
Ibu zahra meminta izin untuk memphoto kandang sapi dan ayam, tempat pemotongan dan pabrik pengolahan LA, setelah itu di membagikannya ke group ibu ibu PKK. Semuanya pun sama mereka melakukan photo bersama dan ada juga yang membuat video untuk dibagikan di akun media sosial mereka. Mereka sangat menikmati liburannya, sambil memetik sayuran dan buah buahan.
" pak si ade tanya, ini kita liburan dimana, dia mau juga kesini katanya." kata ibu citra
" kapan memangnya dia akan pulang." kata pak menteri pendidikan
" awal bulan depan pak, sepertinya kita harus kesini lagi bawa dia liburan kesini, sama dia juga tanya apa bisa untuk magang kerja disini." kata ibu citra
" bisa saja, nangi sama adiknya pak vian dan anak anak pak menteri UMKM,pak bambang dan pak gubernur," kata pak menteri pendidikan
" iya sudah nanti ibu bilang ke dia kalau begitu." kata ibu citra
" sepertinya bakalan nambah lagi penghuni mess pak vian nih." kata pak bambang
" iya nih pak, anak saya tertarik melihat ibunya jalan jalan disini." kata pak menteri pendidikan
" pantas saja pak vian membangun mess lagi ya, dia tau bakalan nambah penghuni soalnya." kata pak bambang
" tapi enggak tau juga apa dia mau tidur di mess atau di rumah." kata pak menteri pendidikan
" saya jamin pasti mau, lihat aja anak saya." kata pak menteri sosial
" enggak apa apa pak, jadi saya ada alasan untuk terus ke rumah ibu lily." kata ibu citra
" sepertinya pak vian mau membangun komplek perumahan dekat kantor L-trans, bisa dijadikan investadi tuh." kata pak bambang
" bukannya bapak juga mau menjual rumah yang dekat pak vian karena enggak pernah dipakai." kata pak gubernur B
" iya juga sih, apalagi ini di luar komplek pak vian, tambah enggak bisa dipakai." kata pak bambang
" enggak apa apa pak untuk investasi." kata vian
" betul juga sih untuk investasi, apalagi dan kemungkinan buat anak pertama saya." kata pak menteri pendidikan
" saya juga mau ambil ah kalau begitu untuk investasi." kata pak gubernur L
" nanti bisa disewakan kalau memang enggak akan ditempati." kata vian
" kira kira akan dibangun berapa unit pak." tanya pak menteri UMKM
__ADS_1
" belum tau pak, kalau melihat dari tanah waktu awal bisa di 40 sampai 70 unit, tinggal melibat fasilitas apa saja yang akan ada dan type rumahnya seperti apa." kata vian
" waktu kemarin saya bersepeda saya lihat di komplek pak vian juga ada beberapa rumah yang mau di jual tuh pak." kata pak gubernur B
" boleh nanti kita survey juga, kalau memang harganya cocok lebih bagus lagi." kata pak menteri pendidikan
" kita harus memikirkan kalau kita sudah pensiun ini, karena enggak tau periode nanti kita kepakai lagi atau enghak jafi pejabat publik." kata pak menteri sosial
" iya sudah gabung saja di PBN pak, saya sama pak bambang ada saham juga disana." kata pak menteri UMKM
" oh gitu, boleh kalau begitu, nanti saya minta porto folio perushaannya pak, siapa saja pemilik disana." kata pak menteri sosial
" boleh pak nanti saya mintakan, saya, pak bambang dan pak menteri UMKM aja, pak gubernur masih mikir mikir." kata vian
" saya mikir dananya pak, soalnya si nirmala ikut di SPI, dana itu juga kan masih saya cicil." kata pak gubernur D
" sama kalau begitu pak, saya juga masih nyicil buat si febby." kata pak gubernur L
" sama pak saya juga di PBN masih nyicil dan saya juga harus siap siap untuk si anisa dan si amira dia juga mau gabung di SPI." kata pak menteri UMKM
" kalau begitu saya juga harus siap siap buat si resya dong ya." kata pak menteri sosial.
