
Di dalam mobil devan mengajak astrid dan dilla bermain, de qinar sudah tidur. devan pun karena cape bermain dia pun tertidur. lily dan ika bernyanyi bergantian lalu mengajak astrid dan dilla untuk bernyanyi juga, vian pun ikut bernyanyi bersama
" mas mau dibuatkan minum." kata astrid
" boleh sayang kopi aja." kata vian
" trid aku juga mau ya susu. terimakasih." kata lily
" boleh sekalian gak kak." kata ika
" iya, di tunggu ya." kata astrid
sedangkan dilla tiduran di pangkuan vian, mendapati tubuh dilla yang hangat vian menyuruh dilla minum obat lalu vian memberikan bantal dan menyelimuti dilla.
" kamu istirahat ya sayang." kata vian, dilla pun mengangguk, vian pun mengecup kening istrinya itu.
vian mematikan AC dan membuka jendela mobil lalu duduk meminum kopi lalu menyalakan rokoknya karena ada batas ruangan jadi vian leluasa. karena sudah cape ika pun pergi ke kursi depan untuk istirahat setelah meminum susu buatan astrid. lily dan astrid pun duduk dan menyenderkan kepalanya ke bahu vian.
" dilla kenapa pah." kata lily
" dia kecapean, badannya hangat." kata vian
" pantesan dari tadi diam aja." kata lily
" ya udah kalian tidur juga." kata vian lalu mengambil bantal dan selimut buat mereka, vian pun memberikan kecupan kepada lily dan astrid. untungnya kursi mobil tersebut di design supaya bisa menjadi tempat tidur.
vian meneruskan minum kopi dan merokoknya. vian pun memeriksa kondisi istri istrinya dan membetulkan selimut mereka. kondisi dilla sudah tidak hangat lagi vian pun pergi ke depan melihat kondisi keluarganya. vian juga menyuruh pak dede dan pak wahyudi kalau sudah lelah istirahat.
" pak dede, pak yudi kalau kalian lelah istirahat aja dulu gak usah terburu buru." kata vian
" iya pak nanti di depan ada tempat istirahat." jawab pak dede
setelah mengobrol dengan pak dede vian kembali ke belakang, dilla yang ingin minum pun bangun.
" kamu mau apa sayang." kata vian
" aku mau minum mas." jawab dilla
" kamu udah duduk aja disana, biar mas yang ambilkan." kata vian, vian pun mengambil minum lalu menyerahkan ke dilla
" gimana sekarang sayang masih sakit." kata vian
" udah mendingan mas, sedikit pusing mungkin karena baru bangun." jawab dilla lalu di pergi ke toilet untuk cuci muka setelah itu duduk bersandar di bahu vian, vian pun memijit mijit kepala dilla.
" makasih ya mas, aku semakin sayang sama mas." kata dilla, vian pun mencium kening dilla lalu ke bibirnya. tak lama mobil pun perlahan memasuki area parkiran restoran. vian membangunkan lily dan astrid
" sayang kalian mau makan gak." kata vian
" boleh pah, ini memang dimana." jawab lily
__ADS_1
" kita lagi mau istirahat sayank." jawab vian
" dil, gimana kamu sehat."kata lily
" alhamdulillah udah baikan mba." jawab dilla
vian pun mengajak orang tua dan mertuanya serta yang lainnya untuk istirahat. vian menggedong devan ke restoran. mereka pun makan dan santai terlebih dahulu disana, setelah selesai mereka melanjutkan perjalanan menuju kampung halaman lily, vian pun tiduran karena masih ada waktu 4 jam an lagi. pas shubuh mobil pun parkir di sebuah mesjid, mereka pun melakukan sholat syubuh disana. selesai mereka pun melanjutkan perjalanan, astrid menawarkan untuk membuatkan minum kepada mertuanya, orang tua dan neneknya lily. setelah membuatkan minum astrid pun mengantarkannya kepada mereka dan memberi mereka cemilan juga.
" mas, mba, dil mau dibuatkan minum apa biar sekalian." kata astrid
" susu panas aja sayang, terimakasih." kata vian
" sama susu juga, terimakasih." kata dilla dan lily mereka berdua duduk dusebelah vian sambil menyenderkan kepalanya ke bahu vian.
selesai membuat susu panas, astrid membawanya ke tempat duduk vian dan yang lainnya sama membawa roti buat cemilan.
