
Jam 11.27 menit lily dan shinta datang ke kantin, vian pun pamitan ke ibu kantin lalu pergi mencari tempat makan untuk makan siang.
" papah sudah suruh pak ikhwan untuk datang datang kesini membicarakan pengembangan BLS mengenai pembukaan kantor cabang BLS disini." kata vian
" iya sudah, mau ketemuan dimana." kata lily
" pak ikhwannya aja belum berangkat dari jakarta mungkin malam baru sampai sini." kata vian
" iya sih mamah lihat om manopo kinerja menurun, enggak tau kenapa dia itu." kata lily
" iya, papah udah kasih toleransi ke dia itu, eh dia malah keenakan, jadinya dia hanya mengandalkan perusahaan livi lainnya, ini bukan masalah papah suka atau enggak suka ya, tapi ini kan sudah urusan bisnis yang menyangkut kemana mana, kalau terus terusan dibiarkan BLS bisa tutup." kata vian
" iya pah, mamah juga ngerti dan kemarin bapak juga sudah telepon mamah." kata lily
" papah enggak mau BLS sampai tutup dan mengorbankan karyawan hanya karena pimpinannya tidak bisa menjalankan tugasnya." kata vian
" habis ini kita mau kemana lagi pah." kata lily
" terserah mamah aja mau kemana, di LCI sudah selesai belum koordinasinya." kata vian
" udah pah, ke mall aja yu kita jalan jalan." kata lily
" iya udah terserah kalian aja." kata vian. Selesai makan mereka pun pergi ke mall. Lily dan shinta pun berkeliling toko toko yang ada di mall, jika ada yang menurut mereka bagus lily membelinya, vian hanya mengekor saja.
" pah ini bagus, belikan buat ibu dan isteri pak wahyudi ya." kata lily
" iya boleh sayank, sama anak nya juga belikan." kata vian
" iya pah, sama pak yudi juga kan dia juga harus mengganti penampilannya sebagai penanggung jawab dilas." kata lily
__ADS_1
Tak lama vian menerima kabar dari pak ikhwan dan murti bahwa sore berangkat ke surabayanya dan kemungkinan jam 7 malam baru sampai surabaya. Vian menanyakan apakah sudah memesan kamar hotel atau belum. Kalau belum biar dia yang memesankannya.
" mah pak ikhwan baru sore berangkat dan kemungkinan baru akan sampai sini jam 7 malam, apa kita menginap di hotel aja ya malam ini sekalian booking hotelnya untuk pak ikhwan jadi kita bisa mengobrolnya disini enggak kemana mana lagi." kata vian
" ide bagus pah, tapi kita belum bawa pakaian ganti gimana dong." kata lily
" iya sudah kita pulang dulu ke rumah nanti kita kembali lagi mencari hotel atau mau di hotel dekat sini aja." kata vian
" udah disini aja pah, biar dekat sama mall." kata lily
" iya sudah kita ke hotel untuk booking 2 kamar." kata vian
" iya sudah kalau begitu kita booking hotel baru pulang ke rumah, nanti pulang lagi kesini." kata lily, meteka pun pergi ke hotel yang dekat dari mall setelah melakukan booking, mereka pun pulang ke rumah, tak lupa lily memberikan pakaian yang tadi di beli di mall untuk pak wahyudi dan keluarganya. lily dan shinta menyiapkan pakaian untuk di hotel dan besoknya kalau pergi ke pabrik LCI. Vian membuat kopi lalu pergi ke gazebo, setelah minum kopi vian menyalakan rokoknya, vian mengobrol bersama pak wahyudi.
