Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Berita Yang Mencengangkan


__ADS_3

Mereka kembali ke tempat acara tadi, karena sebentar lagi waktu sholat jum'at jadi vian mengajak mereka pergi ke mesjid Al-Ikhlas untuk sholat jum'at berjamaah disana, mesjid yang biasa terasa besar karena jamaahnya sedikit hari itu terasa kecil sehingga ada yang sholat di luar, untung saja kemarin vian mengintruksikan untuk mendirikan tenda. Pak gubernur L juga baru datang kesana, beliau pun ikut langsung ke rombongan.


Selesai melakukan sholat jum'at vian mengajak para menteri dan yang lainnya untuk makan siang bersama di restoran, pak menteri UMKM melihat bahwa ada tempat untuk berjualan di dekat lahan parkir mesjid.


" itu untuk apa pak." tanya pak menteri


" itu untuk berjualan pelaku usaha UMKM, pedagangnya dari penghuni perumahan ini dan warga sekitar yang saya utamakan. Vian juga menunjukan lokasi perumahan untuk para tenaga pengajar.


" ini sungguh luar biasa pak, jarang jarang loh yang melakukan hal seperti ini," kata pak menteri pendidikan


" saya belajar dari pengalaman pak, disaat kebutuhan kita terpenuhi insyaAllah kita juga akan fokus dalam bekerja, apalagi perusahaan tersebut menghargai kinerja kita apapun itu." kata vian


Mereka pun memesan makanan di restoran, setelah dihidangkan mereka makan siang bersama, begitu pula keluarga vian dan yang lainnya termasuk tim yayasan dan guru guru. disaat itu pula vian dan pak menteri pendidikan bertukar nomor telepon.


" pak menteri, sekali kali main ke rumah pak vian dan rumah saya." kata pak bambang


" memangnya dekat gitu rumah pak bambang dengan pak vian." kata pak menteri pendidikan


" rumah yang barunya pak," kata pak menteri UMKM


" oh begitu, boleh nanti saya main kesana." kata pak menteri pendidikan


" kita bisa mengobrol sambil menikmati jagung bakar dan susu panas pak." kata pak bambang


" susu panas jangan macam macam nih." kata pak menteri pendidikan sambil ketawa


" wah ini pemikiran pak menteri kemana mana, pak vian kan punya pekebunan jagung dan peternakan sapi pak." kata pak bambang menjelaskan


" belum tau aja pak bambang pak menteri ini, bakalan nambah lagi yang iri." kata pak gubernur B


" pak menteri tau iateri pak vian yang mana." kata pak bambang menggoda


" belum lah pak, orang belum dikenalin." kata pak menteri pendidikan

__ADS_1


" tuh yang bersama isteri saya dan isteri pak gubernur." kata pak bambang


" itu yang pakai pakaian sama itu, terus yang mananya." kata pak menteri pendidikan


" itu memang ada berapa yang pakaiannya sama." kata pak bambang menggoda pak menteri


" ada 3 orang, memangnya itu semua isteri pak vian." kata pak menteri pendidikan


" benaran kita harus bawa surat keluarga pak vian ini, kok kita juga yang menjelaskannya ya." kata pak bambang


" betul pak menteri mereka itu isteri pak vian." kata pak gubernur D. Vian pun memanggil isterinya lalu memperkenalkan ke pak menteri pendidikan. Lily, astrid dan dilla pun datang memberikan salam ke pak menteri. Setelah itu kembali lagi ke tempat awal.


" hebat betul pak vian ini bisa sukses sebagai pengusaha, sukses menyagukan isteri isterinya." kata pak menteri pendidikan


" isterinya pun hebat pak, enggak tau punya magnet apa, saya setiap akhir pekan itu diajak isteri dan anak jalannya ke rumah pak vian bukan ke temlat hiburan." kata pak gubernur B


" anak saya aja enggak mau pulang pak, udah hampir 1 bulan di rumah pak vian." kata pak gubernur L


" isteri saya aja baru sekali bertemu, langsung minta ikut umroh bareng sama keluarga pak vian." kata pak menteri UMKM.


