Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Rasa Persaudaraan Yang Kuat


__ADS_3

Isteri endris tidak langsung menjawab, dia pun merasakan keharuan atas ucapan vian dan isterinya itu.


" Terimakasih banyak pak, bu, bohong kalau saya bilang enggak mau, apalagi ini memang rencana kita dan entah kapan akan terlaksana, kalau bunda gimana ayah aja." kata Nadia


" rasanya saya mau nangis kalau enggak malu sama orang, kalau memang enggak menjadi beban buat kamu saya setuju ajakan kamu, mungkin ini jalan Allah untuk kita ya bun." kata endris, isterinya mengangguk


" terimakasih pak bu atas kebaikannya." kata nadia


" sama sama, saya lihat antara bapak dan vian rasa persaudaraannya kuat banget." kata lily


" kita pernah makan roti yang udah di injak bersama sama, kedinginan, saling tampar waktu latihan." kata vian


" kamu masih ingat aja." kata endris


" kamu kabari aja ibu kamu, bapak ibu mertua kamu untuk siapkan berkas membuat pasport, bilang aja mau jalan jalan, hari senin kita ke kantor imigrasinya." kata vian


" iya bro nanti saya kabari mereka." kata endris


vian pun menelepon ke ust. Ogi bahwa ada tambahan 7 orang lagi, pasportnya hari senin akan diserahkan, lalu menelepon orang imigrasi memberitahukan dan memohon bantuannya supaya bisa membantu membuat pasport hari senin dan hari itu juga jadi. Endris yang mendengar percakapan vian merasa benar benar terharu atas perbuatan temannya itu, ajakannya itu bukan omong kosong tapi langsung direalisasikan.


Setelah bermain cukup lama vian meminta untuk pulang karena waktu sudah sore, endris dan keluarganya ikut ke minibus sedangkan mobil yang dia pakai mengikuti. 37 menit perjalan mereka telah sampai di rumah, lily membawa keluarga endris supaya menempati kamar tamu. Lily pun menelepon catering untuk makan malam dan untuk makan siang besok acara reuni kelas vian. Pak bambang dan ibu sisil pamit pulang dulu, setelah selesai mandi dan sholat magrib vian pamit pergi ke gazebo mau menyuruh indra pasang tenda. Sedangkan shinta diminta untuk menginap oleh lily. Lily, astrid dan dilla merasa bahwa ada hubungan tertentu diantara shinta dan vian, mereka ingin menanyakan kepada shinta langsung.


Vian pergi ke gazebo dan memanggil indra untuk mendirikan tenda, vian pun membantu indra, tak lama endris datang dia pun membantu mendirikan tenda. Setelah selesai mereka duduk di gazebo


" indra tolong siapkan pembakaran ya." kata vian


" baik pak," kata indra


" berapa karyawan yang kerja di rumah kamu ini." kata endris


" persisnya saya enggak tau, mungkin 10an." jawab vian

__ADS_1


" terus anak muda itu siapa." kata endris


" itu teman adik sama adik ipar saya, mereka kerja di perusahaan, daripada mereka kos lebih baik di rumah lagian ada kamar kosong, kedepannya bakalan pindah ke mess yang sedang dibangun itu." kata vian.


" itu buat mess, yang sebelahnya." kata endris


" iya untuk mess putra dan puteri, kalau yang sebelahnya buat kamar tamu, saya enggak enak kalau ada tamu pejabat apalagi mau menginap disini, kedepannya kalau ada acara rapat perusahaan yang dari luar kota bisa menginap disana." kata vian. Vian tifak mengetahui bahwa saat ini shinta sedang diajak ngobrol sama isteri isterinya.


Vian membuat kopi dan membuatkan susu buat endris, dia pun menyalakan rokoknya. tak lama haris datang menemui vian.


" maaf pak menggangu, saya barusan di telepon pak riki katanya ada yang datang meminta jatah keamanan di cafe." kata haris


" iya sudah kasih aja, masa hal kaya begini haris saya datang juga." kata vian


" kata riki mereka sudah di kasih 50 ribu, tapi mereka malah marah marah meminta 1jutaan. Dan sudah membjat onar" kata haris.


