang, ada juga ojek online yang disuruh dr. Silvy mengirim paket. Tak lama shinta datang naik ojek online.
" pagi pak, ini saya membawa pasport distributor dan tim LNI." kata shinta, vian pun membawa shinta ke dalam rumah.
" kamu udah sarapan belum." kata vian, lalu dia pergi ke kamar mengambil pasport di brangkas.
" sudah pak di rumah." jawab shinta
" ayo shin sarapan bareng." kata lily
" iya bu terimakasih, sudah di rumah." jawab shinta
" iya kak shinta ayo sarapan bareng kita." kata bella
" iya tante, enak loh masakan papah." kata devan
" tante sudah makan aa, terimakasih." kata shinta
" maaf ya, kamu jadi harus kerja nganterin pasport distributor dan tim LNI, padahal hari libur." kata lily
" enggak apa apa bu, lagian saya juga enggak ada kerjaan di rumah." kata shinta yang canggung
" tante kita main aja sama aa kalau enggak ada kerjaan, habisnya aa enggak ada teman, papah pergi aja, mamah sibuk kerja." kata devan
" boleh a, mau main apa." kata shinta
" wah gawat nih, kalau si aa udah nempel begini bisa bisa nambah anak kembarnya." kata bu retno.
Tak lama pak dede masuk memberitahukan bahwa orang dari travel sudah datang.
" iya pak de, suruh duduk aja dulu nanti saya kedepan." kata vian
" baik pak." kata pak dede
" oh iya semuanya siap siap aja ya, setelah ini kita berangkat ke tempat Reuni dan wisata." kata vian
" mamah ikut ya ketemu orang dari travel." kata lily
" iya udah, sekalian mamah tentukan hotel dan yang lainnya." kata vian
" ini pak pasport distributor dan tim LNInya." kata shinta sambil menyerahkan amplop cokelat.
" kamu sekalian ikut juga, supaya kamu bisa menjelaskan ke tim LNI, nanti kamu yang akan koordinasi sama travel." kata vian
" baik pak." kata shinta
" papah, tantenya kan mau main sama aa, enggak boleh di ajak kerja." kata devan
__ADS_1
" iya aa sayang, papah pinjam tantenya, nanti kalau sudah aa boleh main deh." kata vian. vian, lily, astrid, dilla dan shinta pun pergi menemui orang dari travel, karena tempat di depan sempit jadi vian mengajak mereka ke paviliun.