
setelah telepon dengan vian shinta langsung memberikan informasi itu ke pak abe, pak abe pun langsung mengadakan rapat manajemen, paka abe memberitahukan ke semuanya apa yang di informasikan vian.
ke esokan paginya shinta memberitahukan kepada vian apa hari ini ada waktu, karena mau membahas acara Distributor Gathering.
vian menyampaikan hal itu kepada lily bahwa hari ini ia akan ke kantor LNI membahas acara Distributor Gathering.
" yank hari ini mau kemana." kata vian
" gak kemana mana sih pah, emang ada apa." jawab lily
" gak papah mau menyampaikan aja bahwa hari ini ada meeting di LNI bahas Distributor Gathering, mamah mau ikut, mungkin mamah ada masukan untuk acara tersebut." kata vian
" boleh pah, kalo papah ngajak mamah ayo aja." jawab lily
" iya ini kan papah ajak kamu sayank." kata vian
" emang boleh gitu mamah kasih masukan." kata lily
" iya tentu dong mamah kan pemegang saham." jawab vian
" iya pak bos, kalo begitu mamah bilang sama evi dan lilis dulu." jawab lily sambil senyum menggoda, lalu dia pergi menemui evi dan lilis.
tak lama devan datang ke kamar.
" pah, katanya mau ngajak aa main. ayo pah." ajak devan
" iya aa, ayo kita main." jawab vian lalu dia bilang ke lily bahwa mau ajak aa main dulu di taman. lily pun tau bahwa suaminya itu banyak kerjaan, dia pun merasa salut bahwa dia masih bisa menyempatkan waktu untuk bermain sama anaknya.
vian dan devan pun main bola bersama setelah itu berenang, setelah cape bermain dan berenang mereka pergi mandi. di kamar lily sedang menyiapkan pakaian.
" makasih ya pah udah menyempatkan waktu untuk main aa." kata lily
" itu udah kewajiban papah sayank kenapa bilang terimakasih." jawab vian, sambil dia meluk lily
" papah ih... basah.. sana ke kamar mandi." kata lily
" ya udah kita mandi bareng yaaa." kata vian mengoda lily
" tadi kan mamah udah mandi." jawab lily
" papah juga tadi udah mandi, sekarang mandi bareng." kata vian sambil memangku lily ke kamar mandi. akhirnya lily pun pasrah akan perlakuan suaminya itu. di satu sisi dia pun merasa bahagia karena kekhawatiran di fikirannya itu tidak terbukti. dengan keharmonisan yang diperlihatkan vian kepadanya membuat dia semakin takut kehilangan.
__ADS_1
selesai mandi mereka memakai pakaian lalu pergi sarapan. setelah sarapan mereka pamit ke orangtuanya untuk pergi ke kantor LNI.
jam 10an mereka sampai di kantor LNI, vian menyuruh resepsionis memanggil shinta ke ruangannya.
tok...... tok....... tok..
" iya masuk." kata vian , tak lama shinta masuk
" pagi pak. bu." kata shinta
" pagi juga shin, silahkan duduk." kata vian menyuruh shinta duduk
" terimakasih pak." jawab shinta. shinta pun duduk di hadapan vian dan lily
" gimana sudah kamu sampaikan ke pak abe apa yang saya informasikan kemarin." kata vian
" sudah pak, kemarin pak abe langsung mengadakan meeting manajemen, dan hasilnya juga sudah saya infokan ke bapak." jawab shinta
" terimaksih. kamu suruh pak abe dan yang lainnya untuk meeting kembali membahas itu dan memfixkan acaranya." kata vian
" baik pak, saya sampaikan, kalo begitu saya permisi. oh iya bapak dan ibu mau minum apa biar saya buatkan. " kata shinta
" mamah ikut papah aja ke kantin." jawab lily.
