
vian akhirnya menentukan operasional LCI awal bulan depan sekitar 2 minggu lagi. setelah memberikan penjelasan kepada karyawan pabrik vian menagajak tim manajemen masuk ke ruangan rapat.
setelah masuk ke ruangan rapat semuanya vian memberikan arahan kepada mereka
" Bapak ibu sudah mendengarkannya tadi bahwa operasional perusahaan LCI mulai bulan depan jadi kalian sekarang sudah berada dibawah naungan Perusahaan LCI, saya ingin tau bapak ibu dibagian apa saja.
" saya aryo bagian HRD."
" saya Rudi bagian operasional dan Umum."
" saya Suryo bagian Produksi."
" Saya Anggel bagian keuangan."
" saya Sisil bagian marketing."
" saya Dito bagian Gudang."
" saya Tina bagian R&D."
" terimakasih Bapak Ibu, kalian sudah tau kan kepada siapa nantinya harus koordinasi. saya juga pasti akan mengawal perusahaan ini, dan yang akan sering kesini kemungkinan ibu astrid san ibu dilla, karena saya dan ibu lily ada aktifitas lain di jakarta, dan ibu astrid dan ibu dilla sama tidak bisa hadir setiap hari, tapi kalau ada yang sangat mendesak saya dan ibu lily pun bisa hadir. jadi untuk keseharian saya limpahkan wewenang perusahaan kepada bapak ibu sesuai dengan kerjaannya masing masing dan saya minta laporan setiap harinya. saya percaya kepada bapak ibu." kata vian
" terimakasiha banyak pak ibu." jawab mereka
" untuk masalah gaji saya minta dikirimkan kepada saya keseluruhan karyawan dan saya juga minta keputusan pemerintah mengenai UMR kota ini." kata vian
" baik pak saya akan kirimkan." kata Anggel dan Aryo
" kalian 2 minggu ini masuk kerja akan kami bayar gajinya. semoga perusahaan ini bisa berkembang menghasilkan produk produk yang diterima pasar dengan kualitas bagus." kata vian
" Aamiin." jawab mereka yang hadir disana
" saya minta R&D dan produksi bisa membuat sample untuk produk Pelembab dan Pembersih muka terlebih dahulu." kata vian
" Baik pak." kata Tina dan Suryo
" untuk kemasan sedang kami buat designnya, mudah mudahan minggu depan kemasan bisa di produksi masal." kata vian
" untuk bahan baku kedepannya bagaimana pak." kata suryo
" hubungi lagi saja supplier pengadaan bahan baku yang biasa supply ke pabrik ini tentunya harus dengan kualitas dan harga juga diperhatikan. saya juga akan mencari sumber sumber lainnya." jawab vian
" saya insyaAllah akan hadir pas pembukaan perusahaan ini." lanjut vian
" pasti kami tunggu pak kehadirannya supaya bisa memberikan semangat kepada karyawan." kata Rudi
" kalau pas ibu Astrid dan Ibu Dilla berhalangan hadir dan ada yang perlu didiskusikan kalian bisa datang ke Dilas Cafe mereka berdua ada disana kalau gak keluar kota." kata vian, ibu Dirut ada yang mau disampaikan
"selamat pagi semuanya, salam kenal semuanya, saya lily direktur utama PT. LCI saya berharap perusahaan ini bisa berkembang dan membawa keberkahan buat kita semuanya, ini sebuah tantangan baru buat saya jadi mohon kerjasamanya ya." kata lily
__ADS_1
" iya bu salam kenal juga." kata mereka.
