Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Persiapan Peresmian Pabrik LCI


__ADS_3

Di gazebo vian ngopi dan merokok bersama pak wahyudi. pak wahyudi merasa dirinya bukan lagi karyawan tapi diperlakukan seperti saudara ditambah lagi dia dibelikan rumah, hal ini membuat pak wahyudi merasa beruntung memiliki bos serasa saudara, dia bertekad akan selalu mengabdikan dirinya untuk vian, dia belum pernah mendapatkannya dari pekerjaan sebelumnya. " pantas saja pak dede betah dan selalu siap kalau pak vian membutuhkannya." fikir pak wahyudi.


Dilla datang membawa kopi lalu menyerahkan kepada vian dan pak wahyudi.


" makasih ya bu." kata pak wahyudi


" sama sama pak." jawab dilla


" sayang tanya lily mau makan malam dimana, kamu kasih rekomendasi juga ya." kata vian


" iya mas. kalau gitu aku masuk dulu." kata dilla


" bapak sungguh beruntung memiliki istri istri baik, cantik cantik lagi." kata pak wahyudi


" iya pak yudi, saya juga gak pernah kefikiran punya istri cantik tiga lagi, padahal dulu saya tuh selalu dihina, jadi jangan kan pacaran kenalan aja saya gak berani." kata vian


" orang yang menghina bapak sekarang pasti nyesel tuh." kata pak wahyudi


" kenapa saya bisa seperti ini, karena tekad saya, saya gak akan balas dia tapi saya buktikan ke mereka bahwa saya orang kampung mampu seperti saat ini." kata vian


" selama saya bekerja baru kali ini saya diperlakukan bukan seperti karyawan, bisa ngobrol sama bos, ngopi ngerokok bareng, memperhatikan karyawan, saya juga mendengar dari karyawan BLS dan LNI kalau saya menggantikan jadi sopir jemputan, para karyawan bilang beruntung bekerja di Livi Group," kata pak wahyudi


" syukur kalau begitu, jadi kerja saya gak sia sia." kata vian


" kalau ada perintah pak, langsung saja telepon saya pak, kapan pun saya siap." kata pak wahyudi


" terimakasih pak yudi, oh iya kamu masih ada orang tua." kata vian


" ayah udah meninggal pak, tinggal ibu." kata pak wahyudi


" terus ibu kamu gimana, sama siapa dia tinggal." tanya vian


" sama kakak saya, saya tadinya pengen bawa ke jakarta untuk tinggal sama saya karena kehidupan kakak juga gak baik, tapi saya juga bingung karena kami juga tinggal di kontrakan, dulu saya gak bisa bantu tapi setelah saya kerja di L-Trans saya bisa kirim uang." kata pak wahyudi sedikit sedih mengingat masa masa itu


" sekarangkan kamu udah ada rumah, ajak dia tinggal sama kamu, jemput dia pake mobil saya." kata vian


" terimakasih pak, itu juga yang sedang saya fikirkan." kata pak wahyudi


" terus kerjaan saudara kamu apa." kata vian


" dia bertani aja pak." kata pak wahyudi

__ADS_1


" iya udah kamu kasih tanggung jawab dia sebagai pengumpul hasil pertanian disana. kamu selain ngurus L-Trans kamu juga bantuin Dillas." kata vian


" baik pak kalau begitu, nanti pas saya jemput ibu, saya bicara sama dia." kata pak wahyudi


" pak yudi juga kalau ada kesulitan apa apa bilang ke saya ya." kata vian


" baik pak, terimakasih." jawab pak wahyudi


" besok kamu beli perabotan rumah baru ya, ingetin saya setelah Peresmian Pabrik LCI. jadi pas kamu kesini sama keluarga bisa langsung menempatinya" kata vian


" baik pak, terimakasih." jawab pak wahyudi


" kamu nanti tidur di kamar atas aja. istirahat dulu nanti habis magrib kita cari makan." kata vian


" baik pak." kata pak wahyudi lalu beranjak masuk ke rumah.


vian menerima pesan dari pak rudi orang vian tunjuk sebagai penanggung jawab operasional pabrik LCI.


" pak maaf ganggu waktunya, saya mau menyampaikan Persiapan peresmian Pabrik LCI sudah selesai dikerjakan." kata pak rudi


" baik pak, terimakasih banyak, besok saya akan hadir jam 8an." jawab vian


" baik pak, kami tunggu kehadirannya." jawab pak rudi


" iya sayang sebentar lagi ya." jawab vian


vian teringat pembangunan villa di pabrik LA, dan dia baru kefikiran biar sekalian bangun villa buat pribadi.


