
Selesai mandi berdua, vian dan lily pun berganti pakaian.
" ih mandinya lama banget, pasti melakukan itu ya, mbak enggak ajak ajak kita." kata astrid
" anak kecil enggak boleh ikutan." jawab lily
" gimana de avin dan de alea rewel enggak." kata vian
" enggak kok pah, mereka anteng aja, itu sedang dimandikan asri sama della dan dilla lagi nyiapkan pakaiannya." kata astrid
" kalau de qinar dimana mah." tanya vian
" sama lagi dimandikan sama evi, si aa juga sama." kata lily
" kamu enggak apa apa sayang." kata vian
" enggak pah, sedikit cape aja." jawab shinta
" iya sudah ayo kita makan malam bersama dulu." ajak vian, lalu vian mengajak dilla untuk makan juga, mereka pun menuju ke halaman belakang untuk makan malam bersama
" ayo bapak ibu, silahkan makan dulu pasti cape habis di perjalanan." kata vian
" alhamdulillah bertambah lagi saudara baru dari jauh nih, selamat datang di keluarga besar livi." kata pak bambang
" iya nih, disini kita jadi nambah saudara ya, insyaAllah berkah." kata pak gubernur B
" jadi malas pulang kalau begini." kata pak menteri pendidikan
" iya sudah besok pagi saja pulangnya, kita kumpul kumpul saja dulu. Jadi saya kaya tuan rumahnya ya, habisnya disini sudah seperti rumah saya sendiri sih." kata pak bambang
" oh itu bu lily kebun yang ibu bilang." kata ibu citra
" iya bu itu." kata lily
" kalau rumah ibu sisil dimana, katanya tetanggaan sama bu lily." kata ibu citra
" itu bu, terhalang danau aja, tapi jarang saya tempati saya seringnya disini, jadi ini udah seperti rumah saya aja." kata ibu sisil
" sepertinya kita juga akan sering sering kesini kalau begitu." kata ibu Kayla
" saya hampir setiap akhir pekan kesini bu, si azka ngajak mainnya kesini terus." kata ibu zahra
" habisnya enak suasana disini, penuh dengan rasa kekeluargaan, udah gitu tempatnya juga enak, kamarnya pun lebih bagus dari kamar hotel bintang 5, menghadap danau." kata ibu citra
" memangnya dari awal ibu beli kavling ini semua." kata ibu citra
" enggak bu, awalnya sebelum nikah saya sama vian beli rumah ini aja, tapi karena kebutuhan dan kaveling 1 sampai 6 itu masih belum di bangun vian membelinya katanya buat kantor livi group, eh alhamdulillah ternyata ke pakai buat bangun gedung livi group, mess dan kamar tamu jadinya. Dan ini nih jadi bagian keluarga juga." kata lily
" mbak enggak ikhlas lagi nih ada kita." kata dilla
" mbak belum 100% ikhlasnya ya, ya udah kita pindah ke surabaya aja deh kalau begitu." kata astrid
" udah punya anak masih ngambekan. Kalau saya enggak ikhlas saya udah usir kalian semuanya." kata lily
__ADS_1
" habisnya mbak begitu sih." kata astrid
" memang di surabaya juga ada rumah bu." kata ibu citra kepo
" alhamdulilah bu, sebelumnya mas vian membelikan untuk saya dan dilla disana tapi enggak seluas ini sih bu." kata astrid
" ibu ibu ini memang seperti kembar ya, sebentar seperti berantem, terus baikan lagi, saya salut deh." kata ibu citra
" alhamdulillah mbak mau menerima kami bu." kata astrid
" bu kita pulang sekarang atau bagaimana." kata pak menteri pendidikan
" iya sudah bapak aja yang pulang kalau mau pulang, ibu disini aja." kata ibu citra
" awas loh bu, pak menteri nanti bawa yang baru ke rumahnya." kata pak bambang
" silahkan aja kalau memang berani, ibu enggak akan pulang pulang dan jangan harap ketemu lagi." kata ibu citra
" terus kan Nazwa mau pulang bu." kata pak menteri pendidikan
" iya kan besok kita pulang malamnya baru kita jemput di bandara." kata ibu citra
" iya sudah kalau begitu, tapi kalau bapak enggak bisa ikut jemput enggak apa apa ya." kata pak menteri pendidikan