"ibu astrid dan ibu dilla dipersilahkan waktu dan tempatnya." kata vian
" salam kenal juga semuanya, saya astrid selaku direktur marketing dan operasional, saya berharap kerjasama dari bapak dan ibu semuanya," kata astrid
" salam kenal semuanya, saya dilla direktur keuangan PT. LCI ini, mohon kerjasamanya juga dari bapak ibu." kata dilla
" harap maklum semuanya istri istri saya masih demam panggung, seiring waktu insyaAllah gak, ada yang mau bapak ibu tanyakan." kata vian
" saya ingin tau arti dari LAD's pak." kata Anggel
" LAD's adalah nama depan mereka bertiga Lily, Astrid, dan Dilla, hurup S artinya banyak mungkin kedepannya innisial juga." kata vian yang langsung dipelototi ketiga istrinya
" becanda." lanjut vian pelan sambil tersenyum
" untuk pemasarannya bagaimana pak." kata sisil
" kita akan menggunakan sistem distribusi tapi kemungkinan untuk awal kita akan melakukan pemasaran melalui Online, kalian lakukan promosi disana nanti tim design yang akan menyiapkannya." kata vian
" baik pak kalau begitu." jawab sisil
" saya percayakan kepada bapak ibu sekalian yang terbaik untuk perusahaan ini." kata vian
" kami akan lakukan yang terbaik." kata mereka
" kalau dalam 1 semester ini perkembangan LCI menjanjikan saya akan bawa kalian ke Resort di bali, dan kita juga akan adakan setiap tahunnya Familly Gathering buat seluruh karyawan, dan nanti minta aja member Dillas Cafe ke ibu astrid dan bu dilla, kalian akan mendapatkan potongan makan dan minim disana." kata vian memberikan semangat
" saya hanya bagian kecil saja, yang besar ada di tangan ibu Dilla dan ibu Astrid." kata vian
" oh Dilas itu Ibu Dilla dan ibu Astrid." kata anggel
" kita akan nambah saingan lagi nih." kata lily pelan kepada astrid dan dilla
" saya hari ini gak akan lama berada disini karena nanti sore harus berangkat ke jakarta. besok harus ngurus pembelian kantor dan outlet buat LAD's ini, saya permisi dulu silahkan kalian berkomunikasi dengan para direktur ini dan tim design." kata vian.
" papah ke kantin ya." kata vian lalu pamit keluar ruangan dan pergi ke kantin, di kantin vian meminta kopi lalu menyalakan rokoknya.
" mas yang beli pabrik ini ya." kata ibu kantin
" iya bu, mudah mudahan asa rezeki saya di pabrik ini." jawab vian
" aamiin mas, saya doakan semoga usahanya lancar, dan ibu masih boleh jualan disini cari rezeki juga." kata ibu kantin
" terimakasih bu doanya, tentu boleh bu." kata vian
" terimakasih ya mas, tadi karyawan pada kesini mereka kelihatan bahagia katanya bulan depan sudah mulai bekerja lagi disini." kata ibu kantin
" iya bu, bismillah aja. kasian juga mereka perlu penghasilan dan saya juga masih membutuhkan mereka, kalau usaha ini lancar dan berkembang kemungkinan juga akan tambah karyawan." kata vian
__ADS_1
" masnya kelihatan bukan asli daerah sini ya." kata ibu kantin
" iya bu saya lahir di bandung, tinggal di jakarta, istri saya yang asli sini." kata vian. sedang ngobrol pak ayi datang.
" siang pak, kenapa bapak ngerokok disini, di kantor juga gak apa apa pak, nanti saya bersihkan, kalau mau kopi nanti saya bisa buatkan." kata pak ayi
" gak apa apa pak, enak disini." kata vian
" itu istri istrinya masih ngobrol saya tawari minum katanya nanti saja." kata pak ayi
" kok kamu bilang istri istrinya mas ini, memang berapa." kata ibu kantin
" 3 bu cantik cantik dan akur lagi." kata pak ayi
" oalah ternyata ya. semuanya asli sini mas." kata ibu kantin
" gak bu, yang pertama asli jakarta, baru yang ke 2 dan ke 3 asli sini, ini perusahaan buat mereka bu." kata vian
" enak ya jadi orang kaya, mau istri aja tinggal pilih." kata ibu kantin
" gak kefikiran dari awal bu, saya bisa punya istri 3, sana nikah lagi takut tambah dosa bu." kata vian
" iya yah padahal bisa aja mas cuma sekali pakai, gak perlu terus ngebiayai mereka terus." kata ibu kantin
tak lama lilis, astrid, dilla, ika, bella dan temannya datang kesana.
" papah jahat ih, ngebiarin kita disana." kata lily
" kok jahat sih mah, kalian kan yang direktur," kata vian
" kita kan belum biasa pah." kata lily
" iya mas nih, sampe keringetan aku." kata astrid
" tapi gak apa apa kan, kalau terus papah kapan kalian belajarnya." kata vian
" o iya bu ini lily istri pertama, ini astrid yang ke 2, dan dilla istri ke 3 saya bu." kata vian
" wah benar benar cantik istri istri masnya, mau minum nak." kata ibu kantin
" terimakasih bu, nanti saja." jawab lily, asfrid dan dilla
" ika, bella dan yang lainnya mau minum apa, ambil saja." kata vian, ika bella dan lain pun mengambil minuman di kulkas minuman.
" pah mau makan siang dimana." kata lily
" iya udah cari restoran aja dulu, nanti buat bapak sama ibu bungkus aja ya." kata vian
" iya udah kita berangkat sekarang." kata lily
__ADS_1
vian pun membayar minuman dan kopi, lalu pamit ke ibu kantin dan pak ayi. vian mengajak teman teman bella untuk ikut makan siang terlebih dahulu.