Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Menjelang Keberangkatan Umroh 1


__ADS_3

Vian memberitahukan ke Dr.Chandra, Endris dan yang lainnya bahwa besok akan diadakan syukuran menjelang keberangkatan Umroh jam 10. selesai makan malam vian dan yang lainnya pun menikmati malam kebersamaan itu dengan saling bercerita dan becanda. Vian juga menyuruh shinta untuk koordinasi dengan cindy. Vian sambil menyalakan rokoknya menikmati malam itu. Pak dede dan pak edi serta keluarganya pun ikut bergabung disana.


" benar benar rame ya disini, walau kita beda darah tapi terasa kekeluargaannya." kata pak menteri


" iya, saya belum pernah merasakan hal seperti ini sebelumnya." kata pak gubernur L


" suasana seperti ini yang membuat kita tenang, dan merasa ada dukungan." kata pak gubernur B


Jam 21.47 menit Vian menyuruh indra untuk membuat pembakaran jagung dan BBQ.


" besok SPI akan membagikan kerudung dan kaoskaki untuk ibu ibu supaya dipakai pas keberangkatan dan selama disana." kata vian, vian menyuruh pak menteri untuk mencoba lagi jagung bakar


" ini banget pak, apalagi bumbunya ditambah minum susu panas, luar biasa enak." kata pak menteri


" apa yang saya bilang, bapak pasti ketagihan, saya saja yang hampir setiap malam makan selalu ketagihan." kata pak bambang


" ini memang cocok untuk kebersamaan seperti ini." kata pak menteri


" oh iya pak menteri, maaf kenalin nih pak anam distributor LNI dari subaya." kata vian lalu memperkenalkan pak anam


" salam kenal pak, kok bapak bisa bapak kenal sama pak vian dan mau menjadi distributor produknya." kata pak menteri


" salam kenal juga pak, saya kenal pak vian semenajk beliau kerja di perusahaan S, saya mau menjadi distributornya karena saya tau produk yang dihasilkan pak vian tidak akan merugikan saya." kata pak anam


" berapa omzet sekarang pak." kata pak menteri


" antara 1,5 sampai 2 milyar per bulan pak, apalagi sekarang saya juga mengambil produk LA dan SPI bisa sampai 4 milyar." kata pak anam


" ini luar biasa." kata pak menteri


" ini berkat bimbingan pak vian juga pak, sama perusahaan perusahaan tersebut juga membantu dalam pemasaran kami, pak vian juga membantu saya mendirikan perusahaan sendiri." kata pak anam


" ini bisa menjadi contoh bagi yang mau menjadi pengusaha enggak harus memiliki produk sendiri, tapi dengan menjual produk orang lain pun bisa menjadi pengusaha yang menghasilkan omzet milyaran." kata pak menteri

__ADS_1


" pak vian punya 10 distributor seperti pak anam aja sudah santai ya." lanjut pak menteri


" iya pak, kami baru memiliki 5 diatributor yang berkembang tapi baru pak anam sama pak dodi yang besarnya." kata vian


" pak anam nanti jadi distributor minyak, mie instant , beras dan tepung ya merknya berkah." kata pak bambang


" siap pak, kebetulan saya juga memiliki toko yang bisa dijadikan tempat penjualan sembako tersebut." kata pak anam


" iya semoga bisa cepat terealisasi ya pak vian." kata pak bambang


" mudah mudahan awal bulan depan mesinnya tiba jadi pertengahan bulan kita sudah bisa mulai operasional pak." kata vian


" betul pak, mesinnya masih dalam perjalanan, jadi sepertinya supply bahan bakunya sudah bisa di kirim awal bulan juga." kata opik


" iya sudah nanti saya koordinasi sama perusahaan." kata pak bambang


" PBN harus ada direksi pak, mungkin ada rekomendasi, karena saya enggak memungkinkan memegang 2 perusahaan sekaligus." kata opik


" ketua tim pabrik PBN siapa pik." kata vian


" iya sudah nanti setelah pulang dari umroh, saya dan pak bambang akan bicara sama dia, menurut kamu dia gimana." kata vian


" bagus, baik dari sisi perencanaan dan eksekusi serta hubungan dengan yang lainnya pun bagus." kata opik


" iya sudah kalau begitu, nanti saya bicara dengan dia" kata vian, vian meminta shinta untuk mencatat agenda tersebut


