
" tadi saya sudah sampaikan 4 metode pembelajaran selanjutnya yang ke :
Metode Diskusi Kelompok
Metode diskusi kelompok merupakan metode yang memungkinkan terjadi interaksi dan saling tukar pendapat, pengalaman, dan informasi. Metode pembelajaran ini menarik karena dapat mendorong siswa untuk berinteraksi dan saling membantu memahami pendapat berbeda yang mungkin muncul selama kegiatan berlangsung. Selain memahami pelajaran, Guru pintar juga dapat melatih siswa bagaimana menghargai pendapat orang lain melalui metode diskusi kelompok ini.
Metode Bermain Peran
Metode ini adalah salah satu macam metode pembelajaran yang dirancang untuk memecahkan masalah dengan meminta siswa melakukan peran tertentu. Guru pintar dapat memberikan topik atau kasus pada siswa. Misalnya guru pintar memberikan kasus jembatan kampung ambruk karena hujan deras. Kemudian siswa dibagikan perannya. Ada yang menjadi pak RT, warga, dan lain sebaginya. Dari kegiatan bermain peran, siswa yang sedang berperan dan juga yang mengamati dapat membuat analisa apakah setiap peran sudah bekerja dengan baik atau tidak. Mereka juga dapat menyimpulkan bagaimana mengatasi masalah dari mengamati peran-peran yang dimainkan temannya.
Metode Tugas Proyek
Metode tugas proyek adalah metode pembelajaran yang sangat menantang. Siswa harus melakukan riset, eksperimen, dan tak jarang harus langsung terjun ke lapangan untuk melakukan pengamatan. Metode ini menghendaki siswa untuk menghasilkan sebuah produk tertentu dalam waktu yang telah ditentukan. Siswa dapat melakukan tugas proyek secara individu maupun secara kelompok. Kegiatan ini melatih siswa untuk berpikir kritis dan kreatif.
Metode Kunjung Karya
__ADS_1
Metode pembelajaran kunjung kerja atau kunjung karya ini biasanya dilakukan setelah metode pembelajaran tugas proyek dilakukan. Jenis metode pembelajaran ini membuat siswa untuk saling melihat hasil karya teman-temannya. Mereka dapat mengamati dan juga belajar bertanya. Selain itu, Guru pintar dapat mendorong siswa untuk memberikan komentar dan saran yang membangun. Sementara siswa yang karyanya dikunjungi atau dilihat dapat belajar menjawab pertanyaan, menanggapi komentar dan saran secara produktif.
Di dalam pembelajaran Terdapat beberapa metode lainnya yang telah dikembangkan oleh para ahli. Beberapa di antaranya adalah:
Metode ceramah
Metode ceramah adalah metode pembelajaran yang paling sering digunakan, dimana guru memberikan materi kepada peserta didik secara lisan. Karena tidak menggunakan media, metode pembelajaran ini bersifat praktis dan ekonomis. Meskipun begitu, guru perlu memikirkan agar penyampaian materi bisa diterima dengan baik oleh siswa, karena penggunaan metode ceramah secara terus-menerus dapat menimbulkan kebosanan dan dikhawatirkan siswa tidak bisa menerima pembelajaran dengan maksimal.
Metode eksperimen
Metode eksperimen adalah kegiatan pembelajaran dengan melibatkan peserta didik untuk mencoba atau mempraktikkan materi pembelajaran yang sedang disampaikan. Kegiatan praktikum ini umumnya dilakukan di laboratorium, sehingga setiap eksperimen yang dilakukan dapat berjalan dengan aman. Biasanya diterapkan pada mata pelajaran yang berhubungan dengan sains (ilmu alam).
Metode debat
Metode debat adalah metode pembelajaran yang sering digunakan di mata pelajaran sosial atau humaniora (sastra). Debat atau adu argumentasi dilakukan antara dua kelompok atau lebih, bisa secara perorangan atau kelompok, untuk mengemukakan pendapat atas sikap yang diambil oleh kelompok tersebut. Biasanya, kelompok dibagi menjadi pro dan kontrak terhadap sebuah permasalahan. Tujuannya, peserta didik diharapkan dapat meningkatkan kemampuan bicara (public speaking) dan mengemukakan pendapat.
Metode peta konsep
Metode pembelajaran daring
Metode daring atau belajar secara online dengan menggunakan komputer menjadi solusi saat kegiatan belajar tidak bisa berjalan normal seperti di situasi pandemi saat ini. Untuk bisa berjalan dengan baik, akses internet sebagai media pembelajaran harus dalam keadaan optimal. Pembelajaran biasanya dilengkapi dengan pemberian modul pembelajaran, rekaman video, serta rekaman audio.
