
Vian pun datang ke gazebo, setelah menyapa, vian pun menawarkan minum dan dia pun membaut kopi. Setelah itu dia duduk sambil menyalakan rokoknya.
" terimakasih pak sudah datang kesini, maaf saya merepotkan bapak, tadinya saya mau kesana langsung akan tetapi masih ada yang harus saya kerjalan disini, mungkin baru minggu depan kesananya." kata vian
" enggak apa apa, terimakasih saya sudah di undang ke rumah bapak." kata pak andi
" santai saja pak, kalau bapak merokok merokok saja bebas disini." kata vian
" merokok pak.Terimakasih." kata pak andi lalu dia pun mengeluarkan rokok dan menyalakannya.
" saya mendengar dari pak opik bahwa sekarang sedang perakitan mesin mesin pabrik, kenapa saya panggil bapak mendadak karena hal tersebut, saya sudah mendengar riwayat bapak dari pak opik. karena ini sangat mendesak dan keputusan pun baru diambil beberapa minggu ini. Sedangkan operasional pabrik akan segera berjalan jadi saya butuh orang yang akan menjalankan pabrik tersebut karena pak opik enggak sanggup untuk memegang 2 perusahaan, jadi untuk pabrik tersebut akan berbeda dengan LA, saya kemarin diskusi dengan pemegang saham lainnya pabrik tersebut akan dibawah perusahaan PT. Pangan Berkah Nusantara, merk dagangnya Berkah. Nah sekarang saya mau tanya ke bapak apakah bapak sanggup menjalankan perusahaan tersebut." kata vian
" InsyaAllah pak kalau memang saya diberikan kepercayaan, saya sanggup menjalankannya. Karena sebelumnya saya pernah bekerja di perusahaan serupa. Akan tetapi saya juga perlu tim lainnya." kata pak andi
" terimakasih kalau begitu, jadi saya harap pak andi menginap dulu disini, nanti kita bahas untuk selanjutanya. Karena hari ini kita akan menandatangani proses pendirian perusahaan tersebut." kata vian
" baik pak." kata pak andi.
" bapak saya tunjuk sebagai direktur utama, bapak cari siapa yang cocok untuk posisi lainnya, misalnya direktur keuangan, direktur marketing, direktur produksi, direktur operasional karena itu akan dimunculkan di akta pendirian perusahaan, saya rasa bapak sudah ada kandidat dari tim yang sekarang sudah ada." kata vian
" iya pak sudah ada.saya akan ambil dari tim sekarang, untuk direktur keuangan Ibu Riska, direktur produksi Pak Ginanjar, direktur operasional pak saeful, direktur marketing pak Damar, Direktur HRD dan Hukum ibu Salsabila." kata pak Andi
" oke saya minta tolong mintakan kartu identitas mereka karena nanti malam kita tanda tangan notarisnya, untuk teman teman yang lain biar tim notaris datang ke pabrik." kata vian
" baik pak," kata pak andi lalu dia mengirimkan ke grup, pak andi pun minta kontak vian lalu mengirimkan photo kartu identitas mereka yang tadi disebutkan. Vian pun mengirimkan ke Raka supaya dibuatkan akta notaris pembuatan perusahaan PT. Pangan Berkah Nusantara, vian pun menceritakan kronologinya ke raka dan rincian sahamnya.
" jadi nanti setelah ini bapak urus semua perizinan atas nama PT. PBN ini yang sebelumnya atas nama LA. mulai hari ini bapak tidak ada kewajiban melaporkan ke pak opik, bapak langsung ke saya." kata vian
" baik pak." kata pak andi. Vian pun menghubungi pak bambang supaya nanti malam bisa ke rumah untuk tandatangan perusahaan PBN.
