
Halida meminta vian untuk membuka pertemuan tersebut terlebih dahulu sebagai tuan rumah.
" assalamualaikum, selamat siang bapak dan ibu sekalian, terimakasih atas kehadiran teman teman semuanya dikediaman kami ini, mohon maaf kalau ada yang tidak berkenan, harap maklum seperti ini rumah kami. Semoga dengan adanya ajang seperti ini bisa mempererat tali persaudaraan diantara kita ini. Jujur setelah lulus sekolah waktu itu saya hanya berkomunikasi sering hanya dengan endris, dan itu pun baru baru aja. teman teman tau lah siapa saya makanya saya enggak aktif bahkan keluar dari group alumni karena saya tau diri aja. Dengan pencapaian saya saat ini enggak bisa dibilang sukses juga karena saya tau diantara teman teman banyak yang jauh lebih dari saya ini bahkan mungkin saya ini urutan terakhir, tapi saya bersyukur bukan mau membangga banggakan tapi menurut saya ini sudah lebih dari cukup karena dibandingkan dulu saya seperti apa, saya bisa seperti ini juga berkat teman teman yang memompa saya untuk jauh lebih baik, oh iya perkenalkan ini isteri saya lily, astrid dan dilla, alhamdulillah mereka mau menjadi pendamping hidup saya, yang banyak memberikan dukungan baik materi ataupun pemikiran, anak saya baru 2, 2 lagi masih dalam proses sekarang masih 3 bulanan, saya juga enggak tau mengapa mereka menyukai saya mau menerima saya sebagai suami mereka, jujur saya juga enggak pernah berfikiran bahwa saya bisa memiliki isteri yang cantik seperi ini, itulah kehidupan. Mohon maaf sekali lagi terimakasih banyak kepada teman teman sudah mau meluangkan waktunya untuk bisa hadir disini." kata vian
" kita juga berterimakasih, kamu mau memfasilitasi pertemuan kita ini, kedepannya apa yang kamu bilang untuk terus menjaga dan menjalin tali silaturahmi, kita adakan acara seperti ini lagi, gimana menurut teman teman lainnya." kata halida
" setuju." kata mereka
" sekali kali kita sambil berlibur, apalagi vian punya resort di bali." kata rusdi
" ayo aja kalau saya, yang penting waktunya jangan fix sesion, dan rencanakan jauh jauh hari. Bukannya saya sok sibuk tapi alhamdulillah banyak yang mengajak kolaborasi akhir akhir ini, baik pemerintahan ataupun kampus yang menyuruh saya sebagai narasumber lumayan buat jajan anak anak." kata vian, lily, astrid dan dilla ketawa mendengarnya
" kamu bisa aja nih." kata halida
" kalau boleh tau nih, perusahaan apa saja yang kamu miliki sekarang." kata yuli
" ada perusahaan LNI bergerak di bidang perlengkapan bayi, Bank BLS, LA bergerak bidang agrobisnis dan pengolahan makanan dan minuman, mudah mudahan tahun depan di pabrik minyak goreng, beras, tepung, mie instant, Rumah sakit, expedisi, property, dan sekarang sedang membangun sekolah dari TK sampai universitas, Dillas bergerak dibidang supplier hasil bumi, dan cafe di surabaya, LCI kosmetik, dan SPI bidang fashion muslimah yang kelola adik sama adik ipar, restoran yang kelola ibu dan ibu mertua saya." kata vian
" cafe dan toko swalayan yang di depan itu milik kamu juga." kata aida
" iya, disana ada cafe, toko swalayan, butik, kantor LCI dan SPI." kata vian
" berapa banyak karyawan kamu sekarang vian." kata rusdi
" baru kurang lebih seribuan lah belum banyak." kata vian
" terus apa nih buat kita supaya punya usaha juga." kata halida
" saya fikir buat aja koperasi simpan pinjam dan koperasi tersebut pula sebagai distributor untuk menjual produk sembako, nanti saya bisa supply produknya, lagian kalau sembako teman teman pasti membutuhkannya. Tinggal tunjuk siapa yang mau mengelola koperasi tersebut sebagai pengurus dan sebagian lainnya sebagai anggota, jadi setiap tahunnya kalau koperasi itu mendapatkan hasil kita bisa menikmatinya bersama." kata vian