" iya sudah kalau begitu saya kesana, kamu telepon babhinkantibmas." kata vian, dia pun beranjak pergi.


vian, endris, haris, putra dan Waluyo anggota endris yang menjadi sopirnya pun ikut pergi kesana.


Di cafe terlihat acak acakan para tamu juga menyingkir dan mereka menonton aja. Vian dan endris tiba disana terlihat 5 pemuda yang memakai seragam ormas sedang berkata kata kasar bahkan kursi ada yang sudah berantakan.


" masa cafe rame ini ngasih jatah 50 ribu, memangnya kita apa." kata pimpinan pemuda itu


" iya kaya ngasih ke pengemis aja." kata pemuda lain


" kalau mau terus lanjut usaha beri kita 1 juta setiap bulannya, kalau enggak lebih baik tutup." kata pimpinan pemuda. Vian mendatangi mereka


" apa hak kalian menutup usaha saya," kata vian


" oh bapak pemiliknya ya, bagus kalau begitu, bapak harus bayar jatah keamanan 1 juta setiap bulan ke kita," kata peminpin pemuda

__ADS_1


" kalau saya enggak mau gimana." kata vian


" bapak tinggal tunggu saja, tempat ini akan kami hancurin." kata pimpinan pemuda tersebut, endris melihat kondisi tersebut naik darahnya.


" udah lah jangan banyak omong bro, sikat habis aja." kata endris


" kalian dari ormas ini, berani berani ngacak ngacak tempat usaha saya." kata vian


" kita dari ormas P, kenapa." kata pemuda


" perintah komandan." kata waluyo, disaat itu handphone vian berbunyi, ada telepon dari pak gubernur B. Vian pun mengangkatnya.


" bapak mau cari perlindungan kesiapa, udah serahkan uang keamanan ke kita sekarang kalau enggak kita hancurin sekarang juga ini tempat." kata pemimpin pemuda itu. Vian menutup telepon dari pak gubernur. Pak gubernur yang mendengar ada ancaman dan vian menutup teleponnya dia menjadi khawatir, dia pun menelepon pak bambang menanyakan keberadaan vian, pak gubernur pun menceritakannya apa yang baru dia dengar, pak bambang pun buru buru ke rumah vian setelah menanyakan ke securty rumah vian dia tau bahwa vian pergi ke ruko, setelah menyuruh ibu sisil turun dia bergegas ke ruko. pak bambang pun menelepon ke pak gubernur.


Vian juga sudah tidak tahan lagi


" mau kalian apa, mau dengan kekerasan, sini saya kasih pelajaran." kata vian


" bangsaat, udah masih pelajaran." kata pemimpin pemuda itu menyuruh anak buahnya untuk menghajar vian


Salah satu pemuda menyerang vian dengan mengayunkan pukulannya. Plaaaak vian menangkis pukulan itu, lalu menendang pemuda tadi gedebuuuuug, pemuda tadi terjatuh menimpa meja. Yang lainnyanya pun bergerak ingin mengeroyok vian. Haris dan putra sudah siap siap


" udah sama saya saja pak." kata waluyo " anjing seperti ini enggak ada apa apanya... Sampah masyarakat kalian." lanjut waluyo bergegas menghadang ke 3 orang pemuda, sedangkan endris langsung memukul pemimpin pemuda tadi. Plaaak...... Plaaaaak..... Plaaaak... buuuuk... Buuuk...buuk endris menampar dan meninju pemimpin pemuda tersebut. waluyo pun sama meninju ketiga pemuda sekaligus buuuk... Buuuuk.. buuuuk. Ketiga pemuda tadi terjatuh. Endris menyuruh putra membawa tali, setelah itu endris dan waluyo mengikat mereka. Lalu menyeret mereka ke halaman ruko dibantu haris dan putra. Endris pun mengintrogasi mereka.


" siapa nama kamu." tanya endris kepada pimpinan pemuda itu


" charles pak." kata pimpinan pemuda itu


" siapa yang suruh memeras seperti ini, kalian pasti sudah sering melakukan hal seperti ini kan. Suruh pimpinan kamu datang kesini kalau enggak terima, atau saya akan hancurin markas kamu." kata endris


tak lama mobil polisi dari polsek datang kesana dengan beranggotakan 2 orang dan datang pula babhinkantibmas naik motor.

__ADS_1


__ADS_2