
Di dalam kamar mereka mengobrol, devan dan de qinar pun baru selesai mandi, devan pun minta di suapi sama shinta.
" tadi papah bisa mencium hajar aswad." kata lily
" alhamdulillah, papah bisa berdoa di multazam dan sholat di hijir ismail." kata vian
" alhamdulillah, aku juga mau ah nanti." kata lily
" aa mau juga pah, mencium ini kan." kata devan sambil menunjukan video di handphone
" iya sayang, nanti kita kesana ya." kata vian, mereka pun turun untuk sarapan, disana orang tua dan keluarga lainnya sudah berkumpul
" pengantin baru baru keluar kamar nih." kata pak bambang
" saya dari sebelum syubuh sudah keluar pak." kata vian
" iya pak, berkat beliau saya bisa mencium hajar aswad." kata pak ustad ogi
" subhanallahnya pak vian ini, saya terus dibuat kagum padahal waktu tawaf saya barengan sama dia, eh saya keliling beliau sedang sholat di hijir ismail dan seperti dijaga askar, sudah gitu kita keliling lagi kita bisa berdoa di rukjn yamani lalu diberikan kesempatan mencium hajar aswad sama askar padahal yang di depan kita di usir usir askar, pak vian bisa berdoa di multazam, setelah itu kita istirahat eh ada petugas yang memberikan kita minum air zam zam, subhanallah banyak mengambil ibroh dari setiap kejadian tersebut." lanjut pak ustad ogi menceritakan pengalamannya kepada jamaah lain
" mungkin itu kebetulan aja pak ustad, saya bersyukur Allah memberikan kemudahan untuk saya." kata vian
" kenapa kamu enggak ajak bapak." kata pak bowo
" khawatir bapak dan ibu cape, jadi saya enggak memberitahu bapak dan ibu." kata vian
__ADS_1
" oh iya kita hari ini jalan jalan ya ke tempat sejarah dan berbelanja supaya bapak dan ibu bisa fokus kalau sudah berbelanja, semalam saya bicara sama pak vian makanya ada perubahan rencana." kata pak ustad ogi
" pak ustad tau saja, jam berapa kita berangkat pak ustad." kata ibu retno
" jam 9 ya, supaya masih pagi, sehingga besok kita lebih sedikit ke tempat sejarah dan bisa cepat menjalankan ibadah umroh yang kedua bagi yang mau, ini sebenarnya permintaan pak vian daripada kita banyak ke tempat sejarah dan malahan kita membuat kotor, lebih baik kita pergunakan untuk ibadah, jadi kita hanya ke tempat bersejarah yang utama saja." kata pak ustad ogi
" saya setuju pak ustad." jawab jamaah
" iya, kita kesini bukan untuk jalan jalan tapi niat kita kesini hanya ibadah." kata pak bambang
mereka pergi ke kamar masing masing untuk siap siap pergi mengunjungi tempat bersejarah dan belanja. Jam 9 mereka berkumpul lalu pergi ke tempat tempat bersejarah, pak ustad ogi pun menjelaskan keberadaan tempat tersebut, setelah selesai berkeliling mereka pergi ke pasar oleh oleh.
" papah mau ngasih oleh oleh buat siapa aja." kata lily
" buat siapa ya, beli aja 200 pcs gantungan kunci atau apa dan beli yang bagusan untuk tamu yang datang ke rumah." kata vian
" mamah atur aja ya." kata vian
" oke pah, uangnya ada kan." kata lily
" ada sayank, bapak sama ibu mau beli untuk tetangga, di pilih aja pak, bu, sekalian buat di rumah, ini uanhnya kalau ibu biar bisa pilih dan belanja sendiri." kata vian, dia pun memberikan uang ke ibu dan ibu mertuanya, vian juga memberi ke kakek dan nenek vian dan lily, serta kakek braja. Lily pun memberi uang ke evi, lilis, bi naraih dan mirna.
" bro, ini buat belanja ibu dan mertua kamu." kata vian
" enggak usah bro, mereka udah saya kasih, kalau enggak kamu kasih sendiri aja," kata endris. Vian pun memberikan uang ke ibunya endris dan mertuanya, vian juga memberi ke isteri endris.
__ADS_1
" ibu ini saya nambahin untuk belanja atau mau jajan," kata vian
" enggak usah nak, kamu sudah ngajak kita kesini saja itu sudah luar biasa berharga banget buat ibu." kata ibunya endris
" iya nak, enggak usah, kami jadi enggak enak." kata bapak mertuanya endris
" mohon di terima iya pak, ibu, kalau memang bapak, menganggap saya anak dan saudara endris." kata vian, mereka pun menerima uang dari vian
" terimakasih iya nak, semoga kamu dan keluarga diberikan kesehatan, dan diberikan kelimpahan rezeki." kata ibu dan mertua endris
" pah, beli hiasan dinding itu bagus buat di kamar dan ruang tamu." kata lily
" iya boleh, kalau mamah suka." jawab vian
" beli untuk rumah yang di surabaya juga ya, oh iya sama karyawan dillas dan LCI yang disana dibelikan juga." kata astrid
" kalian atur aja ya." kata vian
mereka pun selesai berbelanjanya, lalu kembali ke hotel. Selesai sholat dzuhur mereka makan siang. Para jamaah ada yang masuk lagi ke kamar untuk istirahat ada yang jalan jalan ke toko toko. Vian dan para isterinya masuk ke kamar, di dalam kamar mereka istirahat sambil mengobrol.
" nanti kita bagi bagi barang yang dibeli ini ke bagasi masing masing, kalau memang bayak kita paketkan saja, tapi akan lebih lama tibanya. Makanya nanti kita pilih mana saja yang akan kita bawa dan yang akan kita paketkan." kata lily
Vian pamitan sholat azhar ke mesjid, selesai sholat dia kembali ke hotel dan mengajak keluarganya untuk jalan jalan sore, vian ingin memberikan kebahagiaan kepada mereka.
Sebelum magrib mereka pergi ke mesjid dan akan diam disana sampai isya, mereka membawa tempat air minum suoaya bisa diisi air zam zam. setelah sholat magrib vian membawa isteri dan keluarganya untuk tawaf, devan digendong di pundak vian, vian terus bergeser ke dekat ka'bah dan akhirnya bisa memegang ka'bah di rukun yamani, vian pun bergerak kembali menuju hajar aswad, vian punya keyakinan bisa mencium kembali hajar aswad bersama isteri dan keluarganya, benar saja, askar yang menjaga dekat hajar aswad memanggil vian dan memberikan ruang supaya vian dan yang lainnya bisa mencium hajar aswad, devan diberikan kesempatan pertama, lalu vian, lily, astrid, dilla, shinta, bapak dan ibu vian, bapak dan ibu mertua vian selanjutnya ika dan teman temannya yang lain, pak bambang, pak gubernur, pak menteri dan pak bupati. Vian ddan isterinya diberikan kesempatan untuk berdoa di multazam, setelah itu mereka pergi ke luar dari sana, vian mengucapkan terimakasih kepada askar yang sudah memberikan ruang untuk dia dan keluarga besarnya mencium hajar aswad. Askar pun tersenyum dan memberikan lambaian tangan.
__ADS_1
Vian mengajak semuanya untuk istirahat, mereka mendekat ke tempat mengambil minum air zam zam, sampai disana penjaganya menanyakan mau yang dingin atau biasa. Mereka pun duduk sambil minum air zam zam. tak lama adzan isya berkumandang, mereka pun bersiap untuk melakukan sholat isya di bagian pelataran ka'bah.