" iya udah kamu jadi ketua pengurusnya." kata halida
" silahkan cari yang lain, saya hanya support saja, nanti pengelola ini akan mendapatkan gaji bulanan." kata vian
" kalau disepakati teman teman, cari nama koperasinya, siapa saja pengurusnya, siapa yang akan mengelolanya." lanjut vian
" lokasi kantornya mau dimana." kata aida
" menurut saya cari lokasi dimana dari kita ini yang banyak tinggal saya rasa di kota B." kata vian
__ADS_1
" iya bener itu." kata rusdi
" kenapa kita harus di lokasi kota B, karena kalau produk sembako itu jalan, target pasar awal itu kan kita kita, jadi bisa lebih cepat ke jual juga, siapa yang banyak membeli di koperasi juga akan lebih besar keuntungan yang akan di dapat juga nanti pas pembagian hasil usaha," kata vian
" silahkan fikirkan lebih matang dulu jangan asal asalan, karena sayang kalau hanya buat tapi enggak dikelola dengan benar." lanjut vian
" iya udah kita bicarakan nanti di group ya." kata halida
" siap ibu ketua." kata mereka
" tuh udah ada untuk ketua pengurusnya, tinggal yang lain." kata vian lalu menyalakan rokoknya
" pah, aku istirahat dulu ya." kata astrid
" iya pah, aku kok lelah ya." kata dilla
" iya sudah kalian istirahat sana." kata vian, lalu mencium kening mereka, astrid dan dilla pun pergi masuk ke rumah setelah pamitan ke teman teman vian.
" pak ibu sambil makan mengobrolnya." kata lily
" iya yang mau kopi, ada tinggal buat di gazebo." kata vian
vian pun pergi ke gazebo membuatkan kopi, lily mengobrol dengan halida, aida dan teman teman perempuan vian.
" kapan lagi kita dibuatkan kopi sama bos." kata rusdi
" iya ya. Padahal kamu bisa aja menyuruh pembatu di rumah kamu." kata yang lainnya
" santai aja, hanya membuat kopi." kata vian, mereka pun mengobrol sambil ngopi dan merokok, tak lama rombongan keluarganya datang. Pak bambang dan pak gubernur datang ke taman
" maaf nih mengganggu acaranya." kata pak gubernur
" enggak pak gub, kita hanya silaturahmi saja." jawab vian
" anak anak kecapean habis main, mereka langsung tidur." kata pak gubernur
" biarkan saja pak, buru buru mau kemana." kata vian
" teruskan saja pak acata reuninya." kata pak gubernur
__ADS_1
" kita hanya kumpul kumpul saja pak gub." kata vian. Tak lama ika dan bella bersama teman temnnya datang.
" a besok minibus dipake enggak." kata ika
" enggak kenapa gitu." kata vian
" ika dan yang lain mau jemput silvia dan silvy boleh." kata ika
" iya silahkan aja, bilang sama pak dede pakai sopir lainnya, karena dia mau aa ajak ke kantor imigrasi." kata vian
" oh. Iya udah kalau begitu, ika bilang dulu sama pak dede." kata ika
" kalian sudah bilang sama pak bambang sama ibu sisil." kata vian
" udah, om sama tante mingijinkan." kata ika
" iya udah kalau begitu." kata vian
" nanti kalian makan siang disini ya." lanjut vian
" iya a." kata ika
" mas tadi aku dapat telepon dari kampus, minta aku tanya ke mas apa hari kamis besok bisa jadi narasumber di kampus, kata mereka sudah kirim pesan ke mas tapi belum dibalas." kata bella
" iya sudah, oke kan saja lagian mas ada disana." kata vian
" aku ikut iya." kata bella
" kerjaan kamu disini gimana." kata vian
" udah beres lagian bisa dikerjakan disana juga." kata bella
" iya udah, kamu jadi sekretaris mas berarti, kamu bilang sama mbak kamu." kata vian
" siap bos." kata bella lalu menyusul ika dan yang lainnya
" super sibuk, saya jadi kalah sibuknya." kata pak bambang
" ini gara gara pak gubernur L, disuruh sambutan waktu acara wisuda adik ipar itu." kata vian
__ADS_1
karena sudah waktunya makan siang, vian mempersilahkan pak bambang, pak gubernur dan teman teman sekolahnya serta keluarganya makan siang bersama.