
Setelah tersadar pak bowo mengambil handphone dari bu retno.
" bapak sama pak adi akan berangkat ke surabaya, bu tolong siapkan pakaian bapak." kata pak bowo
" bapak mau naik apa." kata bu retno
" siapkan aja dulu, katanya mau disiapkan bagi keluarga pesawat kesana." kata pak bowo
1 jam kemudian berita di televisi menampilkan daftar nama nama penumpang pesawat yang mengalami kecelakaan gagal landing dan tercebur ke laut. Lily dan yang lainnya melihat daftar nama itu langsung histeris.
" pah kenapa ninggalin mamah, aa dan de qinar." kata lily
" aa pasti selamat enggak mungkin meninggal." kata ika
" mas, kenapa mas duluan perginya, katanya mau ngajak aku." kata bella, teman teman bella dan ika pun datang ke kamar karena mendengar tangisan. Tak lama datang pak bambang dan ibu sisil setelah melihat daftar penumpang, mereka mau memastikan apa benar pak vian berangkat, soalnya baru saja mereka bertemu. Pak bowo menjelaskan bahwa proyek surabaya mengalami masalah katanya ada gangguan dari preman jadi vian pergi kesana buru buru.
" nenek kenapa nangis, aa kan enggak nakal nek." kata devan
" iya, aa enggak nakal, aa anak baik." kata bu ningsih
" terus kenapa semuanya nangis, papah kok enggak pulang sih." kata devan
" papah kerjanya jauh aa sayang jadi enggak bisa datang." kata bu ningsih
" aa telepon papah deh, kalau di telepon aa pasti datang." kata devan
" enggak usah a, papahnya lagi kerja, aa bobo aja ya." kata bu ningsih
" aa telepon papah dulu, aa kangen sama papah dan aa mau bilang nenek sama mamah nangis." kata devan lalu menyalakan handphone dan memulai melakukan panggilan.
" hallo papah, papah dimana sih, ini pah nenek sama mamah lagi pada nangis, aa jadi pusing. Kok udah besar masih nangis." kata devan. Semua yang hadir disana seketika hening, apa devan bisa telepon atau devan berhalusinasi telepon sama vian.
" aa telepon sama siapa." kata bu ningsih
" aa telepon sama papah nek, kata papah aa anak baik, pinter, ganteng lagi." kata devan
__ADS_1
" nenek mau bicara sama papah boleh." kata bu ningsih
" papah, nenek mau ngomong sama papah." kata devan. Orang orang yang mendengar langsung melihat ke arah devan terjadi keheningan, devan memberikan handphone miliknya untuk main game dan nonton itu kepada neneknya.
" Bu, kenapa nangis kata aa ibu dan yang lainnya nangis ada apa, sekarang ibu dimana." kata vian, ibu ningsih belum sepenuhnya pulih akan keterkejutannya itu. Dia pun membesarkan volume suara, bu ningsih melihat vian sedang ada di bangsal rumah sakit.
" ada apa bu, kenapa devan belum tidur. Ini sudah malam." kata vian, ibu ningsih masih shock mengetahui bahwa anaknya masih hidup walau ada perban di tangannya.
" ibu enggak apa apa a, ibu di rumah sama yang lainnya, aa dimana ini." kata ibu ningsih
" aa lagi di surabaya, maaf tadi aa enggak bilang mau kemana, karena ada masalah di proyek pembangunan perumahan disini jadi aa buru buru dan tadi handphone aa mati habis batre, pas habis di charging sama pak daryat si aa telepon, aa juga kaget ada apa, tumben dia telepon." kata vian.