" bisa begitu ya." kata pak menteri pendidikan


" kenapa saya beli rumah dekat pak vian karena waktu itu isteri ingin bertetanggaan sama pak vian, eh setelah beli malahan kita seringnya menginap di rumah pak vian, anak anak aja yang tadinya ingin berkarir di luar, sekarang mereka ingin cepat ceoat pulang dan parahnya mereka enggak mau pulang ke rumah walau beberapa meter, mereka lebih memilih tidur di rumah pak vian." kata pak bambang


" luar biasa, terus kegiatan mereka apa pak." kata pak menteri pendidikan


" mereka minta gabung di perusahaan adiknya pak vian, jadi mereka semua itu kerja di perusahaan itu, sedangkan silvia dia di rumah sakit livi karena sesuai pendidikannya." kata pak bambang


" hebat loh pak adiknya pun, setiap bulannya mereka mendapatkan omzet 2 milyar, baguskan pendidikan bisnisnya pak vian." kata pak menteri UMKM


" saya jadi tertarik nih, semoga saja isteri saya bisa tertarik juga menjadi pebisnis." kata pak menteri pendidikan


" isteri pak vian kan ada usaha kosmetik juga, isteri saya sudah gabung, isteri yang tadinya enggak mau berbisnis tapi setelah bertemu isteri pak vian dia langsung tertarik, di rumah pun sekarang dia membicarakan cara menghadapi konsumen, membahas omzet." kata pak bambang

__ADS_1


" benar benar hebat kalau begitu keluarga pengusaha, nanti saya bawa isteri main ke rumah pak vian kalau begitu." kata pak menteri Pendidikan


" kalau mau akhir pekan pak, tapi minggu ini kita mau berangkat umroh, kalau mau besok malam pak, di rumah pak vian pasti penuh," kata pak gubernur B


" nanti saya saya kabari kalau begitu, oh iya bukan tidak mau berlama lama tapi masih ada tugas, jadi saya permisi pamit." kata pak menteri pendidikan,


" sama kalau begitu, saya juga pamit dulu sampai ketemu nanti malam atau besok." kata pak menteri UMKM, vian dan yang lainnya pun mengantar mereka, setelah mengantar mereka vian duduk diluar karena mau merokok, vian pun menyalakan rokoknya, shinta pun datang kesana menghampiri vian


" bapak mau minum kopi agau apa." kata shinta


" kopi aja deh, terimakasih ya." kata vian, shinta pun pergi memesan kopi.


" enak banget isterinya santai, yang menawarkan minum karyawannya." kata ibu Athia


" biarkan saja bu biar dia belajar jadi isterinya. Siapa suruh mau jadi isteri mudanya vian" kata lily


" apa... Ini seriusan." kata ibu athia, ibu siska, ibu nurul dan ibu zahra


" seriusan bu, tapi jangan heboh ya, ini untuk surprise buat vian." kata lily


" ini berita yang mencengangkan." kata ibu zahra


" yang terpenting dia bisa berlaku adil, bertanggung jawab, sayang sama keluarga, lihat aja si aa udah manggil dia mamah." kata lily


" sama shintanya mau menerima kita dan anak anak kita." kata astrid


" oh gitu si aa aja sudah panghil dia mamah, kok ibu bisa tau pak vian suka sama anak itu." kata ibu zahra


" tau bu, yang kelihatan dekat dan pas vian diberitakan kecelakaan dia sangat shock jadi kita tau dari situ dan kita wawancara dia. Dan perlakuan vian kepada dia juga berbeda. Sama tuh kasusnya kaya astrid." kata lily


" kapan rencana mereka mau nikahnya bu." kata ibu sisil walaupun pernah mendengar dan tau akan tetapi persisnya mau mengadakan acara tersebut belum tau


" bulan depan bu, kami tau shinta anak baik sayang sama keluarga, si aa aja sampai pernah enggak mau di tinggal sama dia dan ingin dipeluk waktu tidur." kata lily.

__ADS_1


__ADS_2