Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Kehebohan di kampung 2


__ADS_3

Setibanya di villa vian meminta dibuatkan kopi, dan vian juga meminta pak dede membuat pembakaran jagung, vian pun duduk di gazebo depan.


" pah makan malam masak aja ya, mirna di bantu ibu mau masak aja katanya jadi enggak usah beli." kata lily


" iya udah kalau memang ibu mau masak." kata vian


" oh iya pah, pak bupati katanya mau kesini malam ini, jadi besok ke sekolahnya dari sini aja, pak menteri biar langsung ke sekolah." kata lily


" iya sudah enggak apa apa." jawab vian


" nanti sholat magrib sama sama kata ibu, kita di ruang tamu berjamaahnya." kata lily


" iya sayank, makasih ya, mamah mandi dulu sana, papah merokok dulu." kata vian. Lily pun masuk untuk mandi. Tak lama handphone vian berbunyi


" pak vian besok saya jadi ke sekolah disana, kalau tidak ada halangan saya jam 11 sudah sampai sana, tadi saya sudah koordinasi sama pak bupati, katanya beliau malam ini mau ke kampung pak vian." kata pak menteri pendidikan


" iya pak, kalau begitu sampai ketemu besok." jawab vian. setelah itu handphone vian berbunyi lagi


" vian, warga mau ngajak ngobrol dan makan bersama, kamu ada waktu enggak." kata topan


" dimana tempatnya." kata vian


" di pos kamling warga yang waktu itu kita pernah kumpul, kalau enggak nanti saya ke villa kamu dulu." kata topan


" iya udah nanti saya kesana aja langsung, kamu enggak perlu kesini." kata vian. Vian pun masuk untuk mandi. Setelah siap dan waktu magrib sudah masuk, mereka pun sholat magrib berjamaah, vian menjadi imam sholat, selesai sholat mereka pun makan malam bersama. Vian menyampaikan bahwa dia mau bertemu warga yang mengajak mengobrol di pos kamling


" bapak ikut ya, sekalian mau ketemu dengan warga yang udah lama bapak enggak ketemu mereka." kata pak adi


" iya udah kalau bapak enggak cape." kata vian


" bapak juga ikut ah, mau kenalan sama warga disini." kata pak bowo


" sama saya juga mau ikut kalau begitu." kata pak wanto


" nanti bapaknya akan datang pak, apa disuruh kesana aja ya." kata ibu siska


" kalau bapak mau boleh, tapi suruh istirahat aja dulu, nanti haris jemput kesini." kata vian

__ADS_1


" memangnya jauh dari sini pah." kata lily


" enggak dekat rumah bapak." kata vian


" jangan malam malam, papah sama bapak kan baru perjalanan jauh juga." kata lily


" iya sayank enggak, kalian istirahat aja, kalau enggak bakar jagung." kata vian


" iya, mamah pengen jagung bakar." kata lily. Setelah makan vian pergi ke depan dan duduk bersama pak dede haris, pak sudianto dan pak suparman. Lalu menyalakan rokoknya, Vian pun menyampaikan bahwa pak bupati akan datang dan kalau mau nanti minta diantar kesana. Vian meminta pak dede untuk membantu membakar jagung buat ibu ibu. Setetelah itu vian pergi ke pos kamling bersama pak adi, pqk bowo, pak wanto ditemani haris. Tak lama mereka pun sampai di pos kamling. Vian pun menyalami mereka semua


" terimakasih vian dan bapak bapak udah menyediakan waktunya untuk kami." kata topan


" sama sama, terimakasih juga bapak bapak sudah mau ngobrol silaturahmi disini, sebelumnya saya perkenalkan ini pak bowo dan pak wanto bapak mertua saya, beliau mau ikut silaturahmi bersama bapak bapak katanya, sama ini haris orang yang selalu ikut kemanapun saya kecuali tidur." kata vian


" terimakasih pak atas kesediaannya bersilaturahmi dengan kita kita orang kampung." kata topan


" oh iya pak ayo kita sambil makan bersama nih, tapi maaf beginilah makanan di kampung." kata warga


" terimakasih, ayo silahkan." kata vian, sambil makan bersama, vian menghargai mereka walaupun sudah makan. pak adi, pak bowo dan pak wanto serta haris pun ikutan.


