
Setelah masuk kamar vian dan isteri isterinya mengobrol lagi, setelah itu mereka melakukan hubungan suami isteri, vian mendapatkan puncaknya bersama lily, vian mencium kening lily, astrid dan dilla, lalu mereka pun tertidur dibawah selimut yang sama.
Di pagi hari vian bangun lalu mandi, setelah selesai mandi vian membangunkan lily, astrid dan dilla, mereka pun sholat shubuh bersama. Vian pun pamit pergi ke gazebo setelah membuat susu panas. Di gazebo vian menyalakan rokoknya lalu mengirim pesan ke pak daryat menanyakan mau langsung ke bandara atau datang dulu ke rumah. Pak daryat bilang dia akan langsung ke bandara naik taxi jadi bertemu di bandara jam 10an karena pesawat jam 11an. Vian juga mengirim pesan ke pak wahyudi meminta untuk menjemputnya jam 1an sudah di bandara surabaya.
Vian pun mengirim pesan ke pak dede supaya jam 9an sudah sampai rumah untuk mengantarnya ke bandara bersama yang lainnya. Tak lama devan datang, vian pun bermain bersama devan dan memberitahukan bahwa dia akan pergi ke surabaya. Devan senang bisa bermain bersama ayahnya itu.
Selesai bermain bersama devan vian pergi sarapan, bella menyampaikan kabar bahwa dia akan di wisuda 4 hari lagi bersama teman teman yang lainnya. selesai sarapan vian kembali ke kamar bersih bersih dan siap siap untuk pergi. Jam 8.30 vian bersama lily, astrid dan dilla mengantarnya ke bawah. Pak dede sudah standby disana, mereka pun memasukan barang bawaan ke dalam mobil, setelah pamitan mereka berangkat ke bandara. Jam 10 kurang mereka sampai di bandara, pak daryat sudah ada disana sedang menunggu kedatangan vian. Mereka pun melakukan check in lalu pergi ke boarding pass. Jam 11 pesawat pun take off, vian duduk bersama bella dan sella, selly duduk bersama ibu asti dan ibu sri, pak daryat duduk terpisah.
" mas datang ya ke acara wisuda aku." kata bella
" mas mau ke bali bell, mau menyelesaikan kerjaan disana." kata vian
" tapi aku mau hadiah dari mas." kata bella berbisik
" memangnya kamu mau hadiah apa." kata vian
" aku mau berdua sama mas." kata bella
" nanti aja kita ke Bandung ya, akhir pekan depan mas kesana ada penyuluhan." kata vian
" tapi jangan sama kak shinta ya." kata bella
" iya. Dia lagi ngurus tokonya." kata vian
" janji ya ajak aku kesananya." kata bella
" iya mas janji." jawab vian
" tapi kalau ada kesempatan, nanti bisa kan kita melakukannya." kata bella
" lihat situasi aja ya." kata vian
setelah menempuh perjalanan 1 jam 40 menit pesawat pun mendarat di surabaya. Karena tidak membawa barang bawaan banyak vian dan yang lainnya pun keluar bandara, vian menelepon pak wahyudi untuk menjemputnya di lobby. Setelah memasukan barang bawaan mereka pun langsung pergi, vian meminta untuk mampir terlebih dahulu di restoran untuk makan siang. Selesai makan vian dan yang lainnya pulang ke rumah.
" bu mau menginap di rumah atau pulang dulu." kata vian
" pulang dulu, ibu mau ambil baju dulu supaya bagus besok di photonya." kata ibu asti
__ADS_1
" iya nak, ibu kangen rumah juga." kata ibu sri
" iya sudah kalau begitu nanti pak yudi antar ibu pulang." kata vian
" kalau ibu, biar nanti bapak jemput aja." kata ibu sri
" iya sudah kalau begitu," kata vian. Mereka pun sampai di rumah. Vian mengeluarkan barangnya dari mobil lalu memasukannya ke kamar.
" mas mau dibuatkan kopi." kata bella
" iya boleh bell sama buat untuk pak yudi. makasih ya." kata vian, vian pun pergi ke gazebo lalu mengobrol dengan pak yudi dan pak daryat, lalu vian menyalakan rokoknya. Tak lama bella datang membawa kopi, lalu memberikannya ke vian dan pak wahyudi.
" mas aku mau pinjam mobil putih ya, mau antar sella dan selly pulang." kata bella
" iya sudah kamu pakai aja." kata vian, bella pun pergi.