" aa bener enggak apa apa, itu kenapa tangannya, aa lagi dimana itu." kata bu ningsih
" aa enggak apa apa, ini tadi kegores golok aja, untung tadi security dan karyawan LCI bantuin. Kok rame di rumah memangnya ada apa." kata vian
" aa enggak tau memangnya." kata bu narsih
" ada apa gitu." kata vian
" Allohu Akbar, Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un, aa benar enggak tau bu, handphone aa mati semenjak dari bandara dan ke lokasi pun aa naik taksi karena buru buru dan enggak bisa telepon pak yudi. Tadi aa udah check in tapi karena lama menuju pesawat aa terlambat jadi di tinggal, aa beli tiket pesawat selanjutnya yang berangkat 35 menit berikutnya. Jadi enggak tau ada musibah itu." kata vian vian
" Allahmdulillah." kata orang yang ada disana, lily yang dari tadi ingin menelepon di suruh diam sama bu retno supaya tidak menjadi tambah masalah
" maaf telah membuat kalian khawatir, pantas saja aa bilang nenek dan mamah nangis. Terimakasih atas doa doa kalian semuanya, keterlambatan aa hidup aa terselamatkan." kata vian
" aa itu di rumah sakit, aa dirawat atau pulang ke rumah." kata bu ningsih
" aa pulang bu, ini nunggu di jemput pak yudi." kata vian
" iya udah kalau begitu ibu telepon ibu sri atau ibu asti ya supaya bisa merawat kamu." kata bu ningsih
" enggak usah bu, aa udah enggak apa apa, nanti aa suruh pak yudi aja kalau aa mau makan." kata vian. Lily yang sudah enggak tahan lagi langsung meminta handphone dari ibu ningsih.
" pah.. Maafin mamah ya, mamah sekarang kesana ya." kata lily sambil menangis
__ADS_1
" enggak ada yang perlu di maafkan, engak usah, jangan khawatir papah enggak apa apa kok." kata vian
" papah minta tolong aja karena berita tersebut takutnya akan membawa dampak terhadap perusahaan, beritahukan bahwa papah selamat dari kecelakaan tersebut karena naik pesawat berikutnya." lanjut vian
" benar itu, bella, sella dan selly buat berita di media sosial perusahaan ya, kabari juga shinta supaya dia mengumumkan kejadian ini ke perusahaan perusahaan livi group." kata pak bowo
" iya om, kita akan buatkan kontennya." kata sella dan selly
" udah menyuruh sella dan selly pah. mamah kesana ya." kata lily
" mamah kesini mau naik apa, udah malam istirahat aja, papah enggak apa apa." kata vian
" iya ly, kita sekarang sudah tau vian selamat, jadi lebih baik kamu istirahat, tuh kasian si aa." kata bu retno.
" iya kalian istirahat aja, maaf membuat kalian khawatir." kata vian. Vian pun menutup teleponnya.
" si aa kuat banget ya instingnya." kata pak bambang
" iya, dikira saya dia berhalusinasi tadi." kata pak bowo
" pak vian orang baik, pasti banyak doa doa baik untuk beliau, sehingga beliau selamat dari musibah itu." kata pak bambang
" pah... Pah.... Maafin aku pah, kenapa papah ninggalin aku." lirih astrid yang baru bangun tak lama dilla pun terbangun dari tidurnya.
" suami kalian enggak apa apa, dia selamat, sekarang dia di rumah di surabaya, kalian enggak boleh kaya gitu lagi kalau memang kalian sayang sama dia, ingat kalian sedang mengandung, kalian jangan banyak fikiran ya." kata bu retno
" iya nak kalian jangan kecapean dan banyak fikiran kasihan bayi kalian. Vian sekarang sudah di rumah di surabaya, dia selamat karena naik pesawat yang berbeda." kata bu ningsih
" ibu enggak bohong kan, mas vian selamat." kata astrid.
" buat apa ibu berbohong, udah kalian tenangkan fikiran kalian ya." kata bu ningsih.
" iya as, dill, papah enggak apa apa, kalian jangan fikiran lagi, kasian bayi dalam perut kalian." kata lily
" iya mbak." kata astrid dan dilla
__ADS_1
Setelah mengetahui vian tidak apa apa, dan kondiai astrid dan dilla pun sudah stabil mereka pergi keluar kamar karena takut mengganggu istirahat astrid dan dilla. Orang tua dan mertua vian pun pergi ke ruang keluarga mereka mengobrol disana.