
Di toko pakaian lily membeli pakaian untuk dia, astrid, dilla dan shinta, lily juga menyuruh ibu dan ibu mertuanya untuk membeli pakaian dan meminta supaya membelikan untuk ibu asti, ibu sri dan ibu anita juga. Setelah membeli pakaian vian dan yang lainnya pergi ke ATM center, vian mengambil uang untuk ngasih ke anak anak yatim besok.
" terus kita mau kemana mah." tanya vian
" aku pengen makan di restoran biasa dulu, boleh." kata lily
" iya sudah kalau begitu, buat yang di rumah nanti kita pesankan saja ya." kata vian, mereka pun pergi ke restoran yang biasa lily kunjungi. Vian memesan makan seperti biasa, lalu pergi ke meja pak dede dan haris, dia pun menyalakan rokoknya. Disana vian menelepon pak ustad supaya besok datang ke gedung livi group dekat rumahnya. Vian juga menanyakan jumlah anak anak panti asuhan. setelah makan disajikan vian kembali ke mejanya lalu makan sama sama.
Selesai makan vian dan yang lain pun pulang ke rumah, sesampainya di rumah lily meminta bantuan untuk memasukan makanan dan minuman ke dalam goodybag, vian pamit pergi ke gedung livi group sambil membawa kopi dalam kemasan yang tadi di beli. Disana sedang ada pemasangan internet
" gimana semua komputer sudah terpasang dan jaringannya." kata vian
" sudah pak, ini sedang di instal program programnya." kata dimas.
" kalian sudah makan belum." tanya vian
" sudah pak, tadi kami ke cafe yang bapak bilang." jawab mereka. Vian pun pergi ke ruangannya, lalu duduk di teras dan menyalakan rokoknya lalu meminum kopi dalam kemasan. Vian menelepon opik, abe, pak manopo, pak daryat, pak made, pak andi, dan pak rudi serta pak ikhwan supaya datang besok ke gedung livi group untuk acara peresmian gedung livi group. vian juga mengatur penjemputan bagi pak made, pak rudi dan pak ikhwan. Vian juga memberitahukan kepada pak menteri UMKM, Pak menteri Pendidikan, Pak Bambang, Pak Gubernur B, pak Gubernur D, Pak Bupati, pak walikota B dan pak walikota F bahwa akan diadakan peresmian Gedung Livi Group
Sore hari dimas dan kawan kawannya pamit pulang dulu, vian pun kembali ke rumah untuk mandi dan ganti pakaian.
" mah untuk bingkisan udah selesai." kata vian
" udah pah, catering juga udah di pesan kok." jawab lily
" oke kalau begitu. Terimakasih banyak ya sayank." kata vian
tak lama devan datang sama lilis.
" mah mainannya udah aa beresin, yang mau dikasih ke teman teman dari panti itu." kata devan
" terimakasih aa sayang." kata lily
" oh iya ini buat de qinar, de avin sama de alea ya, tadi aa beliin." kata devan sambil memberikan ke de qinar, yang de avin dan de alea astrid dan dilla yang menerimanya
__ADS_1
" terimakasih aa." kata lily, astrid dan dilla
" kok buat dede dalam perut mamah enggak dibeliin." kata shinta
" iya kan belum bisa main mah, aa juga bingung ngasihnya gimana, terus aa juga enggak tau adiknya cowok atau cewek." kata devan
" iya sayang enggak apa apa, terimakasih ya." kata shinta
" tadi si aa sendiri yang pilih untuk de qinar, de avin dan de aleanya loh." kata lily
" aa pinter banget sih, terimaksih ya." kata astrid
" iya nih de alea senang tuh dikasih mainan sama kakaknya." kata dilla
" terus mainan aa apa." kata shinta
" ada di kamar aa mah. Aa mau main lagi deh. Dadah mamah semuanya." kata devan lalu pergi keluar kamar.
sehabis sholat magrib vian dan keluarganya makan malam bersama.