" gimana pak, ibunya sudah ada di rumah." kata vian
" sudah pak, ibu mau ketemu sama bapak malahan." kata pak wahyudi
" terimakasih banyak pak." kata pak wahyudi
" pak, saya sudah suruh orang untuk mengirim undangan ke pak walikota untuk peresmian pembangunan komplek, tapi sampai sekarang belum ada jawaban." kata pak daryat
" saya bantu tanyakan ke pak walikota, saya minta photo surat undangannya saja." kata vian
" baik pak, saya kirimkan ke bapak." kata pak daryat. Setelah menerima undangan vian mengirim ke pak walikota
" selamat siang pak walikota, mohon maaf mengganggu waktunya, karyawan saya telah mengirimkan undangan untuk peletakan batu pertama pembangunan perumahan di dekat pabrik LCI." kata vian
" selamat siang pak, oh iya saya sudah dapat informasi dari staf, besok jam 9 ya, insyaAllah saya akan hadir, pak vian ada disini juga." kata pak walikota
" alhamdulillah saya baru sampai pak, terimakasih atas kesediaan bapak untuk dapat menghadiri acara tersebut." kata vian
" sama sama pak." kata pak walikota
" oh iya pak maaf mau merepotkan barangkali ada yang bisa bantu saya membuat pasport untuk keluarga saya, soalnya yang akan buat sekitar 15 orang." kata vian
__ADS_1
" oh begitu pak, nanti saya koordinasikan, dan saya suruh beliau untuk menghubungi bapak, kapan rencana mau membuat pasportnya." kata pak walikota
" Besok pak, terimakasih banyak atas bantuannya." kata vian
" oke saya sampaikan pak, saya izin akan memberikan nomor bapak ke beliau," kata pak walikota
" baik pak, maaf merepotkan bapak." kata vian
" enggak sama sekali pak, kalau begitu sampai ketemu besok." kata pak walikota
" baik pak, sampai ketemu besok." kata vian
" pak besok pak walikota insyaAllah datang." kata vian
" baik pak, kalau begitu saya mau ke lokasi pembangunan, mau melakukan persiapan untuk peletakan batu pertama LAD's Residence." kata pak daryat
" iya sudah kalau begitu, nanti saya usahakan kesana, bapak mau naik apa kesana." kata vian
" saya naik taxi aja pak, saya pesan sekarang." kata pak daryat, dia pun langsung memesan taxi. Pak daryat pun pamit karena taxi sudah mau datang.
tak lama pak wanto datang mau menjemput ibu sri, bu asti pun pamit untuk pulang, vian meminta pak wahyudi mengantarkannya. Vian pun sendiri di rumah menikmati rokok dan menghisap rokoknya. Vian pun memberikan kabar ke astrid bahwa mereka sudah sampai rumah dan ibu sudah diantar pak wahyudi pulang.
Sore hari bella datang, dia langsung menemui vian di gazebo.
" mas dari tadi disini." kata bella lalu menyandarkan kepalanya kepada vian
" iya, memangnya mau kemana lagi, nanti ibu datang loh." kata vian
" tadi ibu kirim pesan ke aku, katanya habis magrib baru kesini. Jadi kita bisa berduaan, aku mau hadiah wisuda aku sekarang aja ya mas." kata bella, lalu dia mencium bibir vian, vian pun membalas ciuman tersebut, " mas kita sambil berenang yu." kata bella
Sehabis magrib ibu asti, ari dan pak wahyudi datang. Setelah mengobrol, vian mengajak mereka untuk pergi, sebelumnya vian menyuruh untuk menjemput ibu, isteri dan anaknya pak wahyudi untuk pergi makan malam bersama. mereka pun pergi ke restoran
" nak terimakasih ya sudah mempekerjakan anak ibu, apalagi sampai memberikan rumah segala. Ibu tidak bisa membalasnya, hanya bisa mendoakan kamu aja." kata ibunya pak wahyudi
" terimakasih banyak bu, ibu sudah mau mendoakan saya, itu sudah lebih dari cukup. Saya harap pak yudi dan keluarga bisa betah di rumah barunya." kata vian.
Vian pun menyuruh mereka untuk memesan makanan. Setelah makanan dihidangkan mereka pun makan bersama sambil menunggu pak wanto dan keluarga.
__ADS_1