" iya sudah kamu sampaikan aja ke pak abe ya.. kalo sudah siap panggil saya di kantin." kata vian
" baik pak." jawab shinta
vian dan lily pun pergi ke kantin. sesampai dikantin vian memesan kopi sedangkan lily memesan jus. vian dan lily duduk di kursi di dekat taman lalu vian menyalakan rokoknya. tak lama pesanan mereka juga sampai.
" enak juga ya pah disini. mamah baru ngerasain duduk lama disini. " kata lily
" iya, makanya papah suka duduk disini, terkadang dulu disini papah gunakan buat rapat juga." kata vian
tak lama shinta datang mengabarkan bahwa pak abe dan yang lainnya sudah menunggu di ruangan rapat. vian pun membayar apa yang tadi di pesan. setelah itu pergi ke ruangan rapat bersama lily dan shinta.
" selamat siang semuanya, mohon maaf menunggu dan terimakasih sudah menyempatkan waktunya. saya kemarin mendapatkan kabar dari shinta bahwa kita akan mengadakan acara Distributor Gathering. sekarang kita membahas persiapan acara tersebut." kata vian
" terimakasih atas waktunya bapak dan ibu bisa hadir disini. kemarin saya sudah mengadakan rapat membahas apa yang bapak sampaikan ke ibu shinta. distributor yang akan kami undang sebanyak 20 distributor yang pembeliannya minimal di atas 1 milyar per tahun, kalo untuk rewardnya belum kita bahas pak." kata pak abe
" ya sudah kita tentukan sekarang, saya minta laporan penjualannya setiap distributor." kata vian.
__ADS_1
pak abe pun menyerahkan laporan penjualan. distributor kota B sebesar 10,5 milyar
distributor kota S sebesar 10 milyar
distributor kota M sebesar 9 milyar
distributor kota Y sebesar 8 milyar
distributor kota C sebesar 7,5 milyar
distributor kota A sebesar 7 milyar
distributor kota D sebesar 6 milyar
distributor kota F sebesar 5 milyar
distributor kota G sebesar 4,5 milyar
distributor kota T sebesar 3,5 milyar
" dari laporan penjualan ini kita bisa mengklasifikasikannya yang distributor pembeliannya di atas 6 milyar mendapatkan reward umrah 2 orang dengan uang tunai, uang tunai ini yang akan membedakan antara pembelian 5 milyar dengan 10 milyar, misal sekarang kalo biaya umroh per orangnya 30jt, 2 orang jadi 60jt, jadi yang 6 milyar 2 umroh dan uang tunai 5jt, yang 10 milyar 2 umroh dan uang tunai 20jt. saya alokasikan untuk reward ini 1% dari total pembelian distributor. nanti bagian keuangan hitung saja masukan juga dari 1 % ini untuk biaya acara ini. " kata vian
" baik pak nanti saya akan hitungkan, terus yang lainnya bagaimana pak." kata bu andriyani
" yang 3 milyar sampai 5 milyar 1 umroh dan uang tunai atau logam mulia, yang lain misalnya 2 milyar sampai 3 milyar, sepeda motor dan uang tunai atau logam mulia. tapi kayanya lebih baik logam mulia ya daripada uang tunai." kata vian
" iya pak lebih baik logam mulia." kata bu andriyani
" yang di atas 1 milyar bisa laptop atau hanphone plus logam mulia." kata vian
" baik pak nanti saya akan hitungkan kalo begitu," jawab bu andriyani
" mamah ada usulan." kata vian sambil menengok ke lily
" menurut mamah itu sudah bagus, dan mamah kira untuk logam mulianya bisa menjadi perluasan bisnis BLS pah." kata lily
" bagus tuh idenya mah nanti papah suruh murti untuk mencari penyedia logam mulianya." kata vian
" untuk travelnya bisa pake L-Trans pah, kalo l-trans belum memiliki izin bisa kerjasama sama dengan travel yang sudah berjalan ." kata lily
" luar biasa istri papah ini." jawab vian
__ADS_1