" iya enggak apa apa, besok ibu yang akan jemput dia, terus ibu bawa dia kesini aja." kata ibu citra
" Resya, ikut pulang enggak." kata pak menteri sosial
" enggak ah pak, besok aja pulangnya hanya ambil pakaian aja, terus kesini lagi." kata resya
" habisnya kedokteran itu susah kak, tadinya aku mau kedokteran eh enggak keterima." kata amira
" enggak masalah kan bisa berkumpul juga disini." kata pak bambang
" iya. Jadi kamu bisa jadi dokter di rumah ini merawat semuanya." kata vian
" nanti aa mau jadi dokter tante, kalau ada yang sakit aa suntik deh.. Jos....jos." kata devan
" memangnya aa mau jadi dokter." kata lily
" iya mah, aa mau jadi dokter, kalau papah sama mamah sakit nanti aa yang ngurusnya." kata devan
" aduh anak baik, terimakasih ya sayang." kata lily
" enggak jadi dokter aja aa udah punya rumah sakitnya ya a." kata pak menteri UMKM
" iya om," kata devan
" kalau mamah sakit diurus aja juga enggak." kata astrid
" iya semuanya aa urus, nenek, kakek, de qinar, de alea, de avin, mamah astrid, mamah dilla, sama mamah shinta dan dede bayi yang di perut mamah shinta juga." kata devan
" terus kalau om sakit aa mau ngurusin om juga enggak." kata pak bambang
__ADS_1
" om kan ada tante silvia yang urus, tapi kalau tante enggak bisa nanti sama aa deh." kata devan
" lisa, resya, bianca dan nayla kamu enggak usah semuanya di SPI magangnya, sebagian di LCI aja ya bantu tante." kata lily
" kantornya dimana tante." kata resya
" sebelahan sama SPI, nanti kamu bisa sama kak sella dan kak selly disana." kata lily
" boleh aja tante, nanti aku lihat aja dulu ya." kata lisa
" kalian boleh dimana aja kerjanya, tapi tante minta bantuannya ya." kata lily
" siap tante." kata resya dan lisa
" LCI itu bergerak dibidang apa tante." kata lisa
" kosmetik dan sekarang sedang proses produksi di shampoo, sabun mandi dan ditergen." kata lily
" kalau pabriknya dimana tante." kata resya
" pabriknya di surabaya,nanti kita bisa kesana." kata lily
" terus kalau yang disini itu sebagai apanya tante." kata lisa
" kantor pemasaran dan toko juga." kata lily
" nanti kita bisa kolaborasikan tuh antara SPI dan LCI, kita buat paket." kata silvy
" iya kak, nanti kita obrolkan kalau begitu, kalau kak sella dan kak selly sebagai apa." kata lisa
" kak sella dan kak selly sebagai designnya dan di surabaya juga ada tim design ada kak erni, kak wati dan kak nadhine, di SPI ada kak bella, kak febby, kak vena dan kak fenny, jadi kalian bisa kerjasama mereka kalau membutuhkan design." kata vian
" alhamdulillah kalau begitu, jadi kerjaannya mudah ya." kata resya
" kalau disini itu saling bantu saja dan tidak ada istilah kerja di SPI dan LCI saja, kalau memang di perusahaan lain sedang membutuhkan tenaga iya harus siap membantu, tapi untuk masalah administrasi tetap di perusahaan itu, akan tetapi kalau banyak kerjaannya di luar perusahaan tersebut nanti livi group yang menghandlenya." kata vian
" kalu lisa dan resya mau di bali juga ada resort disana untuk dikelola." kata lily
" jauh banget tante kalau disana, kesana liburan aja." kata resya
" bulan besok kita mau liburan kesana." kata lily
" kalau itu aku mau ikut tante." jawab resya
" kita juga ikut kak, kalau liburan kesana." kata ika
" enggak ah, kakak sama kakak kamu aja perginya." kata lily
" aa ikut mah." kata devan
" iya sama aa dan de qinar kita perginya." kata lily
" nenek juga ikut ya aa." kata bu retno
__ADS_1
" iya nek, semuanya ikut aja deh, aa pusing." kata devan, semuanya pun tertawa melihat tingkah devan.