Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Memerlukan yang mau bekerja keras


__ADS_3

Mereka makan di restoran yang ada disana yang dikelola oleh ibu dan ibu mertua vian, sekarang hilda yang bertanggung jawab atas restoran tersebut.


" apa kabarnya hilda, gimana kamu keradan kerja disini." kata vian


" alhamdulillah baik pak, sangat kerasan pak karena dekat dengan orang tua." kata hilda


" terus gimana perkembangan restoran ini." kata vian


" alhamdulillah pak, banyak orang yang datang terutama akhir pekan, saya juga sudah membeli kursi dan meja untuk di outdor." kata hilda


" bagus kalau begitu, tapi tolong sampah sampahnya ya jangan sampai mengotori danau." kata vian


" iya pak, insyaAllah akan kami jaga lingkungan ini." kata hilda


" nanti kalau ada pertemuan, makanannya dari sini aja ya." kata vian ke tim sekolah


" baik pak, lagian makanannya enak enak kok." kata mereka


" jadi kamu juga harus siapkan dus makan kalau ada rapat atau ada yang mau dibawa pulang." kata vian


" sudah siap pak, karena saya sudah daftar di aplikasi makanan online, jadi selain yang datang kesini bisa membeli melalui online juga, terkadang warga disini juga membeli makanan dari sini." kata hilda


" bagus... Bagus... Idenya." kata vian


" bi lilis makan aja dulu, biar saya yang menyuapi devan. Saya sudah makannya kok" kata shinta


" enggak apa apa mbak saya saja." kata lilis


" biar saya saja enghak apa apa, bi lilis makan dulu." kata shinta


" iya biar tante shinta aja yang menyuapi aa." kata devan. Lilis pun menurutinya, dia pun mulai makan


Tak lama pak daryat datang, lalu menyerahkan data yang akan dibeli.


" ini pak data kursi, meja, dan sofa untuk di kantor yayasan, dan ini untuk di sekolahan di kantor kepala sekolah, ruang guru, dan ruang belajar, kalau untuk di asrama mau sekalian juga pak." kata pak daryat


" untuk di asrama beli lemari pakaian, sama tempat tidur siswa saja dulu pak, untuk kasurnya nanti saja, kalau intalasi listrik gimana pak." kata vian


" sudah diajukan katanya besok mau di pasang, kalau intalasi di ruangan sudah semua pak tinghal menyambungkan dari PLN saja." kata pak daryat


" apa perlu genset juga." kata vian

__ADS_1


" perlu sih pak, kalau mau di pasang juga panel tenaga surya jadi banyak cadangannya seperti di rumah bapak." kata pak daryat


" iya sudah pasang aja, yang dari panel surya itu untuk penerangan taman dan lainnya, jadi bisa menghemat kedepannya." kata vian


" baik kalau begitu yang kau dipasang dimana saja pak." kata pak daryat


" di kantor yayasan, SMP, SMU, SMK, sama kampus aja, yang SD enggak usah karena aktifitasnya juga hanya siang." kata vian


" oke pak, saya bisa pesankan ke orangnya, sekalian saya akan buatkan gardu untuk panel listrik kalau begitu." kata pak daryat


" bapak atur saja, bapak yang lebih tau." kata vian


" kalau klinik itu bagaimana pak," kata pak daryat


" nanti saya hubungi dr. Chandra saja, biar rumah sakit livi yang mengaturnya." kata vian, vian pun menelepon dr. Chandra memberitahukan tentang klinik di lokasi sekolahan livi. Jadi klinik ini akan dibuka untuk umum juga dan sebagai pertolongan pertama, nanti kalau sakit serius akan di rujuk ke rumah sakit livi.