" saya lihat memang anak anak itu sedang semangat, dari obrolannya saja terlihat." kata pak menteri sosial
" bagus pak vian ini memberikan wadah untuk mereka berkembang dan memikirkan untuk masa depan mereka, tidak hanya memberikan umpan tapi sekalian memberikan kolamnya juga." kata pak menteri pendidikan
" pak ibu ibu PKK, jadi ingin berkunjung kesini, kemungkinan hari rabu besok ibu kesini lagi." kata ibu zahra
" iya sudah ibu bilang saja sama pak vian." kata pak gubernur B
" saya akan bilang ke opik kalau begitu supaya mempersiapkannya." kata vian
" yang sudah daftar sekitar 27 orang pak, saya minta disiapkan busnya juga ya." kata ibu zahra
" siap bu, nanti saya bilang ke pak dede kalau begitu." kata vian.
para ibu ibu pun mengambil sayuran dan buah buahan, setelah puas mereka kembali ke villa, vian meminum kopi sisa tadi pagi lalu menyalakan rokoknya.
" aa kita ke pabriknya sekalian pulang aja ya." kata ika
__ADS_1
" iya sudah kalau begitu, sekarang siap siap aja pulang, kita ke pabrik PBN dulu lalu kita makan siang terus kita ke pabrik SPI dan pulang." kata vian
" iya sudah kalau begitu, makasih ya a." kata ika
vian pun meminta lily dan yang lainnya untuk menulis apa saja yang mau dibawa pulang. Setelah itu vian meminta opik untuk menyiapkan produk produk tersebut dan untuk para tamunya juga. Vian pun meminta opik untuk membooking tempat makan siang yang biasa dikunjungi. Pak dede dan haris pun memasukan barang barang bawaan ke bagasi bus.
Jam 10.17 menit mereka pergi ke pabrik PBN, disana pun vian meminta pak andi untuk menyiapkan produk yang akan dibawa pulang dan menyiapkan untuk para tamunya juga, vian meminta dimasukan ke tagihan toko livi. Barang barang dari PBN pun dimasukan ke bagasi bus. Sedangkan untuk endris, pak bupati dan pak gubernur D sudah di masukan ke mobil mereka masing masing.
Jam 11.27 menit mereka pergi ke tempat makan siang, sesampainya di tempat makan anak anak gadis dan para ibu pejabat asyik berphoto ria karena tempat dan suasannya bagus untuk berphoto, mereka pun memesan makanan.
" ini bagus banget tempatnya, enak suasananya." kata pak menteri Sosial
" iya nih asyiik tempatnya, kapan kapan kita kesini lagi." kata ibu kayla
" iya bu pastinya enak juga makanannya soalnya bu lily sering kesini." kata ibu citra
" setiap ke LA saya selalu kesini bu." kata lily,
" kemarin aku pengen makan ini, alhamdulillah sekarang terlaksana." kata shinta
" jadi kamu ngidam makan disini, kenapa enggak bilang." kata lily
" enggak begitu pengen sih, hnaya membayangkan saja." kata shinta
" kamu nanti pengen makan di bali atau singapura ya, supaya kita bisakesana." kata lily
" enak banget kamu ngatur yang lagi ngidam." kata bu retno
" enak dong, pah shinta mau makan di resort di bali, kapan kita kesana." kata lily
" iya udah atur aja sama mamah." kata vian
" beneran ya, mamah booking nih tiket dan tempatnya, yang berangkat aku, devan dan de qinar sama shinta aja pah yang betangkat." kata lily
" aku sama de avin juga ikut mbak." kata astrid
" iya mbak aku.sama de alea juga ikut." kata dilla
" si kembar mulai beraksi." kata bu retno
__ADS_1
vian duduk bersama pak dede dan yang lainnya lalu menyalakan rokoknya. Tak lama pesanan pun sudah datang, makanan sudah di hidangkan di atas meja.