Metode blended learning
Blended learning adalah metode yang menggabungkan dua model pembelajaran, yaitu pembelajaran konvensional secara tatap muka dengan pembelajaran daring berbasis teknologi komputer dan internet. Dengan menggunakan metode ini, guru dapat berinteraksi langsung dengan siswa melalui video conference, meski terdapat jarak di antara mereka.
Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan saat memilih metode pembelajaran.
__ADS_1
1. Pahami materi yang ingin dijelaskan
Dengan mengetahui materi yang disampaikan secara mendalam, guru dapat mengetahui jenis metode pembelajaran yang dirasa paling sesuai untuk menjelaskan materi tersebut. Untuk meningkatkan kreativitas, pelajari juga metode pembelajaran yang digunakan oleh orang lain untuk materi serupa.
2. Tentukan tujuan pembelajaran
Mengetahui tujuan pembelajaran adalah hal utama untuk dapat mengetahui metode pembelajaran yang tepat. Apakah tujuan pembelajaran hanya sebatas agar siswa dapat menguasai materi tertentu? Atau terdapat tujuan lain seperti penguasaan soft skill tertentu yang diharapkan turut muncul melalui kegiatan belajar mengajar.
3. Pahami karakteristik siswa
Mengetahui karakteristik siswa adalah salah satu tanggung jawab setiap pendidik. Mengenal kelebihan dan kekurangan mereka dapat membantu menentukan pendekatan yang harus diambil saat mengajar. Beberapa informasi yang juga dibutuhkan seperti mengetahui minat dan bakat siswa, kecerdasan dominan, gaya belajar yang sesuai, atau bagaimana motivasi belajar siswa.
Kabar baiknya, Quipper Campus memiliki Tes Uji Potensi yang dapat dikerjakan secara online. Melalui hasil tes tersebut, guru bisa mendapatkan informasi awal mengenai karakteristik siswanya.
4. Pilih alternatif metode pembelajaran yang sesuai dengan materi dan karakteristik dominan
Tentu setiap siswa memiliki karakteristik yang berbeda. Jika mengetahui karakteristik dominan yang ada, setidaknya guru dapat menerapkan metode pembelajaran yang diharapkan dapat diterima oleh lebih banyak siswa. Meskipun begitu, guru tetap tidak boleh abai pada siswa lainnya, sehingga tetap perlu memikirkan alternatif metode pembelajaran lain untuk bisa mengakomodir kebutuhan seluruh siswa.
5. Dalam satu kali pertemuan, terapkan beberapa metode pembelajaran
Mengacu pada poin sebelumnya, bisa jadi dalam satu kali kegiatan belajar mengajar, guru dapat langsung mengkombinasikan beberapa metode pembelajaran sekaligus. Misalnya, setelah memberikan gambaran umum tentang suatu materi (metode ceramah), selanjutnya memberikan peragaan (metode demonstrasi), dan siswa diminta untuk melakukan percobaan secara mandiri di rumah (metode eksperimen).
6. Perhatikan respons siswa
Ketika memberikan pengajaran, guru dituntut untuk peka terhadap respons siswa. Perhatikan, apakah siswa dapat mengikuti pembelajaran dengan baik atau malah sebaliknya. Sikap abai siswa terhadap penjelasan guru, merupakan cerminan awal bahwa penyampaian materi tersebut tidak mampu menarik perhatian mereka. Oleh karena itu, coba terapkan jenis metode pembelajaran yang berbeda dengan sebelumnya.
7. Lakukan evaluasi
Untuk mengetahui apakah tujuan pembelajaran sudah tercapai atau tidak, guru perlu memberikan evaluasi atau penilaian. Dari sini akan diketahui apakah kegiatan belajar mengajar sudah berjalan efektif atau belum.
Demikian gambaran mengenai pengertian, macam-macam, dan tips memilih metode pembelajaran yang tepat. Apabila guru telah memahami hal-hal tersebut dan menerapkannya dengan baik, maka suasana yang terbangun di kelas akan menyenangkan serta materi dapat disampaikan secara efektif.
__ADS_1
Umumnya, guru mengajar karena mereka senang mengajar. Salah satu kunci pembelajaran yang efektif adalah guru mampu menyampaikan pengetahuan dengan jelas dan penuh antusiasme. Dalam kemampuan tersebut sekaligus terkandung rahasia untuk menjadi guru yang benar-benar hebat. Menjadi guru yang sukses sangat bergantung pada kemampuan guru menciptakan hubungan yang harmonis dengan siswa. Hubungan tersebut akan meningkatkan kemungkinan bahwa siswa akan memperhatikan dan memahami pesan guru.
Jika siswa memperhatikan dengan seksama, mereka akan dengan tekun dan gigih melakukan tugas mereka, meskipun ada banyak tantangan dan hambatan. Mereka akan terlihat senang menyelesaikan tugas mereka dan itu berarti bahwa mereka merasa terlibat dalam pembelajaran." lanjut pak menteri pendidikan