
Sesampainya di mall, vian mengajak devan langsung ke toko mainan sedangkan isteri, orang tua dan mertua vian pergi ke tempat lain untuk belanja. Devan pun memilih mainan untuk dia dan adik adiknya, setelah selesai vian dan devan pun pergi ke tempat lily, astrid, dilla dan shinta serta ibu dan mertua vian berada.
" dek, aa belikan mainan loh." kata devan, lalu membagikan kepada adik adiknya
" terimakasih aa," kata astrid dan dilla
" cucu nenek memang baik banget ya." kata ibu asti
" iya kan harus baik nek, sama adik adik." kata devan
" iya aa hebat, pinter." kata ibu sri
" terus aa beli apa." kata lily
" beli ini mah, bagus kan." kata devan
" memang pinter kamu tuh ya, pilih mainan." kata lily
" nanti mainannya bisa di mainkan sama adek mah." kata devan
" iya sayang, makasih ya aa udah ingat sama adik adiknya." kata lily
" udah belum belanjanya, kita pulang, ini udah sore loh." kata vian
" iya ayo pulang." kata lily, lalu membayar belanjaan, setelah itu mereka pun pulang ke rumah.
Jam 3.17 menit mereka sampai di rumah, vian dan isterinya masuk ke kamar untuk mandi dan berganti pakaian. Vian pamitan untuk melihat barang kiriman dari LA dan PBN, setelah mengecek barang apa saja yang dikirim, vian memisahkan barang mana saja untuk di rumah dan untuk di kirim ke panti asuhan.
" pak mau sekarang dikirim ke panti asuhannya." kata pak dede
" boleh pak de, mumpung masih sore." kata vian
__ADS_1
" sebentar saya mau suruh karyawan L-Trans untuk mengambil minibus," kata pak dede lalu dia menelepon tim L-Trans, setelah itu di bantu putra dan haris memasukan barang barang untuk dikirim ke panti asuhan.
" pak haris, kamu disini ya, putra aja yang ikut." kata vian
" baik pak." kata haris, vian pun pergi bersama pak dede dan putra ke panti asuhan.
Jam 4.27 menit vian sampai di panti asuhan, vian dibantu pak dede dan putra membawa sembako ke panti asuhan, melihat vian membawa barang barang untuk panti asuhan pak ustadz kemat menyuruh anak anak yang sudah besar membantu membawakannya. Anak anak panti asuhan pun menyalami vian, pak dede dan putra.
" bapak bukan menyuruh kami saja, enggak perlu bapak sendiri yang membawanya." kata pak ustadz kemat
" enggak apa apa pak ustadz, sekalian olahraga, oh iya gimana kondisi disini pak ustadz." kata vian
" alhamdulillah pak, anak anak senang, anak anak remajanya pun semangat ke kebun, mereka mau menanam sayuran, kemarin saya membeli bibitnya, dan memberi makan ayam dan ikan setiap harinya, jadi kalau ada makanan yang bersisa mereka kumpulkan untuk di keringkan dan diberikan ke ayam, kalau enggak langsung diberikan ke ikan di kolam." kata pak ustadz kemat
" saya mengucapkan terimakasih banyak pak, karena bapak juga memperhatikan keluarga kami, dengan memberikan tempat tinggal sendiri." kata ustadz toha
" iya pak, jadi privasi keluarga pun sekarang terjaga." kata pak ustadz hasan
" sama sama pak, tapi pendidikan anak anak jangan sampai terlepas ya pak, terutama masalah ahlak dan etika mereka. Jangan sampai terbawa oleh lingkungan diluar." kata vian
" kita juga enggak bisa menyalahkan sekolah, karena di sekolah anak anak paling lama beberapa jam, lingkungan merekalah yang akan membentuk karakter sebenarnya." kata vian
" betul pak, untung saja lokasi panti asuhan ini sedikit jauh dati pemukiman warga lainnya dan anak anak pun disini bisa bermain sendiri enggak harus ke luar, jadi setidaknya kami bisa lebih mudah mengawasi mereka." kata pak ustadz kemat
