
Lily membawa de qinar ke kamarnya dan menidurkan di kasur bayi yang dibawa dari jakarta. vian duduk di balkon sambil menikmati kopi tadi yang belum habis lalu menyalakan rokok. astrid dan dilla pun menghampiri vian dan duduk di sebelah vian
" mas makasih ya udah ajak ibu dan ari jalan jalan." kata astrid
" iya mas makasih udah mau ajak bapak, ibu dan adik ku jalan juga." kata dilla
" mereka kan keluarga mas juga, kalian gak usah berterimakasih." kata vian
" aku bersyukur bisa nikah sama mas," kata astrid
" mas juga bersyukur memiliki istri seperti kalian." kata vian
" aku juga gak nyangka mba akan terima kita secepat ini." kata dilla
" mas juga sama gak nyangka, tapi ini takdir hidup kita, mas minta kalian akan selalu akur, saling bantu." kata vian
" iya mas." kata astrid dan dilla vian pun memberikan ciuman ke kening mereka
" kalian gak ajak ajak ya." kata lily lalu duduk dipangkuan vian dan mencium bibirnya. vian pun mematikan rokoknya lalu memciumi lily lalu mengajak mereka masuk ke dalam kamar.
vian pun dilucuti pakaiannya, mereka pun sama membuka baju tidurnya, lily menciumi vian lalu memberikan bukit kembarnya. sedangkan tangan vian sedang bermain di mahkota lily, pusaka vian di kendalikan oleh astrid dan dilla, mereka bergantian memainkan pusaka vian. lily memberikan mahkotanya ke bibir vian. karena sudah hak canggung dan terbawa suasana astrid memasukan pusaka vian ke dalam mahkotanya. lalu mulutnya memainkan bukit kembar lily. dilla pun mengemut bukitnya astrid sehinga gelora di kamar menjadi panas. lily sudah mencapai puncak pertamanya, dilla memberikan bukitnya lalu mahkotanya kepada vian. astrid sudah terengah engah sambil memainkan bukit dilla dan akhirnya lemas terbaring di samping vian lily mengambil alih lalu dilla dan lily saling meremas bukit.
" pah aku gak kuat enak banget..." kata lily dan ambruk ke dua kalinya, dilla memasukan mahkotanya ke pusaka vian, karena lama diaminkan sama bibir vian dilla pun terkulai dan berbaring disisi vian lalu menciuminya. vian bangkit lalu mengarahkan pusaka ke mahkota milik astrid, mereka berdua berciuman dan mempercepat permainan dan akhirnya mereka berdua mencapai puncuk bersama. vian mencium bibir dan kening astrid lalu mencium lily dan dilla. mereka pun berpelukan berempat dibawah selimut lalu tertidur dengan bahagia.
Pagi vian bangun duluan lalu mandi, setelah berpakaian vian membangunakan istri istrinya itu untuk mandi dan sholat shubuh bersama. vian pergi ke aula lalu membuat susu dan menyalakan rokoknya, astrid dan dilla membantu lily merapikan kamar dan pakaian karena akan pergi ke bromo. tak lama ika dan bella datang menghampiri vian
" aa kak lily, kak astrid dan kak dilla mana." kata ika
" kakak kakak mu lagi siap siap, kalian udah beresin barang kalian." kata vian
" udah dong." jawab mereka
" o iya aa, ika kirim ya analisa untuk produk busana muslim ke aa itu dari teman teman ika, semalam ika juga udah ngobrol banyak sama bella, dia juga mau ikutan gimana a." kata ika
" kamu keberatan gak kalau bella ikutan di perusahaan kamu." kata vian
" gak aa, ika malahan seneng bella kan jago di design, semalam juga ika sama bella udah diakusi masalah nama perusahaan dan merknya." kata ika
" benar kamu bell mau ikutan gabung ika." kata vian
__ADS_1
" iya mas kalau boleh itu juga." kata bella
" ya boleh dong kenapa gak, apa namanya." kata vian