" maaf nih bukannya tidak enak makanannya, jujur saja saya sangat kangen makan seperti ini dan ingin makan terus tapi perut tidak muat karena baru aja makan., silahkan dilanjut saja." kata vian, vian pun minum lalu menyalakan rokoknya.


" saya asli jogja tapi lama tinggal di jakarta." kata pak bowo


" kalau saya dari surabaya, setelah anak pindah ke jakarta jadi saya di suruh ikut juga sama vian ini sekalian jaga cucu katanya." kata pak wanto


" memang isteri kamu itu orang mana vian." kata warga lainnya


" isteri pertama orang jakarta dan pak bowo ini orangtuanya, kedua dan ketiga orang surabaya, pak wanto orangtua dari isteri ketiga saya, dan isteri ke empat orang jakarta." jawab vian


" kamu ya, banyak banget isterinya, anak udah berapa." kata warga


" dari yang pertama 2, dari yang kedua dan ketiga baru 1, yang ke empat lagi hamil 7 bulan." jawab vian.


" pak adi benar benar ya. punya mantu 4, kalau ika belum kan." kata warga


" iya saya juga enggak nyangka nih anak bisa punya 4 isteri. Kalau ika belum, dia masih mau fokus membesarkan usahanya." kata pak adi

__ADS_1


" alhamdulillahnya mereka akur ya, sampai besan juga pada akur begini." kata warga


" pak adi kegiatan pa di jakarta." kata warga


" saya sama besan bantu ngurus sekolahan aja." kata pak adi


" oh iya vian, saya mewakili warga mengucapkan terimakasih karena berkat kamu, kehidupan kami ada peningkatan. kebetulan kamu kesini jadi saya mau memastikan apa benar pabrik kamu membutuhkan pisang. Jadi biar kami juga siap siap." kata topan


" benar baru tadi kita rapatkan di pabrik untuk pastinya, tapi untuk masalah pisang apa dan yang lainnya kamu hubungi aja orang orang pabrik." kata vian


" iya nanti saya tanyakan ke pak opik untuk pastinya." kata topan


" terus kaya jagung, cabe dan yang lainnya itu gimana, apa berlanjut atau digantikan sama pisang ini." kata warga


" itu tetap aja terus bapak bapak tanam, untuk pisang ini untuk produk baru lagi jadi enggak ada pengaruhnya." kata vian


" kami khawatir aja, soalnya kita sudah tanam dan sebentar lagi panen, kalau pabrik kamu enggak mau terima kn kita juga bingung mau jual kemana." kata warga


" tetap itu akan kami terima, kalau memang bisa ditambah dengan pisang ya silahkan kalaupun enggak enggak apa apa." kata vian


" memangnya untuk hasil tani itu masih memerlukan banyak." kata warga


" insyaAllah selama permintaan pasar terus berlanjut, dan alhamdulillah permintaan terus meningkat jadi bapak bapak enggak perlu khawatir malahan kita kekurangan supply, misalnya saja jagung, kita perlu banyak untuk permintaan dari Bali saja kita ambil dari daerah M, sedangkan untuk kebutuhan bahan mentahnya saja untuk jagung bakar permintaan banyak apalagi ditambah setelah diolah." kata vian


" kalau begitu kami enggak khawatir lagi." kata warga


" di Bali aja pak, minat untuk jagung bakar itu alhamdulillah sampai ada turis luar negeri yang bawa mentahnya buat dinegaranya." kata pak bowo


" makanya kita saling mendoakan supaya usaha vian lancar sehingga hasil bapak bapak juga bisa dibeli oleh pabriknya vian." kata pak adi


" aamiin." jawab mereka


" alhamdulillah berkat kamu vian, kehidupan kami bisa meningkat, bisa menyekolahkan anak anak, apalagi kamu bangun sekolah yang lebih dekat sekarang." kata warga


Sedang asyik mengobrol, pak bupati datang kesana bersama pak sudianto dan pak suparman, membuat kehebohan disana.


" maaf nih mengganggu acara kumpul kumpulnya." kata pak bupati

__ADS_1


" enggak pak, malahan kami senang bisa kedatangan pak bupati kesini." kata topan dan warga lainnya. Mereka pun mempersilahkan pak bupati untuk duduk bersama mereka


__ADS_2