" pak ustadz bisa urus kepindahan sekolah anak anak ke sekolah livi, setidaknya akan bisa lebih mudah mengontrol mereka juga, kqlqu ada tunggakan disekolah lamanya, segera kasih tau saya, nanti saya akan suruh tim yayasan sosial livi untuk menyelesaikan masalah tersebut." kata vian
" baik pak, terimakasih banyak atas kebaikan dan perhatian bapak kepada kami." kata pak ustadz kemat
" sama kalau ada kekurangan apa apa bilang saja, apalagi masalah makanan untuk anak anak." kata vian
" baik pak." kata mereka
__ADS_1
" sama kalau mau beli bibit ayam, ikan atau sayuran pun bilang saja, jangan sampai pak ustadz memikirkan harus mencari uang kemana, dan jika setelah saya berikan dananya pak ustadz masih melakukan hal hal seperti itu dengan meminta minta batuan dengan mengatasnamakan panti ini saya tidak akan mentolelir tindakan tersebut, saya juga telah bicara masalah ini kepada yang lainnya." kata vian
" insyaAllah enggak akan pak, kami sekarang sudah enak tinggal fokus memikirkan pendidikan agama dan membimbing anak anak saja ." kata pak ustad kemat
" bukan saya tidak mempercayai pak ustadz semuanya, tapi saya juga perlu mengingatkan jangan sampai itu terjadi." kata vian.
" terimakasih pak, terimakasih atas kunjungan bapak ke panti asuhan ini, membuat kami tidak merasa jalan sendiri lagi ada orang yang mendukung kami dalam menjaga dan membimbing anak anak ini." kata pak ustadz kemat
" kenapa panti asuhan ini dinamakan panti asuhan kita bersaudara, itu ide dari pak menteri, pak gubernur, mereka merasa ini bukan hanya tanggung jawab pak ustadz saja, tapi ini menjadi tanggung jawab kami juga." kata vian
" jadi kalau ada apa apa tolong kasih tau saya secepatnya, untuk masalah kesehatan anak anak juga, kalau ada apa apa langsung bawa ke rumah sakit saja sebelum klinik itu berjalan." lanjut vian
" oh iya pak, saya juga sedang membetulkan mobil untuk operasional di panti asuhan ini, kemarin ada orang yang jual butuh dan saya teringat panti pasti memerlukan kendaraan jadi saya membelinya, nanti kalau sudah selesai saya kirimkan kesini." kata pak dede
" tuh pak, ada aja jalannya, yang penting nanti tolong rawat itu dan pergunakan untuk keperluan panti ini, kalau sekalai kali dipergunakan pak ustadz juga enggak masalah, tapi jangan sampai rebutan saja dan jangan sampai menjadi masalah." kata vian
" insyaAllah pak, terimakasih banyak." kata pak ustadz kemat dan yang lainnya
" pak, aa devan enggak kesini, terimakasih mainannya, anak anak senang memiliki maianan yang diberikan aa devan." kata isteri ustadz kemat
" nanti saya sampaikan ke dia, ini aja saya enggak bilang, kalau bilang pasti dia mau ikut, alhamdulillah kalau anak anak pada senang. saya enggak akan lama juga karena mau ada tamu, katanya pak menteri sosial mau datang berkunjung ke rumah." kata vian
" benar benar rumah bapak itu penuh keberkahan ya, selalu dikunjungi para tamu dan enggak tanggung tanggung para pejabat pula." kata pak ustadz kemat
" alhamdulillah, terkadang setiap akhir pekan saya juga enggak bisa kemana mana, karena mereka berkunjung ke rumah." kata vian
" semoga bapak dan keluarga selalu diberikan kesehatan, keselamatan dan dilimpahkan rezeki yang banyak dan berkah." kata pak ustadz kemat
" aamiin." jawab mereka
tak lama ada telepon masuk, vian pun minta izin angkat telepon
__ADS_1
" assalamualaikum, papah dimana?, ini ada pak gubernur L dan ibu datang." kata lily
" waalaikumsalam, papah lagi berkunjung ke panti asuhan sambil memberikan sembako, iya papah sebentar lagi pulang." kata vian, setelah itu telepon pun ditutup.