" sore pak, maaf ganggu saya baru kefikiran, biar sekalian minta tolong buatkan 1 villa lagi buat pribadi saya lokasinya di samping villa sekarang, luas kamar 6x5 meter, kamar mandi 3x2 meter, ruang keluarga, teras diatas balong, sama ada kamar anak 3x3 meter aja sama ada kamar mandinya juha 2x1,5 meter aja." kata vian


" baik pak, sekalian saya designkan." kata pak daryat


" kalau memang gak bisa tolong perlebar lagi aja pembangunan kolamnya, koordinasikan sama pak opik." kata vian


" baik pak, besok saya pergi kesana." kata pak daryat


" terimakasih banyak ya pak." kata vian


" iya pak sama sama." jawab pak daryat


setelah itu vian masuk ke rumah untuk mandi dan berganti pakaian. selesai sholat magrib mereka pergi ke rumah makan yang di rekomendasikan astrid dan dilla. selesai makan mereka ke Dillas cafe, sampai di cafe astrid dan dilla menemui Dea penanggung jawab Cafe dan Toko Buah.

__ADS_1


" ini cafe yang ibu ceritakan itu." kata ibu Sisil


" iya bu ini cafenya." jawab Lily


" rame juga ya pengunjungnya, bagus konsepnya." kata ibu Sisil


" silahkan bu mau pesan apa, jusnya enak bu." kata lily menawarkan


" boleh bu saya ingin mencobanya." kata bu sisil


lily memesan jus dan jagung bakar semua rasa supaya bu sisil bisa mencobanya.


" kok namanya Dillas bukan Livi bu." tanya ibu sisil


" Dillas itu Dilla dan Astrid, awal vian memberikan usaha ini untuk memberikan kehidupan Dilla dan astrid karena vian gak mau ngasih uang dari hasil Livi Group, dia gak mau dengan menikahi mereka merusak kehidupan saya dan dia." kata Lily


" hebat juga prinsip pak vian ya, yang saya tau banyak lelaki mencari uang dengan istri tuanya dan dia menikmatinya dengan istri mudanya." kata bu sisil


" itu salah satunya kenapa saya mau menerima astrid dan dilla, mereka bilang ke saya bahwa mereka pun mau memberikan mahkota mereka ke vian waktu itu sebelum nikah tapi vian menolaknya karena gak mau ngancurin masa depan mereka, makanya cafe ini salah satu syarat vian akan menikahi mereka kalau bisa mengelola cafe ini dengan baik." kata lily


" sebelumnya ibu tau pak vian menikah lagi." kata ibu sisil


" gak bu, tapi insting istri mengatakan bahwa sudah terjadi sesuatu makanya saya buka tuh handphone dia, dan saya menemukan pesan dari astrid walaupun sebagian kayanya sudah dia hapus, dan saya lihat galery photonya ada photo pernikahan. saya langsung telepon astrid, awalnya saya marah tapi setelah mendengar penuturan astrid saya menyadari bahwa sekuat apapun manusia tapi kalau terus digoda pasti akan terjerumus juga, daripada saya ikutan dosa karena menghalangi dia, walau berat saya ikhlas dan ternyata mereka baik, jadilah seperti ini." kata lily


" saya lihat mereka memang baik, menikah dengan pak vian bukan karena semata mata harta pak vian." kata bu sisil


setelah selesai di cafe mereka kembali ke rumah untuk istirahat. vian pamit pergi gazebo, lily menidurkan de qinar sedangkan astrid dan dilla menidurkan devan.


setelah devan tidur astrid dan dilla membuat susu panas lalu membawanya ke gazebo. disana vian sedang mengirim pesan ke opik


" pik, saya tadi sudah koordinasi sama pak daryat katanya besok dia mau kesana saya minta dibuatkan lagi 1 villa buat pribadi saya, jadi kalau pembangunan kandang masih dalam tahap pematangan lahan, pindahkan aja ke bagian belakang lagi, disana bangun aja buat kolam ikan." kata vian


" maaf saya juga gak komfirmasi dulu sama bapak, saya sudah pindahkan area pembangunan kandang itu ke belakang supaya tidak mengganggu ke depannya." kata opik


" bagus pemikiran kamu, iya sudah kalau begitu, oh iya kamu cari lahan lagi pik buat pabrik minyak, penggilingan padi, pabrik tepung. dan yang lainnya. cari daerah sana atau gak dekat kantor LA." kata vian


" baik pak nanti saya tanyakan ke orang desa atau pekerja di lahan pertanian." kata opik


" oke kalau begitu, terimakasih banyak." kata vian


" iya pak sama sama." jawab opik

__ADS_1


vian ngobrol sama astrid dan dilla, mereka menyenderkan kepalanya ke bahu vian.


__ADS_2