__ADS_1
" oh iya pak bagaimana menurut bapak untuk kedepannya mengenai PT. PBN ini, apa yang akan bapak kerjakan." kata vian lalu menghisap rokoknya dan meminum kopi
" saya sangat optimis pak terutama untuk produk minyak goreng, dan saya mohon izin supaya PT. PBN ini bisa mengeluarkan 2 produk pastinya dengan merk berbeda untuk minyak goreng. Karena dari sisi produksi pun pasti akan berbeda, untuk kualitas bagus kita masuk ke pasar modern dan yang biasa kita ke pasar pasar tradisional dan warung warung, untuk mie instant itu mainnya palingan di rasa nanti pak saeful yang akan melakukan pengembangannya, tepung dan beras pun sama seperti minyak pak." kata pak Andi
" oke kalau begitu, Berkah untuk produk bagusnya dan merk Jaya untuk produk murahnya bagaimana." kata vian
" bagus pak, merk itu mudah di kenal dan penyebutannya pun mudah, mudah mudahan belum ada yang memilikinya." kata pak andi
" iya sudah suruh tim untuk memeriksanya biar kita bisa jalan." kata vian
" baik pak saya akan suruh ibu salsabila." kata pak andi, vian pun membuatkan kopi untuk pak andi.
" waduh pak jadi merepotkan." kata pak andi
" santai saja pak kalau disini, kalau merk tersebut sudah bisa kita pegang hak kepemilikannya nanti langsung buat semua keperluan untuk prosuksi." kata vian
" baik pak," kata pak andi
" masih di perjalanan pak kata pak ginanjar, mungkin hari minggu besok sampai." kata pak andi
" berarti senin bisa kita uji coba ya." kata vian
" bisa pak, dan senin mungkin kita akan jalan semuanya." kata pak andi
" untuk masalah dan gimana." kata vian
" dana yang tersedia sekarang menurut laporan ibu riska itu masih cukup pak untuk kita operasional selama 5 bulan ke depan, mudah mudahan di bulan kedua kita bisa menambah dari hasil penjualan." kata pak andi
" jadi bagian HRD pun bisa melakukan penerimaan karyawan jika ada kekurangan dari yang sekarang ada." kata vian
__ADS_1
" mungkin akan ada penambahan di bagian operasional dan di bagian marketing pak." kata pak andi
" saya serahkan ke pak andi dan tim direksi saja, untuk masalah dana pun nanti kalau sudah ada rekening bank sendiri pindahkan dari rekening atasnama LA." kata vian
" baik pak." kata pak andi
" oh iya untuk gaji direksi pasti akan disesuaikan juga, pak andi coba buatkan rancangannya. Sekaranh pak andi istirahat saja di kamar nanti saya kasih kuncinya di mess sambil menunggu nanti notaris dan pak bambang. Untuk makan nanti kita sama sama." kata vian. Vian pun membawa pak andi lalu memberikan kunci mess dan menyuruh haris mengantar dia. Vian pun masuk ke kamar disana lily, astrid dan dilla sedang mengobrol dan bermain bersama devan dan de qinar.
" papah tadi malam bobo sama aa ya." kata devan
" iya, kenapa enggak boleh papah bobo sama aa. Habisnya papah enggak dapat tempat tidur." kata vian
" boleh dong pah, aa senang." kata devan, vian pun mandi sore siap siap untuk aholat magrib
Sehabis sholat magrib mereka makan bersama, vian mengajak pak andi untuk makan juga, vian memperkenalkan pak andi kepada semuanya. tak lama pak bambang datang bersama ibu sisil. Selesai makan vian dan pak andi ke gazebo, vian dan pak andi menyalakan rokoknya, mereka pun mengobrol. Pak bambang pun datang kesana, vian memperkenalkan pak andi ke pak bambang.
jam 7.17 menit pak raka datang kesana, lalu pak raka membacakan akta pendirian PT. PBN.
" ka, untuk yang lainnya besok kamu ke pabrik itu ya untuk mereka tandatangani, setelah itu kalau sudah serahkan saja ke mereka untuk memulai proses perizinan lainnya." kata vian
" baik pak, besok saya kesana, kira kira jam berapa ya pak andi mereka ada di pabrik." kata raka
" jam 8 sudah ada pak." kata pak andi
" iya sudah kalau begitu saya jam 10 atau jam 11an sampai disana." kata raka
" baik pak saya tunggu." kata pak andi
" ka mau minum apa, kamu santai kan." kata vian
__ADS_1
" iya pak santai, kopi boleh." kata raka sambil menyalakan rokoknya. Vian membuatkan raka kopi, sama untuk dia dan pak andi