Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Kunjungan Para Pejabat ke Kampung Halaman 2


__ADS_3

Tempat makan pun semakin lama semakin penuh oleh warga yang ingin bertemu dengan para pejabat, karena dari awal sudah diantisipasi jadi tidak menimbulkan kegaduhan, hal tersebut bisa dimaklumi karena biasanya mereka hanya bisa melihat di televisi sekarang bisa melihat secara langsung. Vian menelepon ke kampung supaya menyiapkan tempat untuk mereka sekedar istirahat, vian juga meminta opik untuk membawa makanan dan minuman untuk berjaga jaga, Selesai makan siang mereka melanjutkan perjalanan ke kampung halaman vian, kunjungan para pejabat ke kampung halaman vian pun terdengar oleh kades dan camat disana, mereka pun siap siap untuk pergi ke tempat vian.


Jam 14.17 menit mereka sampai di villa vian, vian mempersilahkan mereka untuk masuk ke villa dan istirahat di kamar, vian meminta supaya yang para gadis untuk bersama terlebih dahulu. Kakek dan nenek vian minta untuk ke rumahnya saja dulu, vian meminta pak kosasih untuk mengantar mereka. Vian pun menyuruh isterinya untuk istirahat saja, sedang dia membuat kopi lalu pergi ke gazebo, di gazebo vian menyalakan rokoknya, tak lama haris datang memberitahukan bahwa ada kepala desa dan pak camat, vian pun menyuruh mereka masuk.


" selamat sore pak." kata pak kades


" sore juga pak kades, pak camat dan isteri, apa kabarnya nih pak, ibu." kata vian


" alhamdulillah pak." jawab mereka


" saya dengar pak gubernur dan pak bupati datang kesini pak." kata pak camat


" betul, mereka sedang istirahat sebentar, soalnya langsung dari jakarta." kata vian


" bapak, ibu mau minum apa, kopi atau susu." kata vian


" saya kopi saja pak. Kalau ibu susu." kata pak kades


" sama aja pak." kata pak camat, vian pun memanggil marni untuk membuatkan kopi dan susu


20 menit kemudian pak gubernur B, Pak Gubernur L, pak gubernur D, pak bupati dan pak bambang datang ke gazebo. Vian pun memperkenalkan pak kades dan pak camat


" pak camat bagaimana pembangunan sekolah itu, apa sudah dilaksanakan." kata pak bupati


" sudah pak, sudah 70% pembangunannya," kata pak camat


" alhamdulillah kalau begitu, jadi di daerah ini akan ada sekolah SMK negeri." kata pak bupati


" kok saya enggak tau dan perasaan enggak ada pengajuan dari dinas pendidikan untuk pembangunan ini pak bupati." kata pal gubernur D


" semua dana pembangunannya dari PT. LA dan pembangunannya juga dari PT. L-Pro, kita hanya menyiapkan lahannya saja, saya juga sudah laporkan hal ini ke badan pengawas dan dinas pendidikan." kata pak bupati


" bagus kalau begitu, jadi kita pemerintahan menikmati kerja keras pak vian nih." kata pak gubernur D


" makanya saya pindah ke kota B karena disini belum ada sekolah setingkat SMA adanya di kota dekat pabrik LA." kata vian, mirna datang membawa kopi dan susu, vian menyuruh lagi untuk membuat kan susu buat pak bambang dan yang lainnya, dan menyuruh pak dede untuk membuat pembakaran jagung dan BBQ.

__ADS_1


Tak lama lily, astrid, dilla dan para isteri pak gubernur datang. Mereka pun berkenalan dwngan iateri pak camat dan pak kades, lalu mengajak mereka untuk mengobrol di tempat lain.


