Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Vian merasakan ruang rumah sakit


__ADS_3

Pulang dari tempat acara lily mengajak vian untuk pergi makan siang, lily mau ke rumah makan yang menjadi favorit dia dulu, vian menyetujui sekalian bernostalgia makan pertama dengan lily. lily menyuruh edi untuk pergi kesana. 1 jam perjalanan mereka sampai di rumah makan tersebut. kebetulan mereka bisa dapat tempat duduk yang sama dengan waktu pertemuan mereka.


" pah masih ingat gak, waktu itu kita makan disini dan di tempat duduk ini." kata lily


" iya ingat dong sayank, kamu mengajak aku kesini pulang dari bank, kamu banyak cerita, kamu nangis nangis gak mau di tinggal sama papah kan." jawab vian menggoda lily


" gak gitu juga kali. tapi pas waktu itu mamah merasa kenapa mau berkeluh kesah bercerita sama papah ya," jawab lily. sambil memesan makanan favorit dia. sekitar 40 menit mereka disana menikmati makanan, lily pergi untuk membayar makanan, pas kembali dan mau berangkat vian merasakan pusing, lalu terduduk dan pingsan. lily yang kaget akan kondisi vian memanggil edi dan putra supaya membawa vian ke rumah sakit. " edi, putra tolongin bapak, gotong ke mobil kitq bawa ke rumah sakit..cepat." suruh lily dengan panik.


30 menit perjalanan menuju rumah sakit vian dibawa ke ruang IGD untuk diambil tindakan. lily menceritakan kronologi kejadian vian sampai pingsan. 15 menit kemudian dokter yang memeriksa vian keluar menemui lily. memberitahukan kondisi vian bahwa vian gak apa apa. hanya perlu istirahat untuk memulihkan kondisi. dokter itu pun mengabarkan bahwa perlu cek darah untuk mengetahui kondisi sebenarnya. dokter menyarankan supaya tidak bulak balik vian di rawat di rumah sakit. lily pun pergi ke bagian administrasi untuk memesan kamar VVIP dan membayar deposit. vian di bawa ke ruangan VVIP oleh suster, ditangan vian sudah dipasang selang infusan. lily mengikuti vian ke kamar tersebut dengan khawatir. setelah dipindahkan dari blangkar ke tempat tidur pasien vian berusaha mengingat kejadiannya.


" yank, ini dimana, papah kenapa." kata vian


" sekarang papah di rumah sakit, tadi pas mau pulang papah pingsan. papah istirahat ya." jawab lily, vian hanya bisa menanggukan kepala, lily telepon ke ibunya di rumah mengabarkan bahwa vian masuk rumah sakit.


sontak yang di rumah menjadi kaget. bu retno yang dikasih kabar menjadi pusat pertanyaan, Vian kenapa ?, bagaimana kondisinya?, apa yang terjadi?, di rumah sakit mana?, " ya sudah kita kesana aja untuk memastikannya, vian di rumah sakit P." kata bu retno


dirumah sakit lily duduk disamping sang suami.


" pah, apa mamah bilang kekhawatiran mamah terjadi juga kan." kata lily


" iya mah maafin papah, makanya mamah jangan begitu khawatir biar gak kaya gini." jawab vian berusaha becanda


" papah masih becanda aja ih." kata lily


" kan mamah sendiri yang bilang. mamah pulang aja ya, kasian anak kita, mamah juga jangan kecapean, palingan besok papah juga pulang kok sayank." jawab vian mencoba menbujuk sang istri untuk pulang

__ADS_1


" gak mamah akan nemani papah." jawab lily


tak lama dokter pun datang untuk memeriksa vian dan memberitahukan hasil lab. dari hasil lab. untjk kesehatan vian normal saja. sakit sekarang di akibatkan luka dan kecapean saja.


"jadi saya sudah bisa pulang dokter." kata vian, vian merasa lebih baik di rumah karena istrinya pasti gak akan mau pulang, vian mengkhawatirkan kondisi lily yang sedang hamil.


" udah lah pah, papah istirahat disini." kata lily


" bapak bisa pulang tapi ingat bapak harus istirahat, setelah nanti infusan habis saya akan kembali lagi untuk pengecekan kondisi bapak." kata dokter


setelah dokter keluar ruangan orang tua dan mertua vian masuk. vian dan lily pun kaget akan kedatangan mereka yang begitu mengkhawatirkan kondisinya.


