Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Persiapan Peresmian Yayasan Pendidikan Livi (YPL) 1


__ADS_3

Di perjalanan vian, shinta dan pak dede istirahat terlebih dahulu di rest area dan membeli bensin. Setelah makan malam, mereka melanjutkan perjalanan. Jam 20.17 menit mereka sampai di rumah orangtua shinta. Pak defe menurunkan oleh oleh buat ibunya shinta yang tadi dibawa dan dibeli dijalan.


" ibu maaf ya shintanya di pinjam dulu." kata vian


" iya nak enggak apa apa lagian ada deni yang temani, terimakasih sudah repot repot membawakan oleh oleh segala." kata ibu anita


" kalau ibu mau menginap disana juga enggak apa apa." kata vian


" enggak nak, sayang pelanggan toko, udah gitu minggu depan akan pergikan." kata ibu anita


" iya sudah kalau begitu, kalau mau kesana kabari saja." kata vian


" iya nak terimakasih banyak salam sama keluarga disana." kata ibu anita


" iya insyaAllah saya sampaikan, kalau begitu kami pamitan." kata vian, vian pun memberikan uang kepada deni untuk uang jajan.


" ibu saya pamit dulu ya." kata shinta, mereka pun pergi setelah pamitan.


Jam 20.57 menit mereka sampai di rumah, vian memberikan kunci kamar ke shinta, setelah itu vian pergi ke kamar untuk bersih bersih dan berganti pakaian lalu turun lagi ke bawah karena lily dan yang lainnya masih ada disana.


" pah udah makan." kata lily


" udah mah, tadi makan di jalan." kata vian


" gimana hasil pertemuan dengan tim LA jadi mau bikin pabrik." kata lily


" alhamdulillah sudah dibentuk tim untuk mencari sumber airnya untuk diteliti mereka besok mulai bergerak, dan opik juga mencari lahan baru untuk pembangunan pabriknya." kata vian


" kamu mau bangun pabrik apa lagi." kata pak bowo


" pabrik pengolahan air minum kemasan pak, barangkali ada ide untuk nama merknya." kata vian


" bukannya livi aja pah." kata lily


" papah mau ada 2 merk untuk air minum kemasan ini yang 1 untuk air netral dan yang 1 lagi untuk air alkalin. Karena akan mempengaruhi segmentasi pasar nantinya." kata vian


" terus sumber airnya dari mana a." kata pak adi


" dari pegunungan yang ada dibelakang pabrik LA pak, kelihatannya bagus kualitas airnya dan tadi juga sudah bicara sama pak gubernur dan pak bupati untuk masalah lokasi sumber air tersebut." kata vian


" kamu benar benar otaknya ya." kata pak bowo


" memanfaatkan peluang pak, lagiankan air sebagai sumber kehidupan pasti ada pasarnya." kata vian

__ADS_1


" merknya Vilad's untuk yang bagusnya, yang kedua Livi." kata astrid


" bagus juga tuh pah." kata lily


" pah bawa jagungkan, aku mau jagung bakar." kata dilla


" iya udah kita bakar di taman ya." kata vian. Mereka pun pindah ke taman, vian menyuruh indra untuk membuat pembakarannya. Lily dan astrid membuatkan vian, pak adi, pak bowo dan pak wanto kopi. Lily juga memanggil shinta untuk gabung disana. Mereka pun menikmati jagung bakar sambil mengobrol, setelah itu mereka pun masuk ke kamar masing masing.


" besok papah mau kemana." kata lily


" papah mau ke yayasan mau mepersiapkan peresmian yayasan." kata vian


" papah enggak cape." kata dilla


" iya cape sayank, tapi kan itu harus papah kerjakan walaupun yang mengerjakan bukan papah." kata vian


" papah harus jaga kondisi kesehatan juga, kita kan sebentar lagi mau pergi umroh." kata astrid


" papah akan jaga kesehatan kok sayank, terimakasih ya." kata vian, setelah itu mereka pun tidur sama sama.


Di pagi hari vian bangun lalu bersih bersih dan membangunkan isteri isterinya, vian pamitan ke bawah lalu membuat susu panas dan duduk di kursi teras depan, sambil menikmati susu panas vian menyalakan rokoknya.