" iya sudah pak kalau memang itu sudah di putuskan, saya ikut apa kata pak vian saja, tadinya saya berharap opik yang akan menangani itu." kata pak bambang


" terimakasih pak atas kepercayaannya, tapi pak andi lebih cocok karena beliau pernah bekerja dibidang tersebut, sama saya juga sedang mau bangun pabrik baru lagi untuk pengembangan perusahaan LA." kata opik


" LA mau buat pabrik apalagi pak." kata pak bupati antusias


" pabrik pengolahan air minum dalam kemasan, kemarin kita sudah kerjasama dengan pihak perhutani dan dinas kehutanan dalam menjaga kelestarian lingkungan hutan, kita juga mengajak anak anak pecinta alam. Perusahaan LA juga mau membangun pabrik pengolahan makanan ringan dari bahan dasar hasil pertanian seperti singkong, kentang dan jagung." kata opik

__ADS_1


" wah berarti perlu kedaraan expedisi dong pik." kata pak dede


" iya pak de, makanya harus siapkan ya truk dan mobil box." kata opik


" siap pik, L-Trans selalu dukung." kata pak dede


" pak de, jangan sampai mengganggu transportasi SPI ya." kata ika


" enggak dong tenang aja." kata pak dede


" oh iya ka, SPI siapkan dana untuk pengambilalihan pabrik LA yang sekarang di pakai SPI dan LNI, nanti LNI akan aa suruh pindah ke karawang aja, jadi itu pabrik milik SPI sepenuhnya." kata vian


" siap a, memang kita perlu perluasan pabrik terutama untuk produk kaoskaki perlu tempat luas untuk prosesnya." kata ika


" pak bupati ini yang senang, program yang dijanjikan waktu kampanye bisa diatasi oleh pabrik LA dan SPI di tambah perusahaan PBN." kata pak gubernur D


" iya pak, sekarang dari laporan dinas ketenagakerjaan dan BPS bahwa di daerah saya terus mengalami penurunan angka pengangguran." kata pak bupati


" terus lokasi pabrik itu dimana pak opik." lanjut pak bupati


" disebelah pabrik yang sekarang pak, kami sedang negosiasi lahan yang disamping dan belakang kita untuk mengganti lahan pertanian yang ke pakai untuk pabrik, mungkin kami juga meminta bantuan bapak supaya bisa mempertahankan gunung yang dibelakang itu agar tetap lestari, kami sudah tandatangan kerjasama selama 10 tahun, tapi saya khawatir kalau ada perubahan struktur kepemerintahan itu juga akan mempengaruhi hubungan kerjasama ini, dan yang paling ditakutkan alih fungsi hutan tersebut." kata opik


" kalau bisa gunung yang ada mata airnya itu kami beli." kata vian


" itu harus dilihat di BPN apakah itu milik pribadi apa pemerintah. Saya rasa kalaupun nanti berubah struktur di dinas tersebut dan kepemerintahan selagi bisa menguntungkan kedua belah pihak enggak akan masalah pak." kata pak gubernur D


" saya khawatir kedepannya lahan disekitarnya menjadi lahan pemukiman, apalagi sampai menebang pohon pohon di hutan atau penggalian tambang batu atau pasir disana." kata vian


" itu yang harus pemerintah pertahankan, nanti saya coba lihat ke BPN kepemilikan lahan disana seperti apa, karena memang sekarang ada beberapa bukit yang sudah rata karena diambil batu dan tanahnya." kata pak bupati


" itu dia pak, yang membuat kami khawatir, karena dampak kedepannya harus diperhatikan." kata vian


" nanti saya bantu bicarakan dengan dinas terkait pak, karena ini bukan masalah saya membantu perusahaan pak vian, tapi ini terkait masalah lingkungan hidup. saya percaya kepada pak vian karena tidak mungkin merusak lingkungan." kata pak gubernur D

__ADS_1


" kemarin waktu kita adakan survey lokasi kita ajak bicara para pencinta alam dan lingkungan, dan mereka setuju dengan tindakan kami ini, kami perlihatkan apa yang sudah kami lakukan untuk kelestarian alam dan akhirnya mereka pun sadar dan mau membantu kami." kata opik


Obrolan pun mengalir, kadang serius kadang diselingi becanda sambil menikmati jagung bakar.


__ADS_2