" terimakasih ya sayang," kata vian, astrid pun duduk disebelah dilla
jam 6an mereka pun sampai di kediaman ibu julaeha, pekarang rumah yang cukup luas sehingga mobil bisa masuk ke pekarangan. mereka disambut ibu rina dan keluarganya.
" maaf ya disini cuma adanya seperti ini." kata bu rina
" ini sudah cukup, terimakasih." jawab pak bowo
" bu maafkan retno ya, sehingga ibu gak kerasan tinggal sama retno." kata bu retno
" ibu sangat kerasan tinggal disana, ibu hanya kangen rumah ini aja nak." kata bu julaeha
" nenek paham kok ly, kamu juga ada kewajiban lain, di rumah juga nenek banyak yang temani." kata bu julaeha.
" kalau nenek dan mbak rina mau datang kesana kabari saja, mau di jemput, naik pesawat, naik kereta, pintu rumah kami selalu terbuka yang penting kabari." kata vian
" iya nak vian terimakasih banyak atas kebaikannya." kata bu julaeha
" itu sudah kewajiban anak kepada orangtuanya nek." kata vian
setelah mengobrol vian pergi ke halaman rumah, dia ingin merokok, dilla dan astrid bermain sama de qinar dan devan
" mamah dilla kenapa lemes, lagi sakit ya, mamah duduk aja biar aa main sama mamah astrid aja." kata devan
" mamah kurang enak badan aja aa sayang, makasih ya aa." jawab dilla, dilla pun duduk dekat vian
" kamu masih sakit sayang." kata vian
" sedikit lemas aja mas, aku belum biasa bepergian jauh." jawab dilla
" nanti juga kamu akan terbiasa sayang." kata vian
" iya mas, apalagi kaya mas ya. remuk badan aku." kata dilla
__ADS_1
" mas udah terbiasa sayang." jawab vian, tak lama lily datang dan menanyakan apakah mau ke surabaya hari ini atau besok
" pah, kita mau ke surabaya hari ini atau kapan." kata lily
" papah ikut kalian aja, kalian mau jalan jalan dulu gak disini, belanja gitu." kata vian
" jalan jalan aja dulu ya, besok baru kesananya." kata lily
" iya terserah sayank, mamah pesan hotel aja kalau begitu." kata vian
" kata ibu kalau mau nginap dulu, ibu mau nginap disini dulu." kata lily
" iya udah kalau begitu, nanti kita ajak keluarga ibu pergi makan siang dan belanja, baru kita anterin lagi kesini." kata vian
" iya pah, makasih ya." kata lily
" sama sama sayank." jawab vian
" terus nanti di surabaya nginap dimana." tanya lily
" di rumah aja, oh iya as beli kasur buat di kamar dan beli 4 kasur buat tambahan, nanti mas transfer uangnya." kata vian
" baik mas, aku akan pesan ke toko kemarin, nanti aku suruh bella rapihkan rumah." jawab astrid
"makasih ya." kata vian, lily pun pergi ke dalam dan memberitahukan kepada ibunya. lily juga menanyakan tempat makan yang enak kepada bu rina.
" nanti kalian beli oleh oleh buat keluarga disana ya." kata vian
" makasih ya mas." jawab astrid dan dilla
" keluarga kalian kan keluarga mas juga." kata vian
" kata bella alhamdulillah cafe sudah rame mas dan bella bisa mengatasinya." kata astrid
" alhamdulillah, kita harus bisa mempertahankannya dan melakukan inovasi lainnya." kata vian
pak dede dan pak wahyudi sedang istirahat di mobil, haris dan putra juga sedang ngopi dan merokok. si ika ikut nimbrung sama vian
" ka kamu sama lusi dan mitha pindah ke livi group aja ya janganndi BLS lagi." kata vian
" kenapa gitu aa. kantornya dimana." kata ika
" aa perlu orang yang bisa merencanakan, menganalisa dan mengembangkan usaha livi group BLS, LNI, LA, Resort, L-Trans, L-Pro, yang lebih penting pengembangan livi group kedepannya mau apa, aa mau buka rumah sakit dan yayasan pendidikan kalian harus bisa menganalisanya." kata vian
" wow asyik kayanya tantangan baru." jawab ika
" kalau kamu di BLS tidak akan berkembang, pola fikir kamu hanya sebatas di BLS saja. kalau bisa kamu juga bikin perusahaan." kata vian
" iya a nanti ika sama lusi dan mitha bicarakan." kata ika
__ADS_1
" kamu cari peluang, analisa pasarnya, supply produknya, bikin aja legalitas perusahaannya." kata vian
" oke siap aa," kata ika