
Kakek braja melihat itu juga kaget, ternyata yang melindungi vian adalah pemimpin pasukan dan orang yang sangat di hormati.
kakek braja tambah salut kepada vian yang jelas dia dari keturunan berkuasa dahulunya. sang kakek diminta membantu membuat benteng atau pagar mistis di seluruh pekarangan rumah vian karena orang yang mau menyakiti keluarga vian sedang di urus sama anak buah leluhur vian.
kakek braja mengelilingi kawasan rumah vian dibantu indra dan pak dede. kurang lebih 1 jam kakek braja, indra dan pak dede kembali ke gazebo. kakek braja duduk dan seperti mengucapkan sesuatu. " sama sama saya hanya membantu.".
setelah dibuat pagar magis oleh kakek braja bola bola api tidak lagi bisa memasuki ke area rumah vian, " saatnya aku habisi mereka." kata pak braja. utusan utusan leluhur vian hanya dapat menghalau dan hanya membuat cedera saja orang orang yang menyakiti vian karena perintahnya seperti itu tidak boleh membunuh. beda dengan kakek braja, dia merasa vian orang baik masih diusik kakek braja tak terima harus dihabisi.
" kek gak usah di habisi, biar mereka kena akibatnya saja." kata vian
" kamu terlalu baik, tenang aja ini urusan kakek." jawab kakek braja
dia pun langsung bersemedi, menatap bola bola api, vian merasakan juga desir hangat di tubuhnya, tak lama bola bola api yang terlihat hanya tinggal 2 saja. "ini akibatnya kalian mengganggu cucu ku, musnah kalian." kata kakek braja. air putih yang di botol menjadi merah darah. kakek braja menyuruh indra membuat lubang lagi, setelah lubang jadi darah yang di botol di tuangkan ke lubang tersebut lalu dikubur bersama botolnya. kakek braja berlalu untuk cuci tangan.
kakek braja datang lagi ke gazebo, " itu akibatnya memiliki rasa iri terhadap orang lain tanpa memikirkan baik dan buruknya." kata kakek braja
semua yang ada disana tertegun dengan tindakan tegas kakek braja, siapa sebenarnya kakek braja itu?, mereka pun mengobrol sambil minum kopi.
kakek braja membuka obrolan dengan menatap semuanya, " mohon maaf, mungkin dari yang ada disini penasaran siapa saya." kata kakek braja
yang ada disana pun menganggukan kepalanya termasuk vian. kakek braja pun menceritakan siapa dirinya dan mengapa bisa ketemu vian :
" saya kenal sama cucu ku ini, waktu itu saya sedang mendorong gerobak tapi karena kecapean saya gak kuat mendorongnya di tanjakan dekat gubuk saya, dia membantu saya dan memberikan saya dan nenek makanan, dan tadi pagi dia kesana lagi memebritahukan bahwa kami yang ada di bangunan liar itu akan dipindahkan ke rusun yang sedang di bangun".
" siapa saya, saya berasal dari daerah jawa tengah, saya dulu adalah murid kesayangan guru di padepokan ilmu kanuragan dan tenaga dalam, setelah tahap akhir saya diangkat jadi pimpinan padepokan tersebut, banyak rekan seperguruan yang tidak senang akan posisi saya itu, hingga mereka merencakan pembunuhan kepada saya dan istri dengan merusak rem kendaraan kami blong. istri dinyatakan tidak bisa memiliki keturunan sehingga dia terus bersedih. untuk menghapus kesedihannya itu saya mengajak dia pergi ke sini. awalnya perjalanan saya cukup baik sebelum teman kerja menipu kami. sehingga kami bangrut dan akhirnya saya menjadi pemulung.".
" mengapa kakek begitu tegas tadi?" tanya vian
__ADS_1
" belajar dari pengalaman, dulu kakek sama seperti kamu, diam walaupun diperlakukan tidak baik, dan ternyata itu dimanfaatkan orang untuk menindas. ada kalanya kita baik kepada orang dan adakalanya juga kita harus tegas kepada orang, biar mereka tahu bahwa kita tidak mudah untuk mereka tidas." jaeab kakek
" terus kek maaf, setiap saya mengalami hal yang tidak menyenangkan, ada kehangatan di dalam tubuh saya, setelah kakek menepuk pundak saya waktu itu." kata vian
" itu adalah aliran tenaga dalam yang kamu miliki, tinggal kamu mengolahnya, kakek hanya mengaktifkannya saja." jawab kakek braja
" kalian mau melihat bagaimana kekuatan tenaga dalam, semua orang memilikinya tinggal mengolah itu semua. " kata kakek braja. kakek braja memanggil indra untuk uji coba. kalo yang lain pasti segan.
indra diberikan pengarahan supaya dia tidak takut, konsentrasi dan pusatkan fikiran. kakek braja menyuruh pak dede memukul indra. pak dede pun bergerak mau memukul indra. sebelum tangan pak dede smapai ke tubuh indra pak dede terpental beberapa meter. "itu hanya dasar saja, bayangkan kalo itu di olah. kalo kalian mau saya akan membimbing kalian malam ini." kata kakek braja.
mereka serempak bilang mau, karena dengan mengolah tenaga dalam otomatis mempengaruhi pernafasan dan mempelancar peredaran darah. karena tenaga dalam itu hasil dari proses pernafasan.
" o iya kek, ajarin devan anak saya ya, biar dia berguru ke kakek." kata vian
" itu pasti cu.... biar kakek membimbingnya." jawab kakek braja
mereka mengobrol kembali sampai jam 1 pagi, setelah itu mereka istirahat di tempat masing masing.
vian bergegas ke kamar mandi untuk mandi dan berganti pakaian, lalu tidur disamping lily dan memeluknya.
di subuh hari vian dibangunkan lily untuk sholat berjamaah. selesai sholat vian menuju balkon sambil minim teh dan membaca laporan dari setiap perusahaan. rasa capek semalam digantikan dengan kesegaran dan pernafasan juga lebih enak. itu pula dirasakan oleh pak adi, pak bowo dan yang lainnya.
lily mendatangi vian yang sedang di balkon
" pah udah sehat." tanya lily
" alhamdulillah sayank jauh lebih sehat." jawab vian
__ADS_1
" papah ada rencana kemana hari ini." tanya lily
" gak ada sayank memang mamah mau kemana." jawab vian
" mamah mau periksa ke dokter, papah mau antar." tanya lily
" boleh dong sayank. jam berapa mau kesananya." jawab vian
" jam 10 an aja ya. mamah mau telepon dr. silvi." kata lily, lily mengirimkan chat terlebih dahulu karena masih pagi.
setelah selesai membaca laporan, vian mengajak lily dan devan pergi jalan jalan ke taman. di taman ternyata sudah ada kakek dan nenek devan beserta kakek braja dan istrinya.. pak lukman, pak heri, dan pak dede sedang duduk di gazebo sedang minum kopi.
melihat kakek braja lily mengucapkan terimakasih karena sudah menolong vian.
" terimakasih kek, atas pertolongannya." kata lily
" sama sama cu, itu sudah sepatutnya kakek lakukan." jawab kakek braja
kakek braja pun mengajak main devan, dia melihat bahwa devan juga sudah di jaga sama leluhur vian. kakek braja pun memberikan sentuhannya kepada devan.
" kek, terimakasih ya atas bimbingannya, saya merasa lebih sehat lagi dan segar rasanya." kata pak bowo
" iya kek, rasanya segar badan ini walau tidur sebentar." kata pak adi
" kalo mau latihan lagi kabari saya ya." kata pak lukman dan pak heri serta pak dede
setelah itu mereka pun pergi sarapan, pak lukman, pak heri, dan pak dede pamit pulang.
__ADS_1