" aa kamu kenapa, kok bisa kaya gini." tanya pak adi


" aa cuma kecapean aja pak." jawab vian


" iya bu maaf, terimakasih sudah mengkhawatirkan saya, saya juga inginnya istirahat tapi semua juga kan tanggung jawab vian." jawab vian


" memang ya kamu itu pekerja keras, bertanggung jawab lagi." kata pak bowo


" terus kata dokter gimana kondisi kamu sekarang." kata bu ningsih


" habis infus ini kalo dirasa sudah baik, aa boleh pulang bu," jawab vian


" syukur kalo begitu." jawab mereka

__ADS_1


ika yang mendapat kabar bahwa kakaknya masuk rumah sakit langsung pergi bersama lusi dan mita. sesampainya di ruangan vian


" aa maafin ika ya, ika telah mengajak aa untuk pergi ke kampus ika." kata ika sambil terisak


" kamu kenapa sih, kamu gak salah kok. aa pergi atas keinginan aa sendiri, aa bentar lagi juga pulang." jawab vian menenangkan ika


1 jam kemudian dokter dan suster masuk, dokter memeriksa kondisi vian, setelah pemeriksaan itu dokter menyuruh suster membuka selang infus dari tangan vian. " bagaimana dok, apa saya sudah boleh pulang." tanya vian


" boleh pak, silahkan selesaikan dulu adminiatrasi kepulangan bapak." kata dokter


" baik dok, saya akan ke bagian administrasi." jawab lily. lily bangun dari tempat duduknya kelihatan dia cape, pas mau pergi dia dihalangi sama pak bowo


" sudah kamu duduk aja, kamu juga haris jaga kondisi kamu, biar bapak yang urus." kata pak bowo. pak bowo pun pergi ke bagian administrasi untuk mengurus kepulangan menantunya itu. dibagian administrasi mengatakan bahwa uang deposit tadi masih ada dan akan dikembalikan melalui transfer, pak bowo telepon lily dan meminta lily untuk mengirimkan nomor rekening banknya karena sisa deposit akan ditransfer ke rekeningnya. setelah dokumen kepulangan sudah selesai, vian dan yang lainnya pulang ke rumah.


jam 7 malam vian dan yang lainnya sampai di rumah, vian di bawa langsung ke kamarnya. devan pun datang menghampiri orangtuanya itu


" papah sakit apa, gak apa apa kan. aa khawatir papah kenapa kenapa. aa gak di ajak sama kakek dan nenek nengok papah." kata devan


" terimakasih aa sayang, papah gak apa apa buktinya papah sudah pulang kan. tadi nenek dan kakek gak bawa aa karena anak kecil gak boleh masuk rumah sakit." jawab vian menjelaskan kepada devan, vian pun memeluk anaknya itu. malam itu vian dan lily hanya makan bubur, karena kecapean mereka pun tertidur.


keesokan paginya entah dari mana kabarnya di kantor BLS, dan LNI rame mendengar kabar bahwa vian sakit. mereka pun hanya bisa mendoakan kesembuhan pimpinannya itu. abe dan direksi lain berencana menjenguk ke rumah vian karena mendengar juga bahwa vian sudah pulang. begitu pula di kantor BLS.


" pah, di bawah direksi LNI dan BLS mau menjenguk papah." kata lily


" ya sudah papah ke bawah. gak enak juga mereka masuk ke kamar ini." jawab vian. lily menyetujuinya dan menggandeng suaminya itu ke bawah menemui mereka. " alhamdulillah bapak sudah baikan." kata mereka hampir berbarengan

__ADS_1


" terimakasih sudah mengkhawatirkan saya dan mendoakan saya. serta makasih kalian mau nengokin saya ke sini. saya sudah baikan tinggal istirahat saja, insyaAllah besok sudah bisa aktivitas lagi." jawab vian


setelah melihat kondisi vian baik baik saja mereka pun pamit karena gak mau ganggu istirahatnya juga. vian dan lily kembali ke kamar untuk istirahat.


__ADS_2