" perusahaannya PT. Sister Pesona Indonesia, merknya Belika gimana bagus gak." kata ika
" aa setuju aja, toh kalian yang akan menjalankan, tapi kan bella di surabaya." kata vian
" bella hanya buat design aja mas nanti kan bisa dikirim melalui email, kalau memang dibutuhkan aku bisa ke jakarta juga kuliah aku udah gak begitu banyak." kata bella
" iya nanti pas kamu ke jakarta bareng aja sama astrid dan dilla, terus baru buat perusahaannya nanti biar raka dari livi group bantuin. sekarang matangkan saja produknya untik merknya biar raka juga yangburus patentnya." kata vian
" makasih ya aa, untuk pemegang sahamnya gimana a, ambil aja dari ika gak apa apa buat bella" kata ika
" gak usah, aa 40%, ika 25%, Bella 25%, lusi 5%, muthi 5%." kata vian
" oke kalau begitu, terimakasih kakak ku tersayang." kata ika
" o iya bell bantu untuk promoin resort mas vian yang di bali itu. sekali kali kamu boleh kesana ajak teman kamu juga boleh. mbak kamu lagi fokus ke dilas cafe apalagi mau buat usaha LAD's lagi" kata vian
" iya mas nanti bella bantuin sama teman. si sella dan erni" kata bella
" boleh bella minta bantuan sella sama erni gak mas mereka juga jago design." kata bella
" iya udah bagus kalau begitu." kata vian
" nama sekolah dan kampusnya apa.?" tanya bella
" LIVI. sama buatkan juga logo livi group dan livi sebagai brand." kata vian
" oke siap mas." kata bella
" inilah Indahnya Kebersamaan, bisa saling dukung," kata vian
" kalian lagi ngobrol apa sih serius." kata lily sambil menghampiri mereka bersama astrid dan dilla
" ini mereka mau buat perusahaan busana muslim nama perusahaannya PT. Sister Pesona Indonesia merk dagangnya Belik, nih logonya juga udah ada." kata vian sambil menunjukan logo yang dibuat bella
" Trid, Dil, kita keduluan siapa yang buat logonya." kata lily
__ADS_1
" saya mbak, semalam saya buatnya." kata bella
" kamu buatkan logo merk LAD's ya." kata lily
" iya mbak nanti saya coba buatkan." jawab bella
" trid, dill fikirin nama perusahaannya." kata lily
" PT. LAD's Bersatu." kata astrid
" PT. LAD's Berkah Bersama." kata dilla
" pah bantuin dong cari nama yang bagus." kata lily
" emang mau kapan buat perusahaannya, jangan buru buru kenapa, fikirin dulu." kata vian
" habis ika sama bella aja udah masa kita belum." kata lily
" iya nanti kita fikirin bersama, toh ika juga belum tandatangan notaris." kata vian
" awas lho papah harus bantuin." ancam lily
" iya iya, nanti bella buat aja dulu logo merknya udah gitu Patentkan. nanti barengan aja buat perusahaannya. sekarang kita senang senang aja dulu." kata vian
" oke kalau seperti itu kita senang senang." kata lily
" aa udah bangun dan mandi. sebentar lagi kita pergi lho." kata vian
" udah dong tadi dimandiin sama astrid dan dilla." kata lily
" pak dede, pak yudi, haris dan putra bantuin lilis sama evi ya angkat barang barang, kita siap siap terus sarapan." kata vian
" oke pak." kata mereka lalu masuk ke villa dan membawa barang barang di masukan ke mobil
" sayank bantuin bapak sama ibu." kata vian
" iya pah." kata lily lalu pergi bersama astrid dan dilla
" ika mau bantuin bapak sama ibu dulu ya aa." kata ika lalu menyusul kakak iparnya
__ADS_1
setelah siap dan barang barang sudah dimasukan ke mobil, vian memeriksa setiap kamar takut ada barang yang ke tinggalan, vian juga menaruh selembar uang kertas di atas meja di bekas kamarnya. setelah cek gak ada barang ketinggalan vian pergi sarapan bersama keluarganya.