Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Kunjungan Pak Menteri 2


__ADS_3

Vian menikmati susu panas lalu menghisap rokoknya.


" luar biasa ya pengalaman pak vian ini." kata pak sudianto


" orang melihat saya saat ini mungkin enak, enggak tau dulu saya seperti apa, Allah sang pembolak balik kehidupan seseorang, dulu mana terlintas saya bisa memiliki 4 orang iateri yang cantik cantik menurut saya, saya dulu mana berani pak deketin perempuan, orang kampung, orang miskin, sampai saya sudah bosen atas hinaan, cacian orang, tapi alhamdulillah masih ada teman teman yang mendukung saya," kata vian


" sekarang pak vian menikmati dan bisa membuktikan jerih payah bapak." kata pak suparman


" iya alhamdulillah, kenapa saya melakukan banyak kerjasama dengan para petani, supaya anak anak mereka tidak akan merasakan apa yang saya rasakan, supaya mereka enggak minder menjadi anak seorang petani. Kenapa saya berusaha memberikan kebahagiaan kepada karyawan saya, karena saya merasakan bagaimana dulu saya sebagai karyawan diperlakukan tapi entah karyawan saya merasa di perlakukan baik atau tidak, tapi saya sudah berusaha untuk bisa memperlakukan mereka dengan baik." kata vian


" saya bukan bicara karena di depan bapak saja, saya mendengar dari karyawan LA di komplek pak, mereka sangat membagakan bapak, mereka sangat menghormati bapak, sampai para isteri mereka kalau suaminya malas kerja dimarahi, mau mencari kerja dimana lagi selain di pabrik LA, sudah perusahaan memberikan gaji yang cukup, kesejahteraan mereka dipenuhi baik kesehatan untuk karyawan dan keluarga, sampai perumahan pun diperhatikan." kata pak suparman


" bapak tinggal di komplek livi regency." kata pak bupati


" iya pak, karena dekat dengan kantor dan kebetulan kantor pun memberikan fasilitas untuk mengambil rumah disana jadi saya mengambilnya." kata pak suparman


" alhamdulillah dengan keberadaan pabrik LA dan pabrik PBN, banyak pengangguran yang terserap disana sehingga angka kriminal pun menjadi menurun." kata pak sudianto


" kepintaran atau pendidikan itu bisa kita asah dan bisa kita bimbing yang terpenting buat saya etika mereka." kata vian


" betul pak. Etika atau ahlak adalah kunci utama." kata pak sudianto


" pernah ada kejadian kalau enggak salah 1 bulan yang lalu, ada preman yang mau mengacau di pabrik LA, akan tetapi sama karyawan LA yang tadinya memiliki latar belakang preman dihadapi, mereka diceramahi tuh sampai Akhirnya orang orang itu ketakutan. kita hanya menonton aja, orang orang jadinya segan untuk melakukan tindakan yang enggak enggak ke pabrik LA dan PBN, karena ternyata LA dan PBN bisa menampung para preman tang tadinya sulit di atur sekarang sangat disiplin dan saya rasa loyalitas mereka sangat kuat." kata pak sudianto


" orang orang seperti itu akan sangat loyal kalau kita bisa menyentuh hagi mereka dibandingkan orang orang yang berpendidikan tinggi." kata vian


" sekarang kalau ada yang tanya kamu kerja dimana, terus di bilang kerja di LA atau PBN, mereka akan segan dan hormat bahkan iri kali." kata pak suparman


" alhamdulillah kalau memang keberadaan usaha saya bisa membawa kebahagiaan, kesejahteraan, bahkan kebanggaan." kata vian

__ADS_1


" jujur saja pak, saya merasa bangga bisa mengobrol seperti ini, bapak tidak membedabedakan orang, istilahnya memanusiakan manusia itu benar benar saya rasakan." kata pak suparman


" sebenarnya teman teman di kantor ingin ketemu sama bapak, apalagi sampai mengobrol mungkin mereka akan bahagia, kenapa karena mereka merasa terbantu oleh bapak mungkin bapak tidak merasa membantu mereka teruyama yang rumahnya di livi regency." kata pak sudianto


" kalau mau ketemu ayo aj, kita ketemu saja di pabrik LA atau di perumahan kita adakan kambing guling." kata vian


" kalau mereka dengar pasti senang banget pak, kapan kira kira bapak bisa." kata pak sudianto antusias


" iya sudah malam besok kemungkinan masih disini, malam besoknya lagi aja, jadi sore suruh ambil 2 ekor kambing di pabrik LA kita adakan ketemuan di perumahan saja ya biar bisa berkumpul semua, teman teman bapak di polsek juga suruh datang saja kesana dan warga perumahan juga sama, ingatkan saya saja, nanti saya telepon opik untuk meyiapkan." kata vian


" baik pak, terimakasih banyak." kata pak sudianto. Karena sudah malam mereka pun pergi masuk untuk istirahat.