" klinik ini akan kami masukan ke pamflet supaya daya tarik dan orang tua siswa pun yakin akan kesehatan anak anak mereka." kata bayu


" atur aja gimana supaya bisa menarik siswa akatan pertama ini bisa berjalan." kata vian


" sama tolong koordinasi sama dinas pendidikan ya untuk operasional sekolah ini." lanjut vian


" baik pak, sebelumnya kami sudah koordinasikan juga sama dinas pendidikan setempat, nanti kita undang waktu peresmian." kata bayu


" sama jangan lupa aparat pemerintahan setempat." kata pak bowo


" nanti untuk masalah surat menyurat bisa dibantu sama shinta, kalau memang perlu tandatangan saya atau bapak bisa ke rumah." kata vian


" siap pak," kata bayu


" shin tolong buatkan stempel yayasan dan stempel sekolahan ya, filenya nanti saya kirimkan ke kamu." kata vian lalu mengirimkan file logo untuk stempel.


" iya pak, nanti saya buat di tempat biasa. Nanti saya kirimkan filenya saja, besok bisa jadi." kata shinta


selesai makan vian pergi ke mesjid, setelah sholat dia duduk di kursi outdor restoran lalu menyalakan rokoknya, tak lama pak dede gabung disana.


" pak de, besok kita ke karawang ya." kata vian


" siap pak, berangkat jam berapa." kata vian


" jam 8an aja dari rumah, terus jemput shinta baru ke karawang." kata vian. Handphone vian pun menyala setelah dilihat siapa yang menelepon vian mengangkatnya.

__ADS_1


" selamat siang pak gub," kata vian


" selamat siang juga pak, ini pak saya mau mengabari besok acaranya jam 10 ya nanti lokasinya saya share ke bapak." kata pak gubernur


" baik pak, sampai ketemu besok." kata vian


" oke pak, sebentar lagi saya kirimkan lokasinya, sampai ketemu besok pak." kata pak gubernur


" iya pak baik, terimakasih." kata vian lalu menutup teleponnya. Tak lama lily telepon


" pah, masih di lokasi sekolah. Sudah makan siang belum, aa rewel enggak." kata lily


" masih ini baru selesai, si aa dari tadi main di kandang kuda sama lilis, sekarang lagi main sama shinta. kalian udah makan siang, sekarang dimana." kata vian


" masih di mall nih, sama kita juga baru selesai makan." kata lily


" pah kita boleh ke salon enggak." lanjut lily


" iya sudah kalau kalian mau, tapi jangan malam malam pulangnya ya, sama jangan lupa belanja buat acara 4 bulanan astrid dan dilla. Kalau beli perlengkapan buat umroh udah belum." kata vian


" udah pah, kalau gitu kita ke salon ya, makasih papah sayank." kata lily


" iya, hati hati." kata vian. Lalu menutup teleponnya


" pak dede udah beli perlengkapan umroh yang kurang." kata vian


" sudah pak, isteri yang beli." kata pak dede


tim sekolahan pun datang ke vian, mereka pun memperlihatkan keperluan di kantor yayasan dan sekolah.


" ini pak untuk keperluan di sekolah, kita juga perlu memasang telepon dan internet." kata bayu


" iya sudah kalian atur aja ya untuk masalah perlengkapan dan kebutuhan di sekolah. Sama nanti tolong persiapkan untuk acara peresmiannya. Saya transfer ke rekening siapa." kata vian


" ke rekening Ani aja pak, dia yang jago mengolah masalah keuangan." kata bayu.


" oke nanti saya transfer. Sama data data yang melamar menjadi tenaga pengajar dan staf kalian arsipkan ya." kata vian lalu dia pun mentransfer uang ke rekening ani


" baik pak." kata mereka


" uangnya sudah di transfer ya, kalian sudah bisa memperoses apa yang diperlukan, besok pas wawancara lihat saja orang orang yang mau bekerja karena saat ini kita memerlukan orang yang mau bekerja keras." kata vian

__ADS_1


" baik pak. Terimakasih." jawab mereka


Setelah itu mereka pun pamitan karena mau mengurus pemasangan internet dan membeli perlengkapan kantor.


__ADS_2