
Vian mempersilahkan pak gubernur dan pak walikota untuk mengambil makanan.
" maaf ya pak ibu kalau makanannya tidak cocok dengan selera bapak dan ibu." kata vian
" ini sudah luar biasa mewah pak, pasti enak enak makanannya." kata pak gubernur
" makanan ini yang masak dari restoran kita loh pak." kata bu retno
" promosi nih bu." kata lily
" iya dong." kata bu retno
" nanti malaman sedikit kita baru bakar Jagung Bakar atau BBQan." kata lily
" pantes aja febby jadi tambah gede badannya, orang makanannya seperti ini." kata bu nurul
" oh iya selamat ya feb atas wisudanya, semoga ilmunya bisa bermanfaat." kata vian
" selamat ya feb." kata lily, astrid, dilla dan shinta
" terimakasih om tante, udah membimbing aku." kata febby
" anak anak SPI belum datang." kata vian
" belum om, katanya sebentar lagi." kata febby. Tak lama anak anak SPI datang, vian memperkenalkan pak walikota surabaya, ibu wulan dan nabila. Anak anak SPI pun berkenalan dengan pak walikota, bu wulan dan nabila
" tuh kan bu rame kalau disini, anak anak saya udah mau seumuran saya." kata lily
" ka, rencananya nabila mau magang juga di SPI, tapi enggak tau dia mau apa enggak, sekarang bekenalan aja dulu, nyaman atau enggak." kata vian
" iya om, tapi om seandainya aku mau magang disini apa boleh sama teman." kata nabila
" silahkan aja, tapi perempuan ya," kata vian
__ADS_1
" iya om perempuan 2 orang." kata nabila
" kamu adaptasi aja dulu, jangan buru buru, kamu bisa ngobrol sama kakak yang ada disini, nanti kalau kamu mau disini bisa minta bantuan kakak kakak ini untuk membantu dalam pembuatan skripsi kamu." kata vian
" iya om. Nanti aku ngobrol ngobrol dulu, terimakasih ya om, tante, dan kakak semuanya." kata nabila
" kamu bakalan asyik pokoknya kalau disini." kata silvi
" salva anaknya pak menteri tenaga kerja juga udah mengajukan surat magang di SPI a. Katanya hari ini mau datang kesini." kata ika
" selamat ya febby, fenny, dan vina atas wisuda kalian, selamat bergabung menjadi karyawan SPI sekarang." kata ika
" kita rayakan malam ini, kita karokean. Boleh kan om." kata silvi
" silahkan aja, tapi jangan terlalu berisik, enggak enak nanti sama tetangga." kata vian
" siap om." jawab mereka
" oh iya bapak sama ibu kamu kok enggak kelihatan kemana." kata vian
" panjang umurnya, baru saya tanyakan, sudah nongol." kata vian
" pantas saja kuping saya panas, ternyata ada yang ngomongin." kata pak bambang sambil ketawa
" saya pengen buru buru kesini udah 2 minggu enggak ketemu." kata bu sisil
" iya pak sampai uring uringan mau pulang duluan. Eh ada pak walikota nih." kata pak bambang
" iya pak, saya ingin main kesini, berdiskusi sama mau ngenalin anak yang mau magang kerja." kata pak walikota sambil memperkenalkan isteri dan anaknya.
" kamu pasti betah. Tuh lihat anak anak SPI lintuh lintuh kalau disini." kata pak bambang
" selamat datang pak walikota dan bu wulan di rumah saya." kata bu sisil
__ADS_1
" maksudnya di rumah pak vian, dan disini saya sudah merasa rumah sendiri soalnya, setiap hati saya disini." kata bu sisil
" oh iya pak bu, ayo makan sama sama." ajak vian
" enggak usah di suruh suruh pak, biasanya juga saya ambil sendiri." kata pak bambang sambil ketawa. Pak bambang pun mengambil makanan. Mereka makan malam bersama, ini menjadi yang pertama untuk pak walikota dan bu wulan.
Sedang asyik makan, haris datang mengantar pak gubernur B dan keluarganya.
" selamat malam pak gub, ayo sekalian makan bersama." kata vian
" baik pak, memang sengaja kesini mau makan malam nih, ternyata ada pak gubernur L nih, dari kapan pak gub." kata pak gubernur B, lalu dia pun menhambil makanan.
" tadi magrib sampai sini, saya sama pak walikota dan keluarganya datang mau silaturahmi." kaya pak gubernur L
" dalam hal apa nih pak walikota silaturahmi kesini, maaf kalau saya mengganggu acaranya." kata pak gubernur B
" enggak ada acara apa apa pak, kemarin waktu pak voan ke surabaya saya bilang mau mau kerumahnya sekalian mau mengenalkan anak, katanya mau magang kerja." kata pak walikota.
" bagus kalau begitu bisa menambah ilmu dan wawasan, saya lihat di SPI penuh dengan anak muda semua, jadi tidak akan canggung." kata pak gubernur B
" pasti dicemberutin isteri ya pak gub." kata pak bambang
" tau aja nih pak bambang, iya katanya 2 mingguan enggak ketemu keluarga pak vian sepi." kata pak gubernur B
" sama pak gub, biasanya isteri setiap hari disini, kemarin dibawa kerja eh malah minta pulang terus, enggak asyik kalau enggak sama keluarga pak vian." kata pak bambang. isteri pak gubernur B berkenalan dengan bu wulan, mereka pun langsung terlihat akrab.
" rame sekali ya bu disini, apa nanti kalau di tambah anak saya dan temannya enggak akan mengganggu keluarga ibu." kata bu wulan
" enggak bu, anak anak paling berkumpul disini pas makan dan kalau ada acara aja, mereka setiap hari di kamar mereka karena disana kemarin dibangun tempat untuk mereka mengobrol, jadi enggak ganggu kita." kata lily
" kelihatannya anak saya sudah merasa nyaman disini, dia sudah bisa berbaur dengan yang lainnya." kata bu wulan
" disini pasti mereka akan menemukan dunia yang mereka cari, karena umurnya enggak begitu jauh, udah gitu kan biasanya anak anak kita itu tidak lepas dari pantauan ajudan kemana mana merasa dibatasi, tapi disini bebas dan anak anak yang ada disini merasa memiliki kesamaan, dan adiknya pak vian bisa membimbing mereka juga, seperti anak saya aja silvi dan silvia tadinya dia enggak mau kembali ke negara ini, mereka mau mengembangkan karir di luar, tapi setelah bertemu keluarga pak vian mereka merasa nyaman, termasuk saya juga, yang selama ini selalu sendiri di rumah, pas disini rame dan keluarga pak vian sangat sangat terbuka, saya merasa sudah bagian dari keluarga ini juga." kata bu sisil
__ADS_1
" walaupun saya enggak setiap hari disini, saya merasakan persaudaraan yang kental membuat nyaman, saya dianghap sebagai keluarga padaha saudara sendiri aja belum tentu memperlakukan saya seperti ini, jujur saja saya iri kepada keluarga ini, selalu membuka pintunya lebar lebar untuk siapa saja yang ingin bersilaturahmi dan memberikan pelayanan yang sangat sangat luar biasa kepada siapa saja yang datang." kata bu nurul
" awalnya saya juga saya enggak begitu menanggapi waktu suami membicarakan pak vian, saat ini suami membahas kejadian yang terjadi di pembangunan perumahan LAD's Residence dan kecelakaan pesawat, suami bilang karyawan sangat menghargai dan menghormati pak vian sampai sampai karyawan rela memberikan nyawanya untuk membela pak vian. Akan tetapi waktu itu saya ikut ke pabrik LCI, saya ngobrol sama karyawan disana, mereka bilang kalau enggak ada pak vian mereka sudah menjadi pengangguran, dan pendapatan mereka pun meningkat walaupun perusahaan itu baru, untuk karyawan perempuan yang memiliki anak bayi diberi kebebasan untuk bisa memeras ASI di ruangan yang disediakan pabrik. Mereka dikasih fasilitas makan juga, kesehatan dijamin, bahkan perumahan pun disediakan untuk karyawan memilikinya denhan tanpa DP dan cicilannya pun sangat tidak memberatkan. itu saya tanya bukan hanya ke karyawan level direksi agau manajemen, bahkan saya tanya ke ibu kantin dan operator." kata bu wulan