" pak terimakasih atas perhatiannya kepada keluarga saya." kata pak wahyudi
" iya pak, terimakasih banyak pak." kata pak wahyudi
" oh iya nanti tolong jemput pak ikhwan di bandara jam 7 bawa ke hotel tadi ya, saya akan menginap disana juga, jadi besok pagi pak yudi langsung ke hotel saja." kata vian
" baik kalau begitu pak." kata pak wahyudi
Jam 4.40 mereka vian, lily dan shinta kembali ke hotel, sampai di hotel pak wahyudi pamitan pulang dulu sebelum ke bandara. vian, lily dan shinta pergi ke kamar mereka, karena tafi ngopinya enggak tuntas vian meminta dibuatkan kopi lalu duduk di kursi balkon untuk merokok. tak lama lily dan shinta meminta melakukan permainan, akhirnya sore itu terjadi pertempuran. Selesai melakukan pertempuran mereka istirahat, sebelum magrib mereka mandi bersama lalu melakukan sholat berjamaah, karena sudah lapar mereka pun membeli makanan di reservasi kamar. Vian melanjutkan meminum kopi dan merokoknya.
Jam 7.47 menit vian mendapat kabar bahwa pak ikhwan sudah sampai di hotel, vian menyuruh pak ikhwan ke istirahat dulu baru nanti ketemu di restoran. Jam 7.54 menit vian sudah ke restoran, mereka pun memesan makanan dan minuman, tak lama pak ikhwan datang kesana.
" selamat malam pak bu." kata pak ikhwan
" selamat malam juga pak, oh iya silahkan pesan makanannya." kata vian
__ADS_1
" terimakasih pak." kata pak ikhwan, dia pun memesan makanan dan minuman
" terimakasih pak ikhwan sudah mau datang kesini, mohon maaf mendadak, karena memang enggak ada rencana, kebetulan saja tadi pas saya mengecek ruko sudah jadi, makanya saya langsung suruh murti. saya harap bapak tidak keberatan akan hal ini." kata vian
" enggak masalah pak, ini juga sebagai kewajiban saya juga." kata pak ikhwan
" kenapa saya yang memanggil bapak kesini bukan pak manopo, pertama karena ini juga bagian dari pemasaran, kedua saya enggak tau ada apa dengan pak manopo, saya hanya ingin hal seperti ini bisa cepat di eksekusi, saya ingin membicarakan pengembangan BLS dengan membuka cabang disini, jadi tugas bapak, besok kita lihat lokasi untuk kantor cabang, setelah itu bapak catat infrastruktur apa yang diperlukan, buat perizinannya dan bentuk tim manajemen untuk disini, tunjuk siapa yang akan menjadi kepala cabangnya dan pak ikhwan saya harap bisa memberikan pendampingan, untuk karyawan bapak bisa pergunakan karyawan di kantor pusat, tawarkan kepada mereka siapa yang mau bekerja disini. Atau mencari pekerja lewat iklan lowongan pekerjaan." kata vian
" baik pak, besok saya akan atur semuanya." kata pak ikhwan
" jadi pak ikhwan mau berapa lama disini terserah, pak ikhwan atur saja sehingga kantor cabang ini bisa cepat terlaksana. Kemungkinan besok sore saya kembali ke jakarta." kata vian
" baik pak." kata pak ikhwan
" enggak ada masalah kan sama keluarga bapak bekerja dulu disini, untuk tempat tinggal besok bapak bisa pakai rumah saya dulu atau mau di hotel juga enggak masalah." kata vian
" biar enak saya di hotel saja pak." kata pak ikhwan
mereka pun sambil makan malam mengobrolnya, vian terkadang menanyakan hal tentang pak manopo
" saya ingin BLS ini tidak selalu tergantung kepada perusahaan livi lainnya, untuk pangsa pasar disini pun sebenarnya sudah saya buka dengan mengadakan seminar seminar dan waktu itu sudah beberapa orang yang berminat tinghal pak ikhwan dan tim melakukan follow up kembali saja." kata vian
" baik pak, saya akan kerjakan tigas ini, terimakasih sudah mempercayakan hal ini kepada saya." kata pak ikhwan
" sama sama, tolong jaga kepercayaan ini, saya yakin bapak bisa," kata vian
" baik pak, sekali.lagi terimakasih." kata pak ikhwan
mereka pun selesai makan malam, vian pun pergi ke ruangan bebas merokok, vian ingin santai disana sambil menikmati rokoknya. Vian memberi tahu pak ikhwan besok jam 8 barenagn pergi ke lokasi kantor cabang BLS aetelah sarapan.
__ADS_1