" jam 11an pak, soalnya enggak resmi juga, kita hanya syukuran biasa aja dan hanya mengundang direktur atau pengelola perusahaan livi saja sama anak anak dari panti asuhan.
" oh iya pak minta tolong anak anak dari YPL auruh datang juga vian kelupaan." lanjut vian, vian pun menelepon dr. Chandra supaya besok jam 11an datang ke gedung livi group deli sebelah rumah dia. Selesai makan vian pergi kw gazebo, dia membuat kopi lalu menyalakan rokoknya. Vian juga menyuruh pak dede supaya dia hadir dan menyuruh tim L-Trans untuk menjemput pak made dan pak rudi serta pak ikhwan di bandara.
Tak lama pak adi, pak bowo dan pak wanto datang kesana.
" nak terimakasih ya, sudah menyambut dan menjamu saudara saudara bapak, mereka sangat senang bisa datang kesini." kata pak wanto
" sama sama pak, itu kan sudah kewajiban kita untuk menyambut tamu tamu kita itu." kata vian
" terus acaranya besok apa aja vian." kata pak bowo
" perkenalan gedung livi group sama ceramah dari pak ustad aja pak, setelah makan siang udah bubar paling saya akan bicara sama pak made, pak rudi dan pak ikhwan menanyakan perkembangan disana." kata vian lalu menghisap rokoknya, tak lama pak bambang datang kesana.
__ADS_1
" ternyata kumpul disini, sudah lama ya kita enggak berkumpul." kata pak bambang
" bapak saja yang jarang ada di rumah." kata vian
" iya pak, maklum harus mengadakan kunjungan kunjungan kerja, oh iya besok jam berapa acara peresmian gedung livinya pak." kata pak bambang
" jam 11an pak, hanya syukuran biasa saja bersama anak anak panti asuhan dan direktur serta penanggung jawab perusahaan livi saja." kata vian
" pak menteri dan pak gubernur di undang juga." kata pak bambang
" di undang tapi tidak secara resmi pak." kata vian
" gedung itu nantinya untuk apa saja pak." kata pak bambang
" yang pasti untuk koordinasi perusahaan livi, ada aula bisa untuk acara acara rapat dan pesta kecil, disana baru ada karyawan keuangan, IT dan programer mereka yang akan membentuk jaringan koordinasi antar perusahaan, nanti bapak juga bisa mengawasi PBN seperti apa disana." kata vian
" boleh tuh nanti kalau saya mengadakan rapat rapat dan pertemuan bisa disana dong ya." kata pak bambang
" bisa pak, silahkan saja, tapi saat ini masih belum disiapkan kursi dan meja rapatnya, kalau hanya untuk pertemuan beberapa orang bisa pakai ruangan saya, kalau perlu nanti saya buatkan ruangan khusus untuk bapak." kata vian
" enggak usah ruangan khusus lah, nanti bisa numpang sama pak vian saja." kata pak bambang
" aula itu bisa masuk berapa orang pak." kata pak bambang
" kalau ada meja paling 100 orang kalau enggak bisa diatas 200 orang pak." kata vian
" jadi di bawah hanya aula saja ya." kata pak bambang
" enggak pak, ruangan saya di bawah pak, mungkin nanti saya juga akan siapkan ruangan di atas juga kalau begitu, karena ruanhan di atas saya juga masih bingung untuk apa, tapi kalau ruangan di bawah itu diperlukan untuk mengadakan pertemuan pertemuan saya akan di atas saja." kata vian
" menurut saya seperti itu pak, jadi ruangan yang di bawah itu hanya untuk menjamu tamu saja supaya enggak ganggu kerjaan dan takutnya kalau disatukan dengan ruang pertemuan untuk menerima tamu khawatir ada data data penting yang bisa di lihat tamu." kata pak bambang
" benar juga ya, kalau begitu besok pagi saya akan pindahkan ke atas semua ruangan kerja sayanya." kata vian
__ADS_1
Vian meminta indra untuk membuat pembakaran jagung dan meminta dibuatkan susu panas ke mira. Vian lanjut mengobrol bersama pak bambang dan yang lainnya.