" pah mau buat jagung bakar ya, enak nih suasannya." kata lily


" iya papah udah suruh pak dede dan haris membuat pembakarannya." kata vian


" bagaimana kondisi disini pak." kata pak bambang


" para petani disini sudah membuat kelompok tani dan bekerjasama sama perusahaannya pak vian pak, jadi semenjak itu kehidupan para petani disini jauh lebih baik dari sebelum sebelumnya." kata pak kades


" desa desa lainnya juga sudah melakukan hal yang sama dengan desa ini apalagi setelah pertemuan para camat waktu itu." kata pak camat


" bagus kalau memang itu sudah dijalankan." kata pak bupati


"alhamdulillah kalau memang sudah berjalan dan ada dampak positif di masyarakat khususnya petani." kata pak gubernur D


" saya kalau enggak menjabat lagi kayanya enak ya tinggal disini." kata pak gubernur L


" enggak ah, sekali kali boleh aja, kalau mau beli rumah dekat rumah pak vian." kata ibu nurul


" beli saja rumah saya bu." kata pak bambang


" soalnya saya udah ada kamar di rumah pak vian bu, rumah jadi kosong, anak anak sama mau tinggal di mess." kata pak bambang


" jadinya kita numpang hidup di pak vian ya." kata pak gubernur B


" kalau sudah enggak menjabat saya gabung pak di perusahaan bapak." kata pak gubernur L


" saya juga pak, saya mau gabung di yayasan livi," kata pak gubernur B


" silahkan saja pak, saya tunggu ya." kata vian


" wah ini sudah mempersiapkan aja." kata pak gubernur D


" kita tidak harus menjadi pejabat publik kalau mau berbuat baik, contohnya pak vian, dia udah bangun rusun, sekolah, mesjid, beli tanah wakaf." kata pak gubernur B

__ADS_1


" betul itu pak." kata pak gubernur L


" sambil ngobrol dinikmati jagung bakarnya." kata vian


" tau aja pak vian ini, cuaca dingin begini bikin lapar terus." kata pak gubernur L


" pak camat, dorong warganya supaya bisa menciptakan sebuah produk yang mencermin daerah ini." kata vian


" betul pak, buat acara supaya para pemuda daerah ini berkreatifitas dan berinovasi." kata pak bupati


" baik pak." jawab pak camat


" karena lahan pertanian sudah berkurang akibat dibangun pemukiman, saya harap ada gebrakan yang bagus dari para pemuda dari daerah ini, nanti saya akan bantu kalau memang sudah ada produk tercipta, dari sisi permodalan dan pendampingannya." kata vian


" tuh pak, ayo begerak, jangan sampai terus mengandalkan pemberian bantuan saja." kata pak gubernur D


" pak camat mengkemas suatu acara supaya para pemuda bisa mengeluarkan ide idenya, saya percaya pasti ada, baik itu parawisata, makanan, fashion, kerajinan tangan." kata vian


" baik pak, nanti saya diskusikan dengan tim dikecamatan." kata pak camat


" kumpulkan saja dulu para pemuda tersebut, nanti saya bisa memberikan sedikit motivasi ke mereka tapi jangan akhir bulan ini." kata vian


" baik pak, saya koordinasikan dengan para kepala desa untuk membuat acara tersebut dari tingkat desa dulu." kata pak camat


" itu bagus, gerakan juga dari tinggak RT RW, jadi saringannya akan jauh lebih luas." kata pak gubernur D


" kalau begitu saya akan buat dari tingkat kabupaten." kata pak bupati


" bisa tuh nanti antar kecamatan di adu, ini bisa jadi ajang untuk perlombaan agustusan, saya bisa menyiapkan hadiahnya." kata vian


" obrolan sederhana tapi bisa membuat gebrakan yang luar biasa dan menciptakan sesuatu yang cemerlang, setelah kabupaten, saya bisa juga mengadakan tingkat provinsi." kata pak gubernur D


" idenya saya akan adopsi di provinsi saya nih." kata pak gubernur L


" boleh pak, siapa tau akan ada ajang nasionalnya." kata vian

__ADS_1


" bisa saja itu terwujud." kata pak bambang


Mereka pun terus mengobrol sambil menikmati jagung bakar dan daging BBQ.


__ADS_2