
" saya juga sudah mengajukan cuti pak. Makanya kesini juga." kata pak gubernur
"pak gubernur L juga akan ikut sama kita pak." kata vian
" benar benar ya, apa perlu kita buat partai baru nih." kata pak bambang
" oh iya pak saya dapat laporan dari dinas UMKM bahwa pengusaha UMKM di provinsi ini mengalami pertumbuhan luar biasa berkat adanya BLS, selain membantu dari sisi permodalan pihak BLS juga memberikan pedampingan, saya mengucapkan terimakasih pak." kata pak gubernur
" sama sama pak, coba kalau komisaris BLS bisa sering memberikan arahan ke direksinya, pasti bakalan lebih wah lagi pak." kata vian
" Nyindir nih, aku kan lagi fokus dulu di LCI, komisaris utamanya dong yang harus kesana." kata lily
" benaran kamu nyuruh vian kesana, udah enggak marah kalau vian kesana." kata ibu retno
" silahkan aja kalau mau kesana, aku enggak apa apa, aku kan bisa minta laporan dari sana." kata lily
" BLS udah ada dimana saja pak." kata pak gubernur mencairkan suasana
" kantor pusatnya disini, cabangnya baru di Bandung, mudah mudahan 3 bulan lagi di Surabaya." kata vian
" coba pak kerjasama sama kementrian KUKM supaya bisa membantu dalam akses dan pendampingan jadi setidaknya beban kerjaan BLS tidak semuanya di tanggung sendiri." kata pak bambang
" itu sia pak akses kesananya yang belum saya dapatkan." kata vian
" iya sudah nanti saya coba komunikasi sama menterinya." kata pak bambang
" terimakasih banyak pak." kata vian
" harusnya pemerintah yang berterima kasih ke pak vian karena sudah membantu kerja mereka." kata pak bambang
" pak vian bagaimana pembangunan pabrik, sudah sejauh mana prosesnya." lanjut pak bambang
" sekarang sedang membangun pondasi untuk kilang kilang minyak dan pembangunan pabrik, untuk pengolahan limbahnya sudah selesai dan sudah mendapatkan izin dari dinas lingkungan hidup." kata vian
__ADS_1
" waduh saya lupa belum setor nih, InsyaAllah besok saya suruh bagian keuangan perusahaan mentransfer ke rekening bapak." kata pak bambang
" siap pak terimakasih banyak, besok saya akan kesana melihat proses pembangunannya setelah memberikan penyuluhan di dinas daerah D." kata vian
" wah daerah D siap untuk supply bahan pokok ke daerah ini kalau begitu." kata pak gubernur
" kita berharap supaya kedepannya harga harga bisa stabil, stock kebutuhan pangan juga bisa tersedia jadi enggak perlu lagi ada istilah import." kata pak bambang
" betul itu pak, kita juga bisa meningkatkan tarap hidup para petani, desa desa maju akan menghambat laju urbanisasi ke kota kota besar." kata pak gubernur
" itu juga harus menjadi pemikiran kita, kalau pemerataan ekonomi bisa terjadi, orang orang desa enggak akan berbondong bondong ke kota." kata pak bambang
" mengenai hal UMKM saya akan bicarakan ini dengan dinas, nanti saya harap pak vian bisa berbagi ilmu dengan mereka dan menjalin kerjasama dalam melakukan pendampingan dan kalau perlu kita adakan pameran produk hasil UMKM." kata pak gubernur
" bagus juga idenya pak, insyaAllah sesuaikan saja waktunya, dan saran saya supaya ibu ibu juga bisa dibina untuk menjalankan usaha dari rumah melalui program PKK." kata vian
" iya tuh masukan buat saya, tapi saya minta bantuannya pak untuk merealisasikan program tersebut, nanti saya akan bicarakan dengan para kader PKK dari tingkat RT sampai Provinsi." kata ibu zahra
" jangan saya dong bu, nanti kalau ada ibu ibu kecantol saya, saya yang akan berabe." kata vian
" silahkan aja bu, supaya mereka belajar tampil." kata vian
" jangan ah bu, kalau hanya menghadiri insyaAllah bersedia, tapi kalau menjadi pembicara masih harus belajar banyak, maklum saya kan pemalu." kata lily
" bukan pembicara tapi sharing aja, bagaimana ibu mengurus rumah dan menjadi seorang pengusaha." kata ibu zahra
" kalau hanya sharing oke oke aja bu. Tapi kalau jadi pembicara kan saya harus tampil di depan dengan sorot mata tertuju saya, saya masih gugup bu." kata lily
" kalau enggak salah ada petemuan 2 hari lagi nanti saya kabari ke ibu ya." kata ibu zahra
" iya bu, sekalian bisa promosi produk LCI." kata lily
" tumben otak kamu encer gitu." kata ibu retno
__ADS_1
" ibu enggak tau aja, dari dulu emang aku pintar, ibu aja enggak tau." kata lily
" ayo bu udah malam, kita pulang kasihan azka." kata pak gubernur
" iya pak, tapi nanti boleh ya ajak azka lagi ke sini supaya bisa main sama devan." kata ibu zahra
" iya boleh." kata pak gubernur
" iya bu kita juga pulang kasihan pak vian mau istirahat." kata pak bambang
"kaya rumah jauh aja pak, lagian masih sore ini." kata vian
pak gubernur dan isterinya pamit pulang, lily dan yang lainnya mengantar, vian membuat kopi lalu menyalakan rokoknya, disana tinggal bapak bapak saja.
" di rumah sepi pak kalau enggak ada anak anak, saya enggak tau harus mengerjakan apa kalau suntuk dan enggak bisa tidur." kata pak bambang
" gimana itu pengajuan tugas akhir silvy dan silvia pak." kata vian
" mereka bilang sih sudah oke, nunggu suratnya dikeluarkan saja." kata pak bambang
" syukur kalau begitu, jadi mereka bisa lebij dekat sama orang tuanya lagi." kata vian
" saya bersyukur biaa bertemu dengan bapak, jadi mereka berdua tuh mau pulang." kata pak bambang
" karena disini ada yang sepantaran mereka, jadi mereka juga nyambung." kata vian
" saya salut sama bapak, mau membagi ilmu, tenaga dan pemikiran bahkan harta. Di rumah ini seperti kos kosan aja ya jadinya." kata pak bambang
" itu dia pak, makanya saya membuat mess juga supaya privasi mereka juga enggak ke ganggu. Kalau saya enggak menampung mereka dan mereka kost, saya enggak bisa jamin keselamatan dan gaya hidup mereka kedepannya, se tidaknya kalau masih di lingkungan sini saya masih bisa mengawasi dan mengontrol mereka." kata vian
" saya dengar dari isteri bahwa ada orangyua karyawan bapak yang di tolak dirawat di rumah sakit dan akhirnya dibawa ke rumah sakit livi." kata pak bambang
" betul pak dia perlu di operasi usus buntu karena mereka enggak ada asuransi dan tidak memiliki biaya jadi sempat di tolak di rawat di rumah sakit lain. Karena pengurua RT disana pernah mendengar bahwa rumah sakit Livi bisa membantu jadi dibawa kesana dan sekarang sudah pulang. Tadi mereka ke ruko dan melihat rumah di livi residence karena rumahnya terkena penggusuran revitalisasi sungai, saya juga tawarkan ke karyawan itu untuk bekerja di restoran ibu dan nantinya kalau sudah kampus berjalan saya suruh dia kuliah disana, kakaknya sekarang kerja di lokasi pembangunan sekolah." kata vian
__ADS_1
" sampai segitunya memikirkan karyawan dan keluarganya. Luar biasa deh." kata pak bambang
Karena sudah larut malam pak bambang pun pamit, vian mengantarnya sekalian dia juga mau istirahat.