Jam 5.37 menit lily datang mengajak vian naik sepeda keliling komplek, selesai bersepeda vian dan lily kembali ke rumah, di halaman sudah ada devan yang sedang main sepeda bersama lilis.


" papah sama mamah kok enggak ajak aa sih." kata devan


" eh ada mamah shinta, mah main sepeda sama aa ya." kata devan


" boleh sayang, aa mau main sepeda dimana." kata shinta


" disini aja mah, mamah shinta pake sepeda mamah lily." kata devan. Vian duduk di kursi minum air putih, lalu menyalakan rokoknya sambil mengawasi devan.


," papah mau berangkat jam berapa." kata lily


" jam 9an aja mah, mamah ikut enggak." kata vian


" mamah ada kerjaan di butik dan di LCI pah, enggak apa apa ya." kata lily


" iya sudah enggak apa apa." kata vian


tak lama datang pak daryat dan tim L-Pro yang sedang mengerjakan bangunan Livi Group.


" pak ini untuk membangun kamar tamu dan kamar bjat bapak mau kapan di mulainya." kata pak daryat

__ADS_1


" iya sudah mulai sekarang aja enggak apa apa." kata vian


" baik kalau begitu, saya akan membagi tukang dan mengambil tenaga kerja yang habis membangun di yayasan, untuk mengerjakan ini." kata pak daryat


" bapak atur saja, karena disana juga kan mau bangun panti asuhan dan di karawang juga sedang bangjn klinik dan perumahan." kata vian


" ada kemungkinan di LA juga akan bangun pabrik lagi." lanjut vian


" pabrik untuk apa pak." kata pak daryat


" pabrik pengolahan air minum kemasan, sekarang tim LA sedang mencari sumber airnya." kata vian


Setelah itu vian dan lily pergi ke kamar mandi, mereka pun melakukan hubungan badan disana. Setelah itu mereka mandi bersama dan vian berpakaian yang disiapkan astrid. Mereka pun turun bersama ke ruang makan untuk sarapan.


" aa mau ikut papah enggak ke villa LR," kata vian


" sama siapa aja pah." kata devan


" papah sama tante shinta dan pak dede aja, dan kakek. mamah lily, mamah astrid dan mamah dilla ada kerjaan soalnya." kata vian


" sebenarnya aa cape pah, tapi aa mau main sama thunder gimana dong." kata devan


" laganya cucu nenek ini." kata ibu retno


" iya sudah kalau aa cape enggak usah ikut, yang penting papah sudah ajak aa loh." kata vian


" iya aa di rumah aja ya, aa sedikit panas tuh badannya." kata lily


" besok besok kan masih bisa kesana juga a, minggu depan kita mau pergi umroh jadi aa harus sehat." kata astrid


" iya deh mah, aa di rumah aja, aa mau istirahat tapi mamah temani aa dulu bobo ya." kata devan


" iya sayang, mamah temani aa dulu sebelum mamah berangkat kerja ya." kata lily, lily pun mengambil obat penurun panas dan memberikannya ke devan, vian pun menggendong dia ke kamarnya.


" iya sehat ya, maaf papah enggak bisa temani aa." kata vian


" iya pah, aa sehat kok." jawab devan. Vian pun memeluk dan mencium devan lalu pergi setelah pamitan ke lily


Vian duduk di teras lalu menyalakan rokoknya dan melihat laporan perusahaan.


" a, bapa sama pak bowo dan pak wanto bawa mobil sendiri aja ya, takut kamu ada keperluan lainnya." kata pak adi


" iya pak, tapi sama sopir kan." kata vian

__ADS_1


" iya pakai sopir." kata pak adi


vian pun pamitan pergi terlebih dahulu, setelah itu dia pergi bersama pak dede dan shinta. Di perjalanan vian berhenti dulu membeli makanan ringan dan minuman serta stok rokoknya dan membelikan buat pak dede juga. Setelah itu melanjutkan perjalanan ke yayasan pendidikan livi.


__ADS_2