Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Kedatangan Menteri Kesehatan 1


__ADS_3

Suasana pun menjadi lebih meriah dengan bernyanyinya para pejabat dan isterinya. karena sudah malam mereka pun pergi ke kamar masing masing, termasuk pak menteri tenaga kerja. Lily pun sudah meminta ke bu retno supaya menyiapkan makanan untuk sarapan dari restoran BBB.


Di pagi hari setelah sholat shubuh, vian pamit untuk olahraga, para pejabat kecuali pak bambang sudah ada di halaman depan mereka sedang mengobrol. Mereka pun joging keliling komplek.


" bagaimana pak menteri tidurnya nyenyak, maaf ya kalau fasilitas kamarnya tidak nyaman." kata vian


" nyaman banget pak, saya sampai nyenyak tidurnya, fasilitasnya memang luar biasa deh enggak kalah dari kamr hotel bintang 5. pak vian selalu olahraga setiap pagi." kata pak menteri tenga kerja


" enggak juga pak, tapi saya usahakan untuk olahraga." kata vian


" kalau enggak olahraga mana kuat melayani ke 4 isterinya pak, tapi jujur pak, karena akhir pekan suka disini saya jadi kebawa untuk olahraga juga." kata pak gubernur B


" sama saya juga jarang olahraga, kayanya malas banget habis kerja seharian apalagi kalau sudah keliling menemui warga." kata pak bupati P


" disini fasilitas olahraganya juga lengkap." kata pak menteri sosial


" saya jarang pakai pak, paling kalau hujan saja saya pakai, hari hari biasa sama anak anak SPI aja biasanya yang pakai." kata vian


" pantas aja anak anak betah tinggal disini. semua fasilitas sudah disediakan." kata pak menteri UMKM


" iya anak anak tuh jadinya enggak betah lama lama tinggal di rumah, kemarin aja lisa habis di wisuda sudah minta pergi kesini." kata pak bupati P


" sama si febby juga begitu, padahal rencananya akhir pekan ini ibunya mau mengadakan syukuran di rumah mengundnag saudara saudara lainnya, eh anaknya udah minta kesini aja, dia bilang enggak perlu mengadakan acara seperti itu." kata pak gubernur L


" saya enggak tau harus bilang apa kepada pak vian dan keluarga," kata pak gubernur D


" kita saling mendoakan saja pak, semoga kita selalu diberikan kesehatan, kelapangan, dan keberkahan dalam hidup ini." kata vian


" aamiin." jawab mereka, setelah 4 kali putaran mengelilingi komplek mereka kembali ke rumah. mereka duduk di kursi teras depan sambil minum air putih yang ada disana. Vian meminta di buatkan susu ke marni, lalu kembali ke depan.

__ADS_1


" suasana disini enak ya, enggak terlalu panas seperti di tempat lainnya." kata pak walikota


" mungkin karena disini banyak pohon pak." kata vian, tak lama mirna membawa susu panas lalu menyerhakannya kepada mereka yang ada disana, vian membawa secangkir susu lalu duduknya pindah, setelah meminum susu dia menyalakan rokoknya.


" oh iya pak vian, kata bu menteri kesehatan beliau akan tiba disini jam 9an, apa enggak masalah, atau bapak ada rencana keluar." kata pak menteri sosial


" boleh pak, saya tidak ada rencana kemana mana, karena saya harus siaga nih atas kelahiran putra saya yang ke 5." kata vian. Tak lama lily, astrid, dilla dan shinta datang bersama devan, de qinar, de avin dan de alea mereka di dorongan bayi.


" pah aku pergi jalan jalan ya sama anak anak, sambil mengajak shinta supaya gerak." kata lily


" iya udah, tapi jangan jauh jauh ya, biar haris dan putra menemani." kata vian, lalu memanggil haris dan putra menemani, anak anak SPI juga datang sudah memakai baju olah raga.


" nah gitu dong kalian harus olahraga, jangan sibuk mengejar omzet aja." kata vian


" iya a, maximal seminggu sekali kita usahakan olah raga jalan, setiap hari kita kan cuma fitnes aja. Ayo aa sama bi ika larinya." kata ika. Mereka pun berangkat jalan, shinta yang perutnya sudah terlihat besar pun mengikuti. isteri para menteri dan gubernur juga ikutan jalan bersama.


" kalau di rumah mana mau mereka olahraga keluar begitu, banyak alasan yang dibuat." kata pak menteri UMKM


" kalau silvi di SPI kan pak." kata pak gubernur D


" iya silvi dia pemegang saham di SPI, silvia di rumah sakit Livi, bu sisil di LCI, pak bambang di PBN." kata vian


" oh iya pak yang waktu itu kita bicarakan sewaktu di pabrik LA saya sudah tranafer ya." kata pak menteri pendidikan


" iya pak sudah saya terima dari pak menteri semuanya dan pak gubernur serta pak bupati juga, kalau bapak bapak tidak terburu buru saya akan suruh tim legal untuk kesini, maaf saya baru sempat juga tapi itu sudah disiapkan tinggal tanda tangan saja." kata vian


" enggak terburu buru juga pak, tanpa itu juga kita percaya kok." kata pak menteri sosial


" enggak lah, supaya sama sama enak, jangan sampai karena itu silaturahmi kita jadi terganggu." kata vian, lalu menelepon raka, menyuruh dia datang ke rumah membawa perjanjian pengalihan saham.

__ADS_1


" vian, lily dan yang lainnya kok enggak kelihatan, kemana mereka." kata bu retno


" mereka jalan jalan pagi bu sama anak anak dan anak SPI juga." kata vian


jam. 6.47 menit lily dan yang lainnya datang, tak berselang lama mobil yang membawa makanan dari restoran BBB datang, bu retno dan ibu yang lainnya mengarahkan supaya mempersiapkan makanan di taman belakang untuk sarapan. Pak bambang keluar dari kamarnya.


" tumben ibu mau olahraga." kata pak menteri UMKM


" ibu sering olahraga kok di rumah walaupun pakai treadmill aja." kata bu nurlaela


" bukannya setiap malam juga olahraga di kasur pak." kata pak gubernur D


" jarang juga pak, apalagi kalau banyak ketjaan dan dinas luar." kata pak menteri UMKM


" ayo kita sarapan dulu, mengobrolnya sambil sarapan aja,." ajak bu retno


" iya pak, bu ayo kita sarapan." kata vian. Mereka semua pergi ke halaman belakang, untuk para ajudan sudah disiapkan juga di dekat asrama. Vian dan yang lainnya pun mengambil makanan, mereka pun sarapan bersama


" silvia, jam 9an kita akan kedatangan Bu menteri kesehatan, kamu dampingi ya nanti sama saya juga, kamu enggak ada agenda kan." kata vian


" baik om, enggak ada agenda kemana mana om, tapi aku masih gugup kalau disuruh bicara." kata silvia


" enggak apa apa, sekalian kamu belajar, toh ini hanya ngobrol biasa aja, teori kan waktu itu sudah saya berikan, sekarang kalian harus bisa mempraktekannya." kata vian


" iya om, mohon bimbingannya juga." kata silvia


" bisa karena terbiasa." kata vian


" iya silvia, tante aja masih suka gugup kok, kalah sama si aa beraninya." kata lily

__ADS_1


" ayo a tunjukan kemampuannya." kata bu retno


" aa lagi makan nek." kata devan. Mereka menikmati sarapan bersama, terlihat seperti dengan keluarga sendiri kedekatan mereka.


__ADS_2