Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Sharing Pengetahuan 1


__ADS_3

Setelah sholat magrib vian dan yang lainnya makan malam bersama termasuk ibu sisil dan anak anaknya yang sebelum magrib datang bersama ika, bella, lusi dan mitha.


" sayang besok kalian ikut gak ke KBB.?" tanya vian


" ikut mas, masa aku gak ikut." kata astrid


" kalian kan sedang mengandung masih trimester pertama." kata vian


" aku gak apa apa kok mas, lagian aku gak apa apa." kata astrid


" aku juga gak merasa ada hal aneh kok." kata dilla


" iya sudah kalau begitu, tapi kalian jangan cape cape ya." kata vian


" iya mas." jawab astrid dan dilla


" kalian ya, pengen ganggu kita aja. Mau berduaan juga nyoba villa baru." kata lily


" makanya itu kita harus ikut." kata astrid


" lya kapan lagi kita bisa jalan bareng pak gubernur dan ketua dewan," kata dilla


" ika, bella, lusi dan mitha kalian ikut gak." tanya vian


" ika sama bella ikut aa, lusi sama mitha gak jaga kantor." kata ika


" kok kita gak ditanya." kata ibu retno


" emang ibu gak ikut." kata vian


" pastinya ikut dong, masa kita gak ikut." kata ibu retno


" nanti ibu cape loh, lebih baik ibu istirahat di rumah." kata lily


" kenapa kamu gak suka ibu ikut, kalau kamu gak suka kamu aja yang disini, ibu kan diajak vian." kata ibu retno


" aku kan istrinya masa gak ikut." kata lily


" kalian tuh ya kaya kucing sama anjing aja, kalau deket ribut kalau jauhan pada nangis, malu sama ibu sisil." kata pak bowo


" tuh bu sisil lihatkan, aku tuh kaya bukan anaknya, perasaan dulu ibu suka belain aku, tapi sekarang lain." kata lily sambil memasang muka cemberut, ibu sisil hanya tersenyum melihat tingkah lily dan ibunya.


" aa mamah di di jahatin nenek nih." adu lily kepada devan


" nenek gak boleh jahat sama anaknya ya." kata devan


" habisnya nenek gak boleh ikut aa." kata ibu retno

__ADS_1


" memang mau kemana sih." kata devan


" ke tempat yang ada sapinya aa, aa ikut gak." kata lily


" ikut dong, udah ada kuda juga kan." kata devan


" belum aa, kudanya masih di jalan." kata vian, lalu vian mengirim pesan ke opik untuk mencari kuda untuk devan sama yang bisa ngurusnya juga.


" oooh. Iya udah aa main sama sapi aj." kata devan.


Tak lama vian juga menerima pesan dari opik, bahwa dia sudah menemukan kuda yang mau dijual dan peralatan tunggangnya.


" ini pak ada yang mau jual 2 ekor harganya Rp.1xx juta dia lagi butuh, dia jual sama perlengkapannya tapi harus di beli dua duanya." kata opik


" iya sudah beli aja kandangnya juga kan sudah ada, bagus juga kelihatan kudanya. besok sebelum jam 11 sudah ada di kandangnya di pabrik, gimana bisa. saya transfer uangnya." kata vian


" saya usahakan pak, sama saya mau ajak orang untuk belajar mengurusnya." kata opik


" nanti kalian juga harus bisa nungganginnya supaya ngontrol perkebunan naik kuda." kata vian


" siap pak." jawab opik


" oh iya pik kamu pesan makanan untuk makan siang ya, buat 50 orang." kata vian


" baik pak, saya akan cari catering." kata opik


" selamat malam pak bupati, ada kabar apa nih." kata vian


" malam juga pak, gimana besok jadi kan ke KBB, pak bambang sama pak gubernur jadi ikut." kata pak bupati


" ini baru selesai teleponan sama beliau, dia bilang jam 8 berangkat dari rumah saya." jawab vian


" tadi juga pak gubernur telepon saya, jam 2an mau kesana." kata pak bupati


" siap kalau begitu. Besok kita ketemu disana." kata vian


" baik pak kalau begitu, sampai ketemu besok." kata pak bupati. Lalu menutup teleponnya.


Tak lama ika, bella, lusi, mitha, silvy dan silvia datang kesana.


" aa ganggu gak," kata ika


" gak, aa lagi santai aja. kenapa. Gimana penjualan hari ini." kata vian


" penjualan toko gak sebagus kemarin tapi penjualan online dan ke distributor, agen dan reseller meningkat." kata ika


" terus ada kendala apa." kata vian

__ADS_1


" ini aa produksi kita keteteran kalau melihat pesanan yang masuk." kata ika


" iya sudah besok bawa sample ke KBB, kita lihat apakah di pabrik dekat kantor LA bisa buat atau gak, kalau bisa nanti tambah mesin disana." kata vian


" iya udah kalau begitu, besok ika ambil sample dulu ke kantor sebelum berangkat ke KBB." kata ika.


Vian pun menelepon opik.


" pik maaf ganggu lagi, kalau di pabrik kantor LA masih ada space gak buat nambah mesin untuk jahit kerudung dan busana muslim." kata vian


" iya pak gak apa apa, kalau yang di gedung yang baru di bangun masih ada cukup 50 mesin jahit, tapi gudang kain harus di pindah sebagian." kata opik


" lahan kosong masih ada." kata vian


" masih pak yang di belakang." kata opik


" iya sudah besok sebeljm ke pabrik LA saya akan mampir dulu ke kantor LA." kata vian


" oke pak, jadi saya tunggu di kantor aja dulu ya." kata opik


" iya, terimakasih ya pik." kata vian


" sama sama pak." jawab opik lalu menutup teleponnya.


" bisa di pabrik nambah mesin lagi, untuk sementara sebelum mesin datang pakai yang ada disana sepertinya bisa." kata vian


tak lama lily, astrid, dilla, ibu sisil dan orangtua dan mertua vian datang kesana.


" sama ini aa tadi silvy ngomong ke kita bahwa dia mau gabung sama SPI, gimana." kata ika


" iya om, aku pengen belajar usaha, kalau om menginjinkan aku pengen jadi pemilik juga, nanti aku akan ngomong sama bapak." kata silvy


" silahkan aja, om malahan seneng lagian baru operasional juga dan om perlu uang nih. tapi silvy nanti sama kaya ibu belum masuk namanya ke akta pendirian perusahaan, nanti tahun depan baru bisa kita adakan RUPS luar biasa." kata vian


" gak masalah kalau itu, syukur kalau om setuju, bu bantu ngomong ke bapak ya, aku juga mau punya usaha." kata silvy


" serius kakak mau usaha, katanya dulu mau kerja di luar aja." kata ibu sisil


" gak lagi berminat kerja di luar, lebih baik kerja di usaha aku sendiri." kata silvy


" iya nanti ibu bantu ngomong sama bapak, terus adek gimana." kata ibu sisil


" aku juga mau jadi pemilik rumah sakit livi." kata silvia


" sekarang om mau menjelaskan mungkin silvy tau ya masalah nilai valuasi sebuah perusahaan, contohnya perusahaan LAD's nilai valuasinya 35 milyar, ibu memiliki saham 5%, jadi modal yang di setorkan sebesar 1,7 milyaran. Nah kalau SPI nilai valuasinya awal hanya 15 milyar kalau ambil 10% berarti 1,5 milyar, tapi kalau nilai valuasi rumah sakit itu sekitar 70 milyar jadi kalau ambil 10% berarti 7 milyar. Nanti dari semuanya itu kalian bisa mendapatkan pembagian hasil usaha berupa deviden sesuai dengan persentase atau lembar saham kepemilikan. Jika kalian masuk ke jajaran dewan komisaris atau dewan direksi setiap tahun juga berhak mendapat gaji setiap bulannya dan setiap tahun akan mendapat tantiem untuk direksi dan komisaris, tantiem adalah bonus yang diberikan oleh pemegang saham kepada direksi dan komisaris tentunya jika perusahaan tersebut mendapatkan keuntungan, pasti nanti setiap perusahaan akan berbeda beda hasilnya." kata vian


" iya om aku ngerti, terimakasih banyak om mau sharing pengetahuan sama aku. Aku akan banyak tanya ke om nih untuk skripsi aku, bolehkan om." kata silvy

__ADS_1


" boleh dong kenapa gak, semoga aja bermanfaat." kata vian


__ADS_2