Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Ada kesempatan


__ADS_3

Tiba di rumah Vian dan lily langsung ke kamar untuk mandi., setelah mandi vian ke balkon. menyalakan laptop lalu membaca laporan BSL, LNI, dan LA. vian telepon opik memberitahukan besok mau kesana.


keesokan paginya setelah sarapan vian, pak adi, dan bu narsih pamit. mereka menggunakan mobil berbeda, setalah menempuh perjalanan selama 3 jam vian sampai di kantor LA, " bapak sama ibu langsung aja ke kampung, gak usah ikut dulu ke lahan. kesana biaa lain kali." kata vian


" ya sudah kalo begitu bapak sama ibu langsung ya." jawab pak bowo.


" kabari vian kalo ada apa apa, salam aja kesemuanya.".


pak adi dan bu ningsih pun pergi ke kampung. vian mengobrol dengan opik, opik memperlihatkan lahan yang katanya mau dijual sama print out design kandang


" nah kalo lahan ini kita beli, kandang kandang ini disini pak." kata opik


" ya sudah kita kesana sekarang, sekalian bawa tim legal, sama keuangan LA." jawab vian


" baik pak saya akan bawa pak Rasyid legal dan Bu anggi keuangan." jawab opik


setelah mereka berkumpul mereka pun pergi ke lahan, satu setengah jam mereka sampai di lahan disambut pak Roni sebagai penanggung jawab disana. di ruangan kantor pak Roni menjelaskan luas tanah yang akan di jual 2 hektar di belakang lahan yang sudah ada dengan harga 1 Milyar, sedangkan yang disamping luasnya 2 hektar juga minta 1, 5 milyar. " setelah konsultasi dengan pak opik, saya mengajukqn penawaran harga yang dibelang turun jadi 900 juta dan yang di samping jadi 1,3 milyar." kata pak roni.


" gimana pik menurut kamu." tanya vian


" dengan kebutuhan kita yang semakin meningkat kita memang membutuhkan lahan baru pak, dengan harga segitu menurut saya ambil saja karena kedepan belum tentu harganya segitu." jawab opik


" ya sudah panggil saja pemilik lahannya. untuk keuangannya bagaimana?" kata vian


" baik pak, untuk keuangan tidak ada masalah pak." jawab opik, opik pun menyuruh pak roni untuk menghubungi pemilik lahan. vian ke luar ruangan dan menyalakan rokok di ikuti opik. " pak mau dibuatkan kopi." tanya opik


" iya boleh pik, terimakasih." jawab vian


" kalo ke 2 lahan itu kebeli sama kita setidaknya bisa memenuhi 40% kebutuhan, yang di belakang bisa di buat kandang, dan yang disamping buat lahan pertanian. akses jalan ke belakang dari jalan ini pak." kata opik

__ADS_1


" kamu atur aja pik, dan kalo sudah kebeli langsung kamu proses pembangunan kandang, dan buat juga rumah pemotongan hewan." kata vian


" setiap ada kesempatan kita harus bisa memanfaatkannya dengan baik." lanjut vian.


" saya salut sama bapak, pemikiran bapak luar biasa, dari sisi peternakan kotorannya bisa di manfaatkan buat pupuk kandang. nanti kotoran sapi bisa di olah menjadi bio gas." kata opik


" iya pik mudah mudahan kita bisa menguasi pasar kedepannya." kata vian


" aamiin pak." jawab opik


tak lama pemilik lahan datang dengan ditemani pak kades dan jajarannya.


" terimakasih pak kades sudah mau mampir, dan mohon maaf saya belum sempat silaturahmi lagi." kata vian


" gak apa apa, saya juga tau bapak pasti sibuk dengan urusan lain. saya mengucapkan terimakasih kepada bapak dengan keberadaan perusahaan bapa di desa kami membawa dampak positif buat warga khususnya para petani dan warga yang dipekerjakan disini, dan sumbangsih bantuan kepada desa untuk pembangunan insprastruktur." jawab pak kades


" kalo boleh tau peruntukan lahan yang mau bapak beli ini untuk apa ya pak." tanya pak kades


" untuk peternakan dan perikanan, dan nambah lahan pertaniannya, karena kita kekurangan pasokan pak, alhamdulillah bisa diterima di pasaran dan permintaan juga naik. dan karena dari para petani pasokan kurang dan pola tanam yang tidak bisa kita tentukan." jawab vian


" kalo begitu bisa saja saya menyuruh pala kelompok tani untuk bisa mengikuti keinginan perusahaan bapak, tapi saya juga perlu bantuan bapak untuk bisa menjelaskan kepada mereka dan pelatihannya." kata pak kades


" ini luar biasa support dari bapak, untuk pelatihan bisa kami adakan pak dan untuk penjelasan bahwa hasil panen mereka akan kami beli juga bisa. kita bisa tanda tangan MoU. perusahaan kami dengan bapak, nanti bapak sampaikan kepada para petani untuk menindaklanjuti MoU tersebut." jawab vian


setelah negosiasi dan melihat surat surat kepemilikan lahan sah dengan disaksikan kepala desa dan aparatnya. perusahaan LA deal untuk membelinya.


" kalo hal seperti tadi bisa kita wujudkan saya tidak akan repot repot beli lahan pak." kata vian


" iya pak, kalo memang lahan di desa kami masih kurang nanti saya juga bisa merekomendasikan dengan kepala desa lainnya pak." kata pak kades

__ADS_1


" saya sangat berterimakasih pak, silahkan bapak bicarakan dengan kelompok tani disini, kapan mau ada pertemuan lanjutannya bapak bisa sampaikan ke pak roni atau langsung saja ke pak opik." kata vian


" baik pak kita akan lakukan pertemuan dengan para petani, dan saya akan suruh staf desa untuk melakukan pendataan berapa luas lahan pertanian yang ada didesa ini." jawab pak kades


" ini yang saya harapkan, sekali lagi terimakasih." jawab vian


saya sudah pak vian saya undur diri karena ada hal lain di kantor desa, semoga bisa secepatnya kita bisa berkolaborasi.


" pik, seluruh lahan kita ini dibuat pagar, apalagi di area kandang." kata vian


" iya pak, besok sekalian pembangunan kandang." jawab opik


" selain itu kamu cari penyedia bibit hewan hewan yang akan ada disini, dokter hewan dan pengurus kandang." kata vian


" baik pak saya akan kerjakan nanti." jawab opik


" tadi saya sudah mengobrol dengan pak kades tentang rencana kita berkolaborasi dengan para petani yang ada di desa ini. kita akan tanda tangan MoU dan memberikan pelatihan. isi MoU, kita menyediakan bibit, pupuk, dan kita juga bersedia membeli hasil tanamnya. jadi para petani yang memiliki lahan hanya menggarap saja" kata vian


" wah bagus itu pak, jadi supply akan bertambah tanpa kita memiliki lahan." jawab opik


" kalo memang di desa ini kurang, pak kades juga bersedia merekomendasikan ke desa desa lain di daerah ini, nanti beliau akan hubungi kamu pik atau roni. besok lamu sudah bisa menyuruh tukang untuk memulai pembangunan" kata vian


" iya pak, saya akan segera memerintahkan staf untuk memulainya." jawab opik


" ya sudah kita cari tempat makan, kita ngobrol lagi disana." kata vian


mereka pun pergi dari lahan tersebut dan mencari tempat makan untuk makan siang.


selama makan vian masih mengobrol. vian minta lahan buat kandang kuda dan villa kecil buat istirahat. setelah selesai makan vian pamitan untuk langsung pulang,

__ADS_1


__ADS_2