Di dalam kamar lily, astrid, dilla dan shinta belum tidur mereka masih menunggu walaupun mereka terlihat lelah.


" kok belum tidur sih." kata vian


" kan tadi udah papah suruh kalian tidur aja." kata vian


" aku mau dipeluk papah tidurnya, masa dipeluk shinta." kata lily


" biasa juga kita berpelukan." ledek shinta


" iiih... Itu kalau enggak ada papah dan aku enggak sadar aja." kata lily


" udah ah, ayo kita tidur." ajak vian


" papah ganti pakaiannya kotor habis dari luar." kata lily sambil membuka baju vian


" ini bukan suruh ganti pakaian, tapi papah disuruh enggak pakai pakaian." kata vian. Lily dan yang lain tersenyum, lily menyuruh vian untuk ke kamar mandi dulu bersih bersih, setelah itu dia menuntun vian ke kasur yang hanya memakai pakaian dalam. Vian pun melayani mereka walaupun cape. Lily mencium bibir vian sambil melepas pakaiannya, dan membiarkan tangan vian memainkan bukit kembar miliknya, lalu memberikan mahkotanya untuk dimainkan, sedangkan lily membalikan tubuhnya supaya bisa memainkan pusaka vian. astrid, dilla dan shinta mereka pun melepaskan pakaiannya dan mulai menggerayangi vian dan bergantian dengan lily. Lily sudah tidak tahan lagi, dia mulai melakukan permainan, vian menciumi astrid dan dilla serta shinta, setelah lily puas, astrid mengambil alih, begitu pula dilla mengganti peran setelah astrid puas, shinta berciuman dengan vian sambil vian memainkan tangannya di dilla, karena vian takut terlalu merangsang shinta karena kondisi kehamilannya, dilla pun sudah tidak berdaya, akhirnya giliran shinta berbaring di kasur, sambil menciumi shinta vian lun terus memiankan pusakanya di mahkota milik shinta, lalu pindah menciumi astrid dan dilla, lily sudah bergairah lagi dan meminta supaya vian menciumi bukit kembarnya, setelah shinta mencapai kenikmatannya, lily begantian peran sefangkan tangan vian memaiankan astrid dan dilla, untung saja vian selalu rajin olahraga kalau tidak dia akan kewalahan menghadapi keganasan isteri isterinya. Lily sudah terkulai lemas, giliran astrid dan dilla, vian pun mengakhiri puncaknya bersama shinta, vian menciumi kening mereka. Setelah itu vian minum air putih lalu Mereka pun tidur dengan pulas sambil saling memeluk dibawah selimut.

__ADS_1


di pagi hari vian mandi disusul isteri isterinya lalu melaksanakan sholat shubuh sama sama. Terlihat kelelahan dan kebahagiaan.


" papah harus rajin olahraga ya, jaga kesehatan, siapa suurh punya isteri 4." kata lily


" iya sayank, makasih ya." kata vian lalu mencium mereka berempat.


" kalian istirahat aja ya, papah mau ke luar pengen olahraga." kata vian


" iya pah, kita istirahat ya." kata mereka


" atau papah mau dibuatkan susu dulu." kata lily


" biar papah aja yang buat, kalian istirahat." kata vian, lalu pergi keluar kamar dan membuat susu panas lalu pergi ke halaman dan melakukan olahraga ringan. Setelah 20 menit melakukan olah raga vian duduk di gazebo lalu minum susu dan menyalakan rokoknya, disana pak dede, pak suparman dan pak sudianto sudah duduk dan sedang minum yang dibuat pak dede.


" pak kak heri jadinya yang mengantar mbak ika sama teman temannya, mereka berangkat jam 7an dari sana." kata pak dede


" syukur kalau begitu." kata vian


" terus kita sekarang kemana pak rencananya." kata pak dede


" nanti jam 10an kita berangkat ke sekolah karena akan ada kunjungan pak menteri, setelah itu kita cari makan atau jalan jalan." kata vian


" semuanya ikut pak." kata pak dede


" sepertinya enggak deh. Kita nanti kesini lagi dan menginap disini." kata vian


" baik pak." kata pak dede


vian pun mengajak pak dede dan yang lain untuk jalan sekalian joging